
PADANG, forumsumbar –— Chairil Anwar pelopor puisi modern Indonesia (Angkatan 45) wafat pada tanggal 28 April 1949 di Jakarta dalam usia 26 tahun karena sakit, dan dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta. Hari wafatnya ini diperingati setiap tahun sebagai Hari Puisi Nasional untuk menghormati sosok Chairil Anwar dan karyanya.
Chairil Anwar dikenal dengan semangat individualisme dan pemberontakan yang kuat dalam karya-karyanya — menjadikannya salah satu sosok paling berpengaruh dalam sastra Indonesia.
Tahun ini 2026, sudah 77 tahun Chairil Anwar wafat, dan rencananya para seniman yang tergabung dalam Forum Perjuangan Seniman Sumatera Barat (FPS Sumbar) akan memperingati wafatnya Chairil Anwar dengan mengadakan Pagelaran Puisi & Orasi Budaya.
Acara yang awalnya digagas oleh Asnam Rasyid ini diangkatkan bekerjasama dengan Taman Budaya Sumbar, akan diadakan pada hari Selasa 28 Februari 2026 pukul 20.00 wib, bertempat di Gedung Dinas Kebudayaan Sumbar lantai dasar (ruang latihan terbuka sanggar tari Alang Babega).
Pada acara ini akan ada Orasi Budaya yang disampaikan oleh Syarifuddin Arifin; Monolog/Dramatisasi puisi oleh Sanggar Kuliek; Musikalisasi Puisi oleh Ai grup, dan Pantomim oleh Tommy.
Kemudian parade baca puisi dengan pemuisi; Asa, Dadang Leona, Fauzul el Nurca, Yeyen Kiram, Muslim Noer, Hasan-nawi, Andria C Tamsin, Yenny Ibrahim, Rizal Tanjung, Boyke Sulaiman dan Zamzami Ismail.
“Kita undang masyarakat umum, atau pemerhati seni untuk dapat hadir pada acara mengenang penyair Chairil Anwar ini, dan sekaligus memperingati Hari Puisi Nasional,” ujar Fauzul el Nurca, salah seorang pengurus FPS Sumbar, yang ikut menjadi salah seorang pemuisi, Sabtu (25/4/2026).
(Ika)























