• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Kamis, April 2, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Aku Membaca, maka Aku Ada

13 Agustus 2024
in Artikel
Reading Time: 4min read
Views: 485
Ilustrasi, seorang anak perempuan sedang sibuk membaca buku (Foto : Dok)

Oleh: Patria Subuh
(Pengamat Sosial)

KEPANDAIAN membaca adalah suatu keniscayaan. Membaca dapat dilakukan secara tersurat atau pun bahkan secara tersirat. Membaca yang tersurat lebih mudah daripada membaca yang tersirat. Membaca dan menulis yang diidentikkan dengan literasi, harinya diperingati setiap tanggal 8 September tiap tahunnya sebagai hari literasi internasional.

Kegemaran membaca yang sudah diasah sejak kecil dapat meningkatkan kemampuan berpikir secara kritis dan menganalisis berbagai macam peristiwa.

Lihat Juga

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

4 Februari 2026
57
Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

1 Februari 2026
43
Dukung Kesehatan Anak Usia Sekolah, Mahasiswa KKN Unand Gelar Program SIGAP di Padang Ganting

Dukung Kesehatan Anak Usia Sekolah, Mahasiswa KKN Unand Gelar Program SIGAP di Padang Ganting

31 Januari 2026
39

Sebagai suatu kenyataan, membaca yang merupakan bagian dari kegiatan berpikir, membedakan manusia dengan hewan. Dengan berpikir manusia mampu memenuhi kemampuan dasarnya, bersosialisasi dan bekerja.

“Cogito ergo sum – aku berpikir, maka aku ada”. Demikian ungkapan yang diutarakan oleh Rene Descartes (1596 – 1650), seorang filsuf Perancis yang terkenal dari abad pertengahan.

Orang dengan pikiran yang kuat bahkan ditengarai lebih mampu melawan penyakit dibandingkan orang dengan pikiran lemah. Kekuatan pikiranlah yang sukses membawa manusia ke bulan, bukan kekuatan fisik.

Pendaratan manusia pertama di bulan dengan Apollo 11 (20 Juli 1969) memerlukan penguasaan teknologi dan kemampuan berpikir yang luar biasa. Tak ada satu pun negara sebelum itu di dunia yang berhasil menjalankan misi luar angkasanya dengan sukses selain Amerika Serikat. Hal ini salah satunya disebabkan karena bangsa ini terbiasa punya hobi membaca.

Menurut hasil penelitian di bidang kedokteran, apabila otak sebagai pusat kontrol seseorang masih sehat dan kuat, sementara tubuh mengalami krisis darurat (emergency), ia masih bisa bertahan menopang kehidupan selama beberapa minggu. Kebalikannya yang terjadi, risiko yang timbul lebih besar kalau otaknya lemah.

Tingkat Melek Huruf sesungguhnya merupakan indikator dari terdidik (educated) atau tidaknya (not educated) seseorang dalam suatu negara.

Jika seseorang berasal dari kalangan terdidik, maka ia akan banyak membaca. Kebiasaan membaca sangat kuat hubungannya dengan tingkat melek huruf di suatu negara.

Banyak faktor penyebabnya kenapa di suatu negara tingkat melek hurufnya rendah. Situasi politik yang tidak kondusif, kemiskinan akut, tingkat kesadaran yang rendah, seperti yang terjadi di beberapa negara di Afrika ikut andil mengkondisikan negaranya memiliki tingkat melek huruf di bawah standar.

Pada umumnya negara berpendapatan tinggi seperti Kanada, tingkat melek hurufnya juga tinggi karena mereka membelanjakan banyak uang untuk urusan pendidikan warga negaranya. Warga negara memperoleh pendidikan secara murah dan gratis, serta negara menjamin pekerjaan warga negaranya apabila telah berhasil menyelesaikan sekolahnya.

Di bawah disajikan contoh tingkat melek huruf sepuluh negara yang tersebar mewakili Benua Asia, Eropa, Amerika, Afrika dan Australia berdasarkan data dari PBB Tahun 2005, sebagai berikut :

Grafik . Cuplikan Tingkat Melek Huruf Antar Negara di Dunia

Grafik di atas adalah gambaran terhadap Tingkat Melek Huruf yang diambil sampelnya hanya dari negara tertentu saja (kode negara tidak baku) yang secara statistik belum tentu representatif, yaitu : Slovenia/Sl (99.7%), Ghana/Gh (54.1%), Turki/Tu (88.3%), Australia/Au (100%), Indonesia/In (95.9%), Burkina Faso/Bu (12.8%), Pakistan/Pa (48, 7%), Fiji/Fi (92.9%), Uzbekistan/Uz (99.3%) dan Kuba/Ku (95.5%).

Dari grafik terlihat bahwa negara dengan tingkat melek huruf tertinggi adalah Australia (100%) sedangkan terendah adalah Burkina Faso (12.8%) di Benua Afrika. Sementara Indonesia juga berada di level tertinggi bersama Slovenia, Uzbekistan dan Kuba di Amerika Latin.

Yang dimaksud dengan melek huruf disini adalah merek huruf Latin, bukan melek huruf Arab atau huruf China.

Harap dicatat bahwa Negara seperti Turki, Pakistan, Indonesia, dan Uzbekistan seperti pada grafik di atas, sebenarnya memiliki standar ganda dalam mendefinisikan apa yang dimaksud dengan ‘melek huruf’ atau kemampuan membaca aksara (literasi). Negara ini jelas memiliki satu jenis huruf lainnya yang sama pentingnya dipergunakan untuk keperluan sehari-hari, yakni huruf Arab.

Penduduk di negara ini memiliki kemampuan tambahan untuk membaca aksara Latin (arah penjalaran ke kanan) dan aksara Arab (arah penjalaran ke kiri).

Sebagai ilustrasi, melek huruf di Rusia tidak sama dengan melek huruf di Yaman. Sehingga standar literasi masing-masing negara tidak bisa dipukul rata sama seperti standar yang diterapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations).

Orang Rusia bukannya kesulitan membaca kalau berada di Yaman, tetapi mereka sama sekali jadi buta huruf dan tak tahu apa-apa dengan huruf Arab yang ada di sana. Demikian juga sebaliknya kalau orang Yaman melanglang buana sampai ke Moskow, Rusia.

Warga negara Arab Saudi juga barangkali akan repot setibanya di Bandara Sukarno-Hatta karena seluruh papan pengumuman yang ada di sana menggunakan huruf latin sehingga mereka kesulitan karena tidak mengerti dengan apa yang ditulis.

Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa buta huruf (melek huruf) itu ternyata bersifat relatif. Beruntunglah negara yang penduduknya dapat membaca kedua jenis huruf tersebut, terutama kalau dipergunakan untuk berurusan. Angka melek huruf penerapannya tidak dapat digeneralisasi begitu saja pada seluruh negara yang ada di dunia.

Ada dua dampak utama yang bersifat positif apabila kita melek huruf, setidaknya dapat membaca huruf latin, yaitu dampak psikis dan dampak non psikis

1. Dampak psikis.
Sebagai manusia, tentu kita ingin dihargai dan tidak dipandang sebelah mata baik oleh kawan maupun lawan.

Manusia dihargai tidak hanya karena kesopanannya atau etika yang dimilikinya, tetapi juga karena kemampuan yang dimilikinya.

Dengan melek huruf, maka sebagian masyarakat akan rajin membaca, banyak hal yang dapat diperoleh, tidak hanya meningkatkan kemampuan dan membuka wawasan, tetapi juga sebagai alat untuk menghibur dan meningkatkan ilmu pengetahuan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang secara psikis dapat diperoleh dari kebiasaan membaca:
● Melatih daya konsentrasi / titik fokus
● Menambah ilmu dan pengetahuan
● Melatih otak untuk berpikir
● Meningkatkan kekuatan pikiran
● Meningkatkan daya kognitif/berbicara
● Melatih ketajaman berpikir
● Menormalkan pikiran yang sedang tertekan
● Meningkatkan koleksi kosakata.
Sebagai salah satu cara untuk memanfaatkan waktu luang
● Mengurangi kepikunan akibat usia tua
● Melatih daya ingat jangka pendek.
Sebagai cara mengurangi stres/depresi
Sebagai sarana untuk berkontemplasi

2. Dampak Non Psikis.
Secara fisik atau non psikis otak adalah material lunak berwarna putih-abu abu yang terkurung di dalam rongga kepala dan terlindung oleh kulit dan rambut kepala.

Otak yang merupakan perangkat lunak “software” untuk berpikir tentu memerlukan perangkat keras “hardware” yang sehat dan kuat dalam menjalankan misinya.

Kebiasaan membaca yang intens dan kontinyu dilansir dapat menyehatkan otak secara fisik seperti :
● Mencegah kerusakan jaringan otak
● Melatih kelenturan syaraf-syaraf pikiran
● Meningkatkan kekuatan massa otak
● Meningkatkan sensitivitas jaringan otak
● Melatih sifat “aksi-reaksi” berpikir

Dari hal di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya tidak hanya menulis (sebagai output dalam berpikir) , namun durasi atau lamanya membaca (sebagai input dalam berpikir) dalam sehari-hari, juga dapat meningkatkan kesehatan pikiran. Dan juga berfungsi sebagai dua hal saling resiprokal dan saling menyeimbangkan.

Di samping itu, membaca juga dapat dianggap sebagai rekreasi yang menarik dalam ruangan. *)

(Dari berbagai sumber)

 

Patria Subuh, Pengamat Sosial. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Puisi Patria Subuh: Bulan Pucat di Awan

Next Post

Nasrul Dilantik Jadi Anggota DPRD Pessel 14 Agustus Besok

BeritaTerkait

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial
Artikel

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

4 Februari 2026
57
Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist
Artikel

Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

1 Februari 2026
43
Dukung Kesehatan Anak Usia Sekolah, Mahasiswa KKN Unand Gelar Program SIGAP di Padang Ganting
Artikel

Dukung Kesehatan Anak Usia Sekolah, Mahasiswa KKN Unand Gelar Program SIGAP di Padang Ganting

31 Januari 2026
39
Mahardika Mengajar Batch VI Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Solok Selatan
Artikel

Mahardika Mengajar Batch VI Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Solok Selatan

20 Januari 2026
75
Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Jadi Bagian Tim Verifikasi Rumah Pascabencana Hidrometeorologis di Kota Padang
Artikel

Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Jadi Bagian Tim Verifikasi Rumah Pascabencana Hidrometeorologis di Kota Padang

20 Januari 2026
46
Wujud Kepedulian Sosial: Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Unand Bantu Warga Pulihkan Lingkungan Pascabencana Banjir Bandang di Kecamatan Pauh Padang
Artikel

Wujud Kepedulian Sosial: Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Unand Bantu Warga Pulihkan Lingkungan Pascabencana Banjir Bandang di Kecamatan Pauh Padang

20 Januari 2026
28
Next Post
Nasrul Dilantik Jadi Anggota DPRD Pessel 14 Agustus Besok

Nasrul Dilantik Jadi Anggota DPRD Pessel 14 Agustus Besok

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,176)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,359)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,501)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,450)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (30,539)
  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (30,290)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,880)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (25,200)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (24,130)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (23,892)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
151
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
331
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
484
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
226
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
113
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
145
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
126
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
188
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
122

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In