PADANG, forumsumbar —Menjaga hubungan baik yang telah terbina selama ini antara jajaran Korem 032/Wirabraja dengan insan pers, Jumat (22/11) Danrem Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo mengadakan acara “coffe morning” dengan para wartawan di Hotel Mercure Padang.
Disampaikan Danrem Brigjen Kunto, selama bertugas di Sumbar hampir 11 bulan, ia telah berkeliling sampai ke perbatasan provinsi melihat dari dekat persoalan-persoalan pembangunan yang ada. “Masih banyak potensi di Sumbar yang bisa dimaksimalkan bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menjadi bagian dari sukses pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 di Sumbar, dengan adanya agenda politik lokal, yakni Pilkada Serentak 2020 yang akan datang, untuk gubernur dan 13 bupati / wali kota di Sumbar, Jenderal bintang satu itu melihat bahwa masyarakat Sumbar sudah cerdas dalam berdemokrasi.

“Ancaman yang paling besar di Sumbar itu bencana alam. Kemudian yang menyangkut ancaman sosial sudah ada agama dan adat istiadat yang memfilternya. Kalau ancaman yang bersifat sporadis, untuk di Sumbar, harus disamakan dulu persepsi kita semua,” ucap Kunto.
Lebih lanjut Kunto menjelaskan, manusia itu berpolitik, tapi dalam rangka penataan dan keadilan. Jangan sampai politik itu menjadi pemecah. “Radikal pembangunan benar, tapi radikal yang meneror dan mengarah memecah belah itu yang salah”, tukuk putra mantan Wapres RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, kelahiran Surabaya 48 tahun silam itu.
Tapi ia yakin, masyarakat Sumbar yang egaliter sudah matang di dalam berdemokrasi. Kunto berpesan, jangan sampai masyarakat dihantu-hantui dengan hal-hal yang tidak penting. Jangan menyempitkan ruang kita sendiri. Padahal kita ingin maju. Persoalan demokrasi di negara ini sudah ada aturan mainnya, ada pesertanya, ada partai politik, ada penyelenggara, dan ada yang mengawasi.

Kunto berharap peran media untuk menyampaikan segala sesuatunya kepada masyarakat secara berimbang. Media itu sebagai penggiring edukasi, sementara tokoh-tokoh masyarakat sebagai filter sosialnya. “Kalau semuanya kritik, maka masyarakat pun lambat laun akan terpengaruh. Padahal ada sisi lain yang bernilai positif dan produktif,” sebutnya.
Sementara itu Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus mengapresiasi acara silaturahmi yang diadakan Korem 032/WBR dengan insan pers. “Silaturahmi itu memperpanjang umur dan memperluas rezki. Untuk menyamakan persepsi, semoga saja acara seperti ini bisa berkelanjutan,” ucap Pak Haji Heranof, demikian biasa Ketua PWI Sumbar itu dipanggil.
Selain Ketua PWI Sumbar, tampak hadir pada silaturahmi yang santai itu, Sekretaris IWO Sumbar Erwandi, Kepala LPP RRI Padang M. Lahar Rudiyarso, Pemred Koran Padang Edi Jarot, dan puluhan wartawan dari media cetak, elektronik dan online di Sumbar. (Rel)























