
PADANG, forumsumbar –— Upaya meningkatkan pemanfaatan potensi perikanan lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi masyarakat terus mendapat perhatian. Salah satunya melalui pembahasan mengenai peningkatan pemanfaatan ikan baby fish sebagai bahan konsumsi masyarakat dan mendukung kebutuhan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Barat.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam sebuah pertemuan yang dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap sektor perikanan, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Sefdinon, SSos, MM, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat, Ir Buchari Bachter Dt Panduko Sinaro, MT (Ketua Kadin Sumatera Barat) Guswardi, MSi (mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang,) Syafrijon (Bendahara APPBMG Kota Padang), Dr Frinsis Warmansyah Dt Paduko Rajolelo, ST, MT (Ketua Kadin Kabupaten Solok), Ir Yeflin Laundri, MSi (mantan Kadis Kominfo Provinsi Sumbar), dan Irsal bin Salini Sali
Dalam pertemuan tersebut dibahas potensi baby fish yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pangan masyarakat. Dengan pengolahan yang tepat, ikan berukuran kecil tersebut berpotensi menjadi salah satu sumber protein hewani yang mudah diolah dan memiliki nilai ekonomi.
Berpotensi Mendukung Program MBG
Pemanfaatan baby fish juga dinilai memiliki peluang untuk mendukung kebutuhan bahan pangan bagi Dapur MBG. Ketersediaan bahan pangan bergizi yang berasal dari produksi lokal diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus bagi masyarakat dan pelaku usaha perikanan.
Selain memenuhi kebutuhan protein, pemanfaatan ikan lokal juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi pembudidaya, nelayan, kelompok pengolah hasil perikanan dan UMKM di Sumatera Barat.
Dalam pertemuan tersebut juga mengemuka pentingnya membangun sistem dari produksi, pengolahan, pengemasan hingga distribusi, sehingga ikan yang dihasilkan masyarakat dapat memiliki nilai tambah dan memenuhi standar keamanan pangan.
Perlu Sinergi Berbagai Pihak
Pengembangan pemanfaatan baby fish membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, Kadin, pembudidaya ikan, UMKM, pengelola Dapur MBG serta berbagai pihak terkait.
Kehadiran Kepala DKP Sumatera Barat dalam pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk melihat potensi pengembangan sektor perikanan dari sisi produksi sekaligus pemanfaatannya bagi kebutuhan pangan masyarakat.
Sementara itu, keterlibatan Kadin Sumatera Barat diharapkan dapat membuka ruang pengembangan dari sisi investasi, kewirausahaan, pemasaran dan penguatan rantai usaha.
Para peserta pertemuan sepakat bahwa potensi perikanan Sumatera Barat perlu terus dikembangkan agar tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan bergizi.
Dari Potensi Lokal untuk Ketahanan Pangan
Pengembangan baby fish diharapkan menjadi salah satu inovasi dalam mengoptimalkan sumber daya perikanan Sumatera Barat.
Jika dikembangkan secara serius dan berkelanjutan, pemanfaatan baby fish dapat memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan konsumsi protein masyarakat, mendukung kebutuhan pangan bergizi untuk program MBG, serta meningkatkan kesejahteraan pembudidaya, nelayan dan pelaku UMKM perikanan.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mendorong adanya kajian dan tindak lanjut yang lebih konkret mengenai jenis ikan yang sesuai, teknologi pengolahan, kandungan gizi, standar keamanan pangan, ketersediaan bahan baku serta peluang kerja sama penyediaan produk perikanan untuk masyarakat dan Dapur MBG di Sumatera Barat.
(R/Irsal)






















