JAKARTA, forumsumbar —Calon Wakil Bupati Limapuluh Kota Nurkhalis yang berpasangan dengan Calon Bupati Ferizal Ridwan, dari jalur perseorangan (independen), Minggu (7/11) di Jakarta, mengatakan bahwa sebagai bagian dari petani, ia siap memperjuangkan secara total nasib petani dari segala aspeknya.
Sekiranya Masyarakat Limapuluh Kota memberikan amanah, maka 100 hari pertama memimpin kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Riau ini, ia akan memrioritaskan penyelesaikan masalah pertani dan mencarikan solusinya segera.
“Saat ini ada 80-90 ribu petani di Kabupaten Limapuluh Kota, dan sekitar 1300 Kelompok Tani (Poktan), dimana 30 persen saja yang aktif, dan 10 persen baru yang ter-cover oleh program pemerintah,” ujar Nurkhalis yang juga Ketua Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Sumbar ini.
Disebutkan mantan Bendahara KNPI Sumbar ini, alokasi anggaran petani nantinya akan mereka perbanyak, agar petani yang 80-90 ribu orang di Kabupaten Limapuluh Kota tadi bisa dijamin ketersediaan pupuk maupun alsintan-nya, dimana Pemkab Limapuluh Kota ikut menyubsidi nantinya.

“Jadi intinya, bagaimana menyelesaikan masalah pertanian di Kabupaten Limapuluh Kota, meliputi peralatan (alsintan), pupuk, infrastruktur (irigasi), dan jaminan hasil panen,” kata Nurkhalis yang saat Pileg 2019 lalu ikut sebagai Caleg DPD, dan memperoleh peringkat 6.
Tapi saat ini pun, lanjut Khalis, sebagai yang mewakili petani, ia tak henti bergerak dengan prioritas tetap sektor pertanian dengan melakukan mekanisasi, yang ujung-ujungnya diharapkan pertanian Limapuluh Kota menjadi unggul di Sumbar khususnya, dan Sumatera umumnya.
Sekarang pun sebut Nurkhalis, ia sudah membina Poktan-poktan yang menggarap padi dan jagung dengan mekanisasi pertanian, yakni mulai dari pengolahan lahan, pemupukan, sampai hasil panen, serta mengawal pemasarannya.
“Malahan sudah ada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang kami bina menghasilkan pupuk organik, dan telah bermanfaat bagi petani di Limapuluh Kota,” tutup Khalis.
(Ika)






















