
Oleh: Gita Fatwa Andini
(Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Unand dari Fakultas Ilmu Budaya/FIB)
BANJIR bandang atau galodo yang melanda Kota Padang pada akhir November 2025 lalu, menyebabkan beberapa wilayah di Kota Padang terdampak bencana seperti di Lubuk Minturun, Dadok Tunggul Hitam, Kurao Pagang Nanggalo, Cupak Tangah, dan Kapalo Koto.
Arus dan genangan air yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut tersebut menyebabkan beberapa rumah warga di wilayah tersebut mengalami kerusakan dan meninggalkan sisa-sisa lumpur yang bercampuran dengan barang-barang berharga mereka.
Tidak hanya itu, akses jalan di wilayah tersebut juga terhambat akibat dari tebalnya lumpur di jalanan yang membuat hal tersebut harus segera ditangani agar masyarakat dapat melanjutkan aktivitas mereka.
Sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian mahasiswa Universitas Andalas (Unand) kepada masyarakat di Kota Padang, Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Pembelajaran di Luar Kampus (PDK) mengalihkan beberapa kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode 1 tahun 2026, menjadi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Non-Reguler 2025/2026 atau disebut juga dengan KKN Kebencanaan Unand yang berlokasi di Kecamatan Pauh, Kota Padang, dan salah satunya adalah kelompok KKN Kapalo Koto 7.
Kegiatan KKN Kebencanaan ini memiliki tujuan utama dalam membantu pemulihan pasca bencana yang salah satunya berfokus pada pembersihan dan penataan kembali lingkungan.
Pada 6 Desember 2025, Mahasiswa KKN Kapalo Koto 7 memulai aksinya dengan turun ke jalan untuk melakukan kegiatan gotong royong pembersihan jalanan dan rumah-rumah warga di wilayah Kapalo Koto dan Simpang Pasia, Pauh.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa awalnya membantu mengeluarkan barang-barang dari pemilik rumah agar nantinya lebih mudah untuk membersihkan sisa-sisa lumpur yang masih basah bahkan sudah kering di dinding dan lantai rumah.
Mahasiswa mengandalkan alat sederhana seperti sapu, gerobak, dan sekop untuk memindahkan tumpukan tanah kedalam karung. Selain itu, mahasiswa juga turut membantu warga membersihkan perabotan rumah tangga agar dapat digunakan kembali.

Adapun tanggapan dari beberapa warga terkait bencana banjir yang terjadi dan meninggalkan jejak di rumah mereka yaitu pemilik rumah yang memiliki kamar-kamar kos, yaitu bapak Hendri, mengatakan bahwa; “Sangat sulit untuk mengembalikan tempat ini seperti semula, banyak barang-barang anak kos banyak yang rusak dan terendam banjir.”
Bapak Hendri tersebut juga mengatakan sangat terbantu dengan tenaga yang diberikan oleh mahasiswa KKN Kebencanaan, sebab ia kekurangan tenaga untuk membersihkan kamar yang banyak tersebut.
Dampak dari banjir tersebut tidak hanya membuat warga fokus pada pembersihan, namun juga menjadi beban untuk memikirkan biaya perbaikan yang dibutuhkan.
“Pada saat air mulai naik, saya segera memindahkan komputer-komputer ini ke tempat yang lebih aman, namun beberapa alat dan barang lainnya juga banyak yang terkena air,” ujar Pak Indra, yang merupakan pemilik fotocopy terdampak banjir.
Kehadiran mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 adalah membantu tempat-tempat terdampak tersebut untuk segera kembali seperti semula.
Tidak hanya berfokus pada pembersihan rumah warga, pada 21 Desember 2025, kelompok KKN Kapalo Koto 7 juga ikut berpartisipasi untuk kegiatan gotong royong yang dibersamai oleh masyarakat sekitar untuk membersihkan tumpukan pasir yang ada pada pinggiran jalan Dr Moh Hatta, yang mana tempat tersebut biasanya juga menjadi tempat jualan jajanan yang ramai pelanggan.
Angga, pemuda yang hari itu juga ikut gotong royong menyatakan bahwa; “Tempat ini perlu segera dibersihkan, selain merusak penampilan jalan, tumpukan tanah ini juga mengganggu karena menyebabkan debu.”

Sehingga kegiatan gotong royong ini dilakukan untuk memastikan jalur transportasi warga tidak terganggu, dan untuk memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pasca banjir.
Kegiatan pembersihan rumah-rumah dan jalanan yang dilakukan oleh kelompok KKN Kapalo Koto 7 ini mendapat respons yang baik dari warga setempat, yang mengatakan sangat terbantu dan mengucapkan terimakasih atas kepedulian mahasiswa KKN Kebencanaan yang meringankan beban mereka di tengah kondisi pasca bencana.
Satu nilai penting yang tercermin dari kegiatan ini yaitu, semangat gotong royong yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat sekitar Kecamatan Pauh.
Dari kegiatan pemulihan lingkungan yang dilakukan tersebut, mahasiswa KKN Kebencanaan tidak hanya menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan kerja sama baik itu antar anggota kelompok maupun dengan warga dalam menghadapi situasi darurat kebencanaan.
Dengan terlaksananya kegiatan pemulihan pasca banjir ini, kelompok KKN Kapalo Koto 7 berharap tenaga yang mereka berikan dapat membantu masyarakat agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari seperti semula.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari kerja nyata yang diberikan oleh mahasiswa kepada masyarakat dalam bentuk penanggulangan dan pemulihan lingkungan kecamatan Pauh pasca bencana. *)
























