
PADANG, forumsumbar — Sekeping destinasi amazing ada di Air Manis, Padang. Daerah pantai dengan ceruk lautan, dimana di sana juga terkenal kisah legenda Batu Malin Kundang.
Potensi wisata luar biasa di pesisir bagian selatan Kota Padang itu menjadi tempat pengabdian 900 mahasiswa Universitas Baiturrahmah bersama Tim Pendampingan dan Pemberdayaan Desa Wisata (TP2 Dewi) Sumbar yang dikoordinatori Muhammad Zuhrizul.
Jumat (3/3/2023) kemarin, masyarakat di lingkungan destinasi wisata Air Manis itu belajar menjadi seorang Barista Kopi.
Sementara, Sabtu (4/3/2023), Universitas Baiturahmah dan Tim Pendampingan dan Pemberdayaan Desa Wisata (TP2 Dewi) hadirkan dua chef terkenal untuk pelatihan kuliner khusus seafood. Dua chef itu yakni; Chef Haris dan Chef Doni
Kegiatan diikuti antusias oleh puluhan pelaku kuliner pantai Air Manis, dan memberikan angin segar bahwa ke depan adanya peningkatan wisata kuliner usaha wisata pantai Air Manis.
Ketua TP2 Dewi Sumbar Muhammad Zuhrizul berharap pelatihan ini tidak sekedar untuk berlatih, tapi juga menarik pelaku usaha di pantai Air Manis untuk lebih meningkatkan kapasitasnya di bidang kuliner.
“Kita ingin pelatihan ini bukan hanya sesaat saja tapi juga bisa menarik pelaku usaha mulai melirik peluang usaha kuliner untuk kalangan menengah atas, wisatawan dalam dan luar negeri yang dibawa travel agent bisa menikmati sunset candle light dinner di pantai Air Manis,” ujar Zuhrizul.
Menurut Zuhrizul lagi, hal ini akan menghadirkan sensasi romantis di pantai Air Manis, dimana makan sambil menikmati sunset di senja hari itu akan memberikan kenangan tersendiri bagi wisatawan.
“Apalagi sunset di pesisir pantai Air Mainis sudah terkenal sangat indah,” ujar M Zuhrizul yang juga inisiator hadirnya beach club di Sumbar.
Sementara itu, Rektor Universitas Baiturahmah Prof Musliar Kasim, sangat takjub dengan hasil pelatihan dan langsung menikmati makanan yang dihidang dengan suasana seperti di Jimbaran Bali.
“Ini sangat luar biasa dan harus berlanjut, Unbrah siap terus dan akan support program-program pengembangan ekonomi di kelurahan Air Manis,” ujar Prof Musliar Kasim.
Chef Haris menyampaikan, emak-emak pantai Air Manis sangat antusias dan rasa ingin tahunya tinggi, tinggal bagaimana diwujudkan menjadi usaha permanen.
“Rasa ingin tahu emak-emak di sini luar biasa, sebentar saja kita beritahu sudah langsung paham dan langsung praktik,” pungkas Chef Haris.
(Rel/Adr)























