
Oleh: Isa Kurniawan
(Pengamat Abal-abal / Warga Kota Padang, NIK : 1371042405690003)
PEMILU mendatang merupakan titik krusial bagi karir politik mantan Wakil Gubernur Sumbar Dr Audy Joinaldy Dt Rajo Pasisia Alam, SPt, MSc, MM, IPM, ASEAN.Eng, MIP.
Orientasinya ada dua. Pertama itu legislatif, dengan menjadi anggota dewan, DPR/DPD dan DPRD. Kemudian kedua, eksekutif, menjadi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah.
Audy Joinaldy tinggal pilih, apakah mengambil jalur legislatif, menuju DPR RI. Atau, eksekutif. Bertarung menjadi Gubernur/Wakil Gubernur, atau Bupati/Walikota.
Audy Joinaldy itu semenjak tahun 2024 masuk ke Partai Golkar —yang sebelumnya PPP. Jadi untuk legislatif terbuka kemungkinan menjadi Caleg DPR RI Dapil Sumbar I dari Partai Golkar.
Sementara untuk eksekutif, Audy berpeluang bertarung menjadi Calon Gubernur Sumbar. Kemudian alternatifnya, jadi Calon Bupati Solok, (meski kampungnya di Kota Solok) dan Calon Walikota Padang (di ibukota Provinsi Sumbar).
****
Dalam pandangan saya, Audy Joinaldy itu pasnya maju sebagai Calon Walikota Padang. Biarlah Fadly Amran (Walikota Padang), Vasco Ruseimy (Wakil Gubernur Sumbar), Arisal Aziz (Anggota DPR RI), yang digadang-gadang maju di Pilkada Gubernur Sumbar mendatang.
Jabatan Walikota Padang merupakan posisi yang strategis, karena memimpin ibukota Provinsi Sumbar —dengan penduduknya yang saat ini menuju 1 juta jiwa.
Saat ini yang berpotensi maju Walikota Padang ke depan itu baru Maigus Nasir (Wakil Walikota sekarang). Sementara Fadly Amran tidak bisa lagi maju karena terbentur aturan.
Dengan segala sumber daya yang ada. Apakah itu politik, ekonomi dan sosial, peluang Audy Joinaldy untuk memenangi Pilkada Padang terbuka lebar.
Pertama, popularitas Audy Joinaldy, meskipun tidak lagi menjadi Wakil Gubernur Sumbar, sosoknya masih membekas di hati masyarakat Sumbar, khususnya Kota Padang. Sosok anak muda yang cerdas, inovatif dan berkarakter.
Kedua, Audy Joinaldy merupakan sosok pengusaha muda yang peduli dengan pendidikan. Sarjana peternakan IPB yang saat ini berumur 43 tahun (kelahiran 1983) pernah mendapat Rekor MURI sebagai kepala daerah dengan gelar akademis terbanyak.
Kepedulian Audy Joinaldy terhadap pendidikan ini sangat bagus dalam memperkuat Padang sebagai Kota Pendidikan. Apalagi dengan banyaknya kampus-kampus yang ada di Padang.
Sekarang Audy Joinaldy masih menjabat sebagai Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Sumbar dan Ketua Umum PB Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI).
Ketiga, hubungan emosi dengan Padang cukup kuat, karena orangtua laki-laki-nya Joinerry Kahar (saudara dari Yamin Kahar, PT Dempo) berumah di Padang, dan kampungnya di Parak Karambia Kecamatan Padang Barat.
Kemudian dukungan dari perantau SSS (Solok Saiyo Sakato) yang ada di Padang, tentunya menjadi modal sosial bagi Audy Joinaldy.
Keempat, modal finansial Audy Joinaldy tentunya lebih dari cukup untuk ongkos politik maju di Pilkada Padang.
Pada LHKPN ketika menjadi Wakil Gubernur Sumbar, tercatat kekayaan Audy Joinaldy sebanyak Rp58,11 miliar. *)
























