• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Jumat, Mei 22, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Mutiara Subuh #18: Luruhkan Sombong, Rendahkan Hati di Ramadhan

18 Maret 2025
in Tausiyah
Reading Time: 2min read
Views: 482
Ilustrasi. (Foto : Najmi)

Oleh: Muhammad Najmi

ALLAH SWT berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 37: “Dan janganlah kamu berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.”

Ayat ini mengandung pesan mendalam tentang sikap rendah hati dan menjauhi kesombongan. Allah mengingatkan kita bahwa manusia, sehebat apapun pencapaiannya, tetaplah makhluk yang terbatas. Kita tidak mampu menembus bumi yang kita pijak atau menjulang setinggi gunung yang kokoh. Lalu, apa yang sebenarnya layak kita sombongkan?

Lihat Juga

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?

30 Maret 2025
67
Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

29 Maret 2025
52
Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan

Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan

28 Maret 2025
34

Ketika Ramadhan datang mengetuk pintu hati, ia membawa pesan yang selaras dengan ayat ini: merundukkan ego dan melembutkan hati. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan spiritual untuk menekan kesombongan yang seringkali tak terasa menyelinap dalam diri.

Ramadhan: Bulan Meluruhkan Kesombongan

Sadar atau tidak, kita sering kali terjebak dalam sikap merasa lebih baik dari orang lain. Entah karena jabatan, kekayaan, ilmu, atau bahkan ibadah. Namun, Ramadhan mengajarkan kita untuk mematahkan rasa “lebih” itu. Saat perut kosong di siang hari, kita diingatkan bahwa tanpa karunia-Nya, kita tak berdaya.

Apa yang kita banggakan ketika segelas air saja terasa begitu berharga saat berbuka? Di hadapan Allah, kita semua hanyalah hamba yang lemah. Lapar dan haus menyadarkan kita bahwa di balik segala atribut duniawi, manusia hanyalah makhluk yang rapuh.

Belajar Tunduk dan Menghamba

Dalam hiruk-pikuk kehidupan, kadang kita lupa bahwa segala pencapaian yang kita miliki bukan murni hasil kerja keras sendiri. Kesehatan, kesempatan, dan rezeki semuanya adalah titipan Allah. Ramadhan mengajarkan kita untuk menundukkan hati dan mengakui bahwa kita ini hanyalah tamu di dunia.

Puasa mengikis kesombongan dengan cara yang halus namun mendalam. Kita yang biasanya bebas menikmati segala hal, kini diingatkan untuk menahan diri. Ini adalah bentuk latihan merendahkan hati di hadapan-Nya, menyadari betapa kecilnya kita di tengah luasnya ciptaan Allah.

Merendah untuk Meninggi di Sisi Allah

Ironisnya, di dunia ini sering kali yang paling membanggakan dirinya justru yang paling kosong. Sementara mereka yang benar-benar berilmu, berharta, dan beramal justru memilih merendah. Rasulullah SAW, manusia paling mulia, adalah contoh terbaik dalam hal ini. Di tengah kemuliaannya, beliau tetap hidup sederhana, tidur di atas tikar kasar, dan tak pernah merasa lebih tinggi dari umatnya.

Ramadhan memberikan kita kesempatan untuk kembali belajar menjadi hamba. Kita melatih diri untuk tidak berjalan di muka bumi dengan kesombongan, tetapi dengan rasa syukur dan rendah hati. Karena sejatinya, bukan kekayaan atau kedudukan yang memuliakan kita di hadapan Allah, melainkan ketakwaan.

Menutup Ramadhan dengan Hati yang Lembut

Ketika kita melangkah menuju penghujung Ramadhan, ada baiknya kita bertanya pada diri sendiri: Apakah hati ini sudah lebih lembut? Apakah ego sudah mulai luruh? Ataukah puasa ini hanya menjadi rutinitas fisik tanpa menyentuh jiwa?

Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa meninggalkan bekas di hati kita. Mari jadikan bulan ini sebagai titik awal untuk berjalan di muka bumi dengan lebih rendah hati. Karena pada akhirnya, seperti firman Allah, kita tak akan mampu menembus bumi atau menjulang setinggi gunung—tapi dengan kerendahan hati, kita bisa menggapai kemuliaan di sisi-Nya.

Semoga Ramadhan ini menjadi momen untuk membakar kesombongan, menyuburkan keikhlasan, dan menguatkan langkah kita menuju ridha Allah SWT. Aamiin.

Muhammad Najmi
“Semesta mengalirkan kebaikan, keberkahan, keajaiban, dan kemakmuran bagi hati yang suci, ikhlas, dan yakin.” *)

 

Muhammad Najmi. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Harapan Wagub Vasco Terhadap Diskominfotik

Next Post

Bupati Annisa Temui Alex Indra Lukman, Bahas Kerusakan Sawah dan Peningkatan Produksi Pertanian

BeritaTerkait

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?
Tausiyah

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?

30 Maret 2025
67
Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa
Tausiyah

Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

29 Maret 2025
52
Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan
Tausiyah

Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan

28 Maret 2025
34
Mutiara Subuh #27: “Cinta yang Tak Bertepi: Menjaga Istiqamah di Jalan Peradaban”
Tausiyah

Mutiara Subuh #27: “Cinta yang Tak Bertepi: Menjaga Istiqamah di Jalan Peradaban”

27 Maret 2025
70
Mutiara Subuh #25: “Mengasah Empati, Merajut Solidaritas”
Tausiyah

Mutiara Subuh #25: “Mengasah Empati, Merajut Solidaritas”

25 Maret 2025
71
Mutiara Subuh #24: “Di Antara Lelah, Ada Allah yang Menjawab”
Tausiyah

Mutiara Subuh #24: “Di Antara Lelah, Ada Allah yang Menjawab”

24 Maret 2025
55
Next Post
Bupati Annisa Temui Alex Indra Lukman, Bahas Kerusakan Sawah dan Peningkatan Produksi Pertanian

Bupati Annisa Temui Alex Indra Lukman, Bahas Kerusakan Sawah dan Peningkatan Produksi Pertanian

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (38,510)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,384)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,632)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,769)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (33,418)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,712)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (32,341)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,082)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,123)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (29,093)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
171
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
349
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
496
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
236
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
118
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
133
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
192
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In