Oleh : Wiztian Yoetri
//forumsumbar//
SEJAK 26 Pebruari 2021, Kabupaten Padangpariaman dipimpin nakhoda baru, duet kepemimpinan Suhatri Bur, SE, MM dengan pasangannya Drs Rahmang MM.
Kedua figur publik ini sebetulnya tidak asing lagi bagi masyarakat Padangpariaman. Suhatri, merupakan mantan Wakil Bupati yang berpasangan dengan Ali Mukhni. Sebelum menjabat Wakil Bupati, Suhatri pernah memimpin KPU Padangpariaman dan Ketua Baznas Padangpariaman.
Sementara Rahmang, adalah mantan Kepala Dinas Pendidikan Padangpariaman, mantan Camat IV Koto Aur Malintang, mantan Camat Sungai Limau, dan pernah mencatat prestasi sebagai Camat Teladan Padangpariaman serta Camat Teladan ke empat tingkat Sumatera Barat.
Duet Suhatri Bur – Rahmang akan memimpin Padangpariaman untuk satu periode ke depan, 2021-2026 (2021-2024). Tercatat sebagai Bupati ke-20 di Padangpariaman, Suhatri-Rahmang sebagaimana visinya, bercita-cita membawa Kabupaten Padangpariaman sebagai kabupaten terbaik di Sumatera Barat.
Cita-cita tersebut sah-sah saja, apalagi Suhatri Bur dengan pengalamannya mengenal Padangpariaman secara utuh.
Pengalaman memimpin KPU Padangpariaman diyakini telah mempertegas pemahamanya tentang bagaimana hidup berdemokrasi. Lantas pengalaman memimpin Baznas adalah fase bagus bagaimana mengenal kehidupan masyarakat, sampai sosok jerami masyarakat miskin dan solusinya.
Begitu juga selama lima tahun menjadi wakil bupati. Secara tidak langsung Suhatri telah belajar banyak tentang alam birokrasi. Maka inilah saatnya membuktikan diri sebagai bupati pilihan rakyat.
Begitu juga dengan latar belakang pengalaman Wabup Rahmang. Mengawali karier dari pegawai di lingkungan dinas pendidikan sampai menjabat Kepala Dinas Pendidikan Padangpariaman membuat Rahmang mengenal kehidupan dunia pendidikan dan melihatnya lebih tajam. Dunia yang pada saatnya akan menyiapkan generasi mandiri, dan generasi emas Padangpariaman.
Ditambah lagi pengalaman menjadi camat, membuat Rahmang akan melihat ke depan bagaimana peran strategis camat sebagai ujung tombak pemerintah daerah.
Maka duet kepemimpinan Suhatri – Rahmang, menjadi sinergitas kekuatan yang bisa dihandalkan sebagai penggerak pembangunan di Padangpariaman.
Bila di era Ali Mukhni – Suhatri Bur, dikenal dengan era infrastruktur; terbangunya jalan, jembatan, irigasi serta hadirnya sejumlah proyek berskala Sumbar dan nasional, maka duet Suhatri – Rahmang selain melanjutkan apa yang telah dirintis bupati sebelumnya, selain menata pemerintahan yang lebih terukur; memantapkan pembangunan Padangpariaman dengan visi-misi Suhatri Bur – Rahmang; unggul berkelanjutan,religius dan berbudaya.
Diantaranya adalah pembangunan sektor kesehatan masyarakat di era pendemi ini. Sebagaimana disampaikan Suhatri dalam pidato perdana di DPRD Padangpariaman, Senin (8/3) kemarin, bahwa meski di tengah keterbatasan anggaran namun harus dipastikan kesadaran hidup sehat ditengah masyatakat.
Hidup sehat bersama pendemi menjadi spirit pembangunan Padangpariaman; hadirnya sekolah-sekolah sehat, nagari sehat, korong sehat serta Masjid dan Surau yang memiliki lingkungan yang nyaman dan sehat.
Dengan kesadaran hidup sehat, maka kehidupan masyarakat yang sehat itu, menjadi habit Padangpariaman.
Kita yakin, dengan komitmen Suhatri – Rahmang, akan membawa Padangpariaman kepada keadaan yang lebih baik. Pengalaman demi pengalaman kedua figur baik dalam pemerintahan maupun diluar pemerintahan akan lebih memantapkan pembangunan satu periode kepemimpinan. Saatnya duet kepemimpinan Suhatri Bur – Rahmang sebagai energi baru Padangpariaman membuktikan diri.
Butuh Sinergi
Atas energi baru ini, barisan kerja jajaran Pemkab Padangpariaman harus bersiap mengikuti pola kerja duo terbaik Padangpariaman ini.
Perlu sinergi agar energi tidak terbuang percuma, sebab waktu tak bisa ditawar. Sinergi untuk membangun Padangpariaman dengan energi yang penuh dan meyakinkan. Sinergi seluruh elemen akan menentukan energi terbaik dapat produktif membawa Padangpariaman menjadi kabupaten terbaik. Amin. *)
Penulis adalah Wartawan Senior






















