
PADANG, forumsumbar — Upaya meningkatkan integritas dan pemahaman tentang aturan pers dan kode etik jurnalistik bagi anggotanya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat menggelar Orientasi Keorganisasian dan Kewartawanan (OKK) Angkatan I Tahun 2026, bertempat di Edotel Bundo Kanduang SMK 9 Padang, Jumat (14/8/2026).
Acara yang dibuka Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Sumbar, H. M. Khudri tersebut, juga dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Kabupaten dan Kota se Sumatera Barat.
Dalam sambutannya M. Khudri menyampaikan permohonan maaf Ketua PWI Sumbar Widya Navies tidak bisa hadir, karena beliau ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan. Namun beliau bisa menyampaikan beberapa poin penting kepada para peserta secara daring.
Dia mengatakan bahwa orientasi merupakan program pembinaan dan syarat wajib bagi calon anggota PWI, untuk meningkatkan pemahaman tentang aturan pers, kode etik jurnalistik, serta aturan berorganisasi.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang cepat menghadirkan tantangan baru bagi pers, terutama penyebaran hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian.
“Pers memiliki peran strategis menjaga ruang publik yang sehat. Di era digital, masyarakat dibanjiri informasi yang belum tentu benar. Karena itu wartawan dituntut semakin profesional, berintegritas, dan mampu menjadi garda terdepan menangkal hoaks serta disinformasi,” katanya.
Sebelumnya, telah disampaikan Laporan Pelaksanaan OKK oleh Emil Mahmudsyah selalu Ketua Panitia. Dia menyampaikan waktu pelaksanaan selama dua hari, mulai tanggal 14 sampai 15 Agustus 2026 yang bertempat di Edotel Padang. Jumlah peserta OKK angkatan pertama sebanyak 52 orang, yang berasal dari utusan PWI Kabupaten dan Kota se Sumatera Barat.

Disampaikan tujuan dari OKK tersebut adalah :
1. Sebagai syarat utama, bagi wartawan untuk bergabung secara resmi ke dalam struktur organisasi PWI.
2. Memberikan pemahaman dasar, mengenai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
3. Membentuk jurnalis yang profesional, kompeten, dan menolak berita bohong (hoaks).
Sesi pertama dipimpin moderator Romi Delfiano, diawali penyampaian tentang Tugas dan Fungsi Dewan Pers dan Kode Etik Jurnalistik dari Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Sumatera Barat Zul Efendi.
Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan peran strategis anggota PWI dalam menjaga profesionalisme dan kredibilitas pers di tengah dinamika media. Dia berharap, jangan sampai ada anggota PWI Sumbar yang berurusan dengan DKP, karena akan berdampak kepada status keanggotaan.
Selanjutnya, peserta OKK mendapat pembekalan dari dua pemateri. Pemateri yang pertama, Sawir Pribadi Wakil Ketua bidang Organisasi PWI Provinsi Sumatera Barat dengan materi AD/ART organisasi dan penguatan nilai profesi.
Ia juga memaparkan sejarah organisasi, sistem kaderisasi, tata kelola keanggotaan, mekanisme organisasi, serta pentingnya menjaga soliditas PWI sebagai rumah besar wartawan Indonesia pasca-rekonsiliasi nasional.

Kemudian dilanjutkan pemateri kedua, Sekretaris PWI Sumbar Firdaus Abie. Dia menyampaikan materi terkait Kesekretariatan PWI, tata kelola organisasi, administrasi keanggotaan.
Sementara pada sesi kedua, pemateri Sukri Umar Dt. Pado Basa memberikan materi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik.
Dia menekankan pemahaman UU Pers dan KEJ adalah fondasi utama wartawan menjalankan tugas secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.
Devy Diani menyampaikan materi terkait Hukum Pers, Undang-undang ITE dan perlindungan perempuan dan anak.
Ia juga mengingatkan, kebebasan pers harus berjalan seiring tanggung jawab sosial dan kepatuhan pada norma etika jurnalistik.

Pemateri menekankan, pentingnya pemahaman Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AD/ART, peningkatan kompetensi, penegakan KEJ, serta penguatan soliditas organisasi.
Pada sesi ketiga, menampilkan pemateri Reviandi menyampaikan teknik wawancara, Guspayendri tentang penulisan berita langsung (straight news) dan Susilo Abadi Piliang menjelaskan tentang tatacara penulisan Feature.
Pada acara penutupan yang berlangsung malamnya, Zul Efendi berbicara panjang lebar sebelum menutup acara. Sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumbar, dia mengajak wartawan di Sumatera Barat untuk selalu menjaga etik.
“Etik itu akhlak, dalam agama Islam etik itu sebut adab. Justru itu, kita seyogyanya bersama-sama membangun keadaban sebagai wartawan” kata Zul Efendi.
Zul Efendi menyadari, durasi waktu kegiatan ini sangat singkat. Sehingga, peserta dan narasumber dibatasi untuk mendiskusikan berbagai hal. Tapi dia yakin, kata kata kunci sesuai materi OKK sudah dikuasai oleh peserta.

“Ini adalah kegiatan orientasi, kawan kawan diperkenalkan organisasi ini dan cara kerja anggotanya, aturan yang mengikat untuk dipedomani. Kawan-kawan pasti bisa mengembangkan lebih lanjut” kata Pimpinan Umum Harian Haluan ini.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan di daerah butuh dukungan informasi akurat, berimbang dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, dibutuhkan wartawan yang profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya.
“Kami berharap, melalui OKK ini lahir wartawan yang tidak hanya paham kode etik dan aturan organisasi, tetapi juga punya wawasan kebangsaan, tanggung jawab sosial, serta mampu menghadirkan informasi edukatif dan mencerdaskan masyarakat,” ujarnya.
Salah seorang peserta yang didaulat memberikan testimoni, Dwita Norfalinda dari Batusangkar menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemateri dan panitia OKK. Dikatakan, walau waktu singkat namun banyak manfaat dan ilmu yang didapat.
”Sangat bermanfaat, kami berterima kasih semoga ilmu ini bisa kami terapkan setiba di daerah masing-masing” katanya.
Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada wakil peserta dan dilanjutkan foto bersama.
(AS)






















