
PASAMAN BARAT, forumsumbar — Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Barat Bakhtiar menyampaikan bahwa setiap Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah kabupaten dan kota melaksanakan Musda (Musyawarah Daerah), bupati dan walikota setempat selalu berkesempatan hadir.
Namun, katanya, pada pembukaan acara Musda Terpadu ke-V Muhammadiyah dan Aisyiyah Pasaman Barat, Jumat (3/3/2023), di komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Muhammadiyah Alamanda Kinali, Kecamatan Kinali, bupati atau wakil bupati tidak hadir.
Pada pelaksanaan Musda Terpadu ke-V Muhammadiyah dan Aisyiyah Pasaman Barat yang berlangsung sampai hari Ahad (5/3/2023) besok, yang mewakili Bupati Pasaman Barat hanya Asisten Bidang Administrasi Raf’an, yang juga putra dari tokoh Muhammadiyah Pasaman Barat dari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang.
Seiring tidak hadirnya Bupati Pasaman Barat Hamsuardi di Musda Terpadu ke-V Muhammadiyah dan Aisyiyah Pasaman Barat, Bakhtiar minta kepada yang mewakili, yakni Asisten Bidang Administrasi yang hadir pada kesempatan itu, agar menyampaikan salam kepada bupati dari ketua dan unsur PWM Sumatera Barat bersama keluarga besar Muhammadiyah se-Pasaman Barat.
Sebagai warga dan aktivis Muhammadiyah Sumatera Barat, terutama bagi keluarga besar Muhammadiyah se-Pasaman Barat, ingat Bakhtiar, juga warga Pasaman Barat, patut mempertanyakan apa alasan bupati menghindari pembukaan Musda Terpadu ke-V Muhammadiyah dan Aisyiyah Pasaman Barat di Alamanda, Kecamatan Kinali hari ini.
“Kami tahu, bahwa di hari pembukaan Musda Terpadu ke-V Muhammadiyah dan Aisyiyah Pasaman Barat ini, bupati sedang mengikuti olahraga bersepeda di kawasan Kecamatan Kinali”, kata Bakhtiar, yang juga dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang.
(gmz)























