JAKARTA, forumsumbar —Wabah pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian semua lapisan masyarakat, tak ketinggalan para pedagang konveksi di Pasar Tanah Abang, Jakarta.
Seperti disampaikan H. Zalhasri (51), pemilik toko “Ayu Scarf“, grosir perlengkapan pakaian muslim, kerudung lokal dan impor, sajadah dan koko, yang terletak di Blok F No 124, bahwa situasi pasar konvensi terbesar di Asia Tenggara itu saat ini, di tengah pandemi Covid-19, sangat berbeda dengan sebelumnya.
“Terjadi penurunan jual beli karena adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemprov DKI Jakarta, dimana menghentikan sementara segala aktivitas jual beli selama lebih kurang tiga bulan, mulai sebelum puasa sampai habis lebaran,” ujar Zalhasri, yang akrab disapa Pak Haji Ajo, karena berasal dari Pariaman.
Menurutnya, sangat berat bagi pedagang di Tanah Abang, sebab kebanyakan barang-barang sudah diorder jauh hari sebelum masuknya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, tapi tiba-tiba kebijakan PSBB sebelum puasa ditetapkan, sehingga banyak pedagang yang rugi.

“Habis juga seharga satu Alpard, dimana barang-barang yang sudah dipesan dalam partai besar itu terpaksa dilelang sampai separuh harga beli. Itulah irama berdagang, adakalanya rugi. Tapi, alhamdulillah dalam dua minggu ini Tanah Abang sudah mulai menggeliat lagi, dan terbangkit juga lah hendaknya batang tarandam ini,” kata Pak Haji Ajo.
Sebagai pedagang grosir di Tanah Abang yang pelanggannya datang dari seluruh Indonesia, alumni Kimia FMIPA Unand ini memulai usahanya merangkak dari bawah. Perkara untung rugi dalam berdagang itu sudah menjadi bagian dari perjalanan suksesnya. “Ibarat roller coaster lah,” katanya berseloroh.
Haji Zalhasri berharap pandemi corona ini bisa cepat berlalu, dan aktivitas perdagangan di Tanah Abang bisa kembali seperti sediakala di saat sebelum corona melanda.
(Ika)






















