• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Jumat, Mei 22, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Mutiara Subuh #13: “Ketika Lapar Menjadi Cinta: Puasa dan Perjuangan Sosial dalam Cahaya Nabi”

13 Maret 2025
in Tausiyah
Reading Time: 2min read
Views: 328
Ilustrasi. (Foto: Najmi)

Oleh: Muhammad Najmi

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. At-Tirmidzi, no. 807, shahih menurut Al-Albani)

Di balik senyapnya fajar, ada cinta yang menyala dalam diam. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan perjalanan hati menuju kasih sayang yang luas. Dalam setiap detik rasa lapar, ada ruang refleksi yang mengajarkan kepekaan terhadap sesama. Rasulullah ﷺ, dengan segala kesederhanaannya, telah menunjukkan bahwa puasa bukan sekadar ritual pribadi, tetapi jembatan menuju perjuangan sosial yang nyata.

Lihat Juga

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?

30 Maret 2025
67
Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

29 Maret 2025
52
Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan

Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan

28 Maret 2025
34

Ketika Madinah menjadi rumah baru bagi kaum Muhajirin, rasa lapar dan kelelahan menjadi teman akrab mereka. Di tengah ujian itu, Nabi ﷺ tidak membiarkan kesulitan berdiri sendiri. Beliau mengajarkan bahwa iman yang sejati adalah iman yang terwujud dalam kepedulian sosial. Saat perut terasa kosong, di sanalah hati belajar berbagi. Saat dahaga menyapa, di sanalah jiwa belajar merasakan penderitaan orang lain.

Puasa menjadi lahan subur untuk menumbuhkan rasa cinta pada sesama. Rasulullah ﷺ sering kali berbuka bersama sahabat-sahabatnya, membagi apa yang ada meski sederhana. Pernah suatu hari, seorang sahabat datang dalam keadaan sangat lapar. Nabi ﷺ tidak membiarkannya pulang dengan perut kosong. Beliau meminta para istri untuk mencarikan makanan, tetapi rumah-rumah Nabi yang mulia pun kosong dari hidangan. Akhirnya, seorang sahabat Anshar dengan tulus menyambut tamu tersebut di rumahnya, mematikan lampu agar tamu tidak merasa malu, lalu membiarkan tamu makan sementara mereka menahan lapar hingga pagi. Kisah ini bukan sekadar tentang memberi makan, tetapi tentang cinta yang tumbuh dalam pengorbanan dan kepedulian.

Puasa mengajarkan kita bahwa perjuangan sosial dimulai dari hati yang mampu merasakan penderitaan orang lain. Saat kita merasakan lapar, sejatinya Allah sedang membuka pintu empati agar kita lebih peka terhadap mereka yang setiap hari hidup dalam kekurangan. Dalam setiap tegukan air kala berbuka, tersimpan ajaran bahwa nikmat sekecil apa pun adalah anugerah yang patut dibagi.

Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajarkan berbagi makanan, tetapi juga mengajarkan keberanian membela yang lemah. Di bulan Ramadhan, Perang Badar menjadi saksi bahwa lapar tidak melemahkan, justru menguatkan semangat membela kebenaran. Dengan perut yang kosong, para sahabat maju di medan juang, membuktikan bahwa iman tidak hanya hidup di dalam masjid, tetapi juga di tengah kehidupan sosial yang nyata.

Puasa mengingatkan kita bahwa cinta kepada Allah harus terwujud dalam cinta kepada sesama. Jika hari ini kita diberi kecukupan, maka ada hak orang lain dalam rezeki kita. Jika kita mampu menikmati hidangan berbuka, maka ada tanggung jawab untuk memastikan tidak ada yang berbuka dengan kelaparan.

Dalam lapar, ada cinta. Dalam dahaga, ada perjuangan. Dalam setiap hela nafas di bulan Ramadhan, ada panggilan untuk menjadi lebih peka, lebih peduli, dan lebih mencintai sesama. Rasulullah ﷺ telah memberi teladan, bahwa puasa yang paling indah adalah puasa yang menjadikan kita lentera bagi mereka yang berada dalam gelapnya kesulitan.

Maka, ketika fajar menyingsing dan adzan Maghrib berkumandang, semoga bukan hanya perut yang terisi, tetapi juga hati yang penuh cinta—cinta yang tumbuh dari rasa lapar, dan mengalir menjadi perjuangan sosial bagi kemanusiaan.

Muhammad Najmi
“Semesta mengalirkan kebaikan, keberkahan, keajaiban, dan kemakmuran bagi hati yang suci, ikhlas, dan yakin.” *)

 

Muhammad Najmi. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Mutiara Subuh #12: Menjalin Kasih dalam Cahaya Ramadhan

Next Post

Anggota DPRD Padang Yosrizal Effendi Janji Alokasikan Pokir untuk Kongsi Kematian Kostipuk Ulak Karang di 2026

BeritaTerkait

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?
Tausiyah

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?

30 Maret 2025
67
Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa
Tausiyah

Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

29 Maret 2025
52
Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan
Tausiyah

Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan

28 Maret 2025
34
Mutiara Subuh #27: “Cinta yang Tak Bertepi: Menjaga Istiqamah di Jalan Peradaban”
Tausiyah

Mutiara Subuh #27: “Cinta yang Tak Bertepi: Menjaga Istiqamah di Jalan Peradaban”

27 Maret 2025
70
Mutiara Subuh #25: “Mengasah Empati, Merajut Solidaritas”
Tausiyah

Mutiara Subuh #25: “Mengasah Empati, Merajut Solidaritas”

25 Maret 2025
71
Mutiara Subuh #24: “Di Antara Lelah, Ada Allah yang Menjawab”
Tausiyah

Mutiara Subuh #24: “Di Antara Lelah, Ada Allah yang Menjawab”

24 Maret 2025
55
Next Post
Anggota DPRD Padang Yosrizal Effendi Janji Alokasikan Pokir untuk Kongsi Kematian Kostipuk Ulak Karang di 2026

Anggota DPRD Padang Yosrizal Effendi Janji Alokasikan Pokir untuk Kongsi Kematian Kostipuk Ulak Karang di 2026

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (38,510)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,384)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,632)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,769)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (33,418)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,712)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (32,341)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,082)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,123)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (29,094)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
171
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
349
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
496
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
236
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
118
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
133
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
192
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In