
PADANG, forumsumbar —Universitas Perintis Indonesia (Upertis) menunjukkan komitmennya dalam mengkonkretkan tri dharma perguruan tinggi dengan melakukan pengabdian pada masyarakat di sekitar lingkungan kampus, yakni dalam program penanggulangan stunting.
Bersama dengan masyarakat Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, serta stakeholder lainnya, Upertis meluncurkan program Kalimuntiang, atau Kolaborasi Lintas Instansi, Masyarakat dan Universitas, di Aula Kampus Upertis Simpang Kalumpang Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Selasa (4/4/2023).
Menurut Rektor Upertis Dr Yendrizal Jafri, SKp, Biomed, kolaborasi dalam program penanggulangan stunting di Kecamatan Koto Tangah ini merupakan bagian dari tanggungjawab sosial Upertis terhadap lingkungan, atau University Social Responsibility (USR).
Apalagi bidang kesehatan merupakan dasar dari Upertis, karena berdirinya universitas ini hasil dari leburan STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) dan STIFI (Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi) Perintis.
“Saat ini setelah dua tahun Upertis berdiri, di Fakultas Ilmu Kesehatan ada Program Studi (Prodi) Ilmu Gizi yang akan berkolaborasi dengan para pihak dalam program Kalimuntiang,” ujarnya.
Rektor Yendrizal menyampaikan bahwa sebenarnya dalam kesepakatan Forum Rektor di Sumbar, Upertis mendapatkan Kabupaten Pesisir Selatan untuk melakukan pengabdian masyarakat dalam penanggulangan stunting.
Tugas tersebut, lanjut rektor, sudah dilaksanakan oleh Upertis dengan menggilir kecamatan yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan. Dimana saat pengabdian, dosen dan mahasiswa menginap di rumah masyarakat setempat, dan melakukan penyuluhan-penyuluhan stunting ke masyarakat, dan lainnya.

Khusus untuk program Kalimuntiang, Rektor Upertis telah mengeluarkan SK Panitia Adhoc dengan Ketua, Betti Rosita, MSi dan Reni Rahmawati, SE. Kemudian Nova Mustika, MPd (Sekretaris) dan Nolly Viondra, SEĀ (Bendahara).
“Segenap potensi di Upertis siap menyukseskan program Kalimuntiang ini. Dosen dan mahasiswa bidang kesehatan siap terjun ke tengah-tengah masyarakat Kecamatan Koto Tangah untuk memberikan pemahaman dan penyuluhan mengenai stunting. Dan termasuk juga dengan penggunaan laboratorium yang ada di Upertis,” tegas rektor.
Pada acara peluncuran program Kalimuntiang yang dibuka oleh Walikota Padang, diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr Edi Hasymi, MSi itu, dilakukan pula penandatanganan kerjasama antara Dinas Kesehatan Kota Padang dengan Fakultas Ilmu Kesehatan Upertis.
Penandatanganan dilakukan oleh Kadinas Kesehatan Kota Padang dr Srikurnia Yati dengan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Upertis Dr ret.nat Ikhwan Resmala Sudji, MSi.

Edi Hasymi memberikan apresiasi atas kerjasama dengan Upertis tersebut, dan program ini akan menjadi pilot project nantinya bagi Kota Padang, untuk dilakukan pula di kecamatan-kecamatan yang lain di Kota Padang.
“Persoalan stunting ini sudah menjadi isu nasional. Sampai Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk ikut menanggulangi. Makanya perlu kebersamaan semua pihak agar stunting bisa dihabiskan. Dan Pemko Padang siap berkolaborasi dan bersinergi dengan perguruan tinggi, maupun stakeholder lainnya,” tukas Edi.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor 1 Upertis Ns Yaslina, SKep, MSpKom, Guru Besar Upertis Prof Dr Suryani, MSi, Plt Camat Koto Tangah Erwin M. Kemudian dari Bappeda Padang, Dukcapil, Kominfo, Forkopimca, lurah se-Kecamatan Koto Tangah, pengurus RT RW, kader Posyandu, dosen dan mahasiswa Upertis, serta tokoh-tokoh masyarakat Koto Tangah.
(Ika)























