• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Jumat, Oktober 16, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Dari Kawat Menjelma Seni, Ironi Keterasingan di Tengah Kemajuan Zaman

15 Oktober 2026
in Seni
Reading Time: 2min read
Views: 147
The Sound of Silent, karya Don Wright. (Foto : Irawan Winata)

Oleh: Irawan Winata
(Penulis dan Praktisi Seni)

SELALU ada kejutan yang menghentak nurani ketika materi sisa disentuh oleh kedalaman rasa. Di sudut Galeri Taman Budaya Sumatra Barat (Padang, 8–14 Oktober 2026), dalam keriuhan ajang The Arby Samah International Sculpture Residency and Exhibition, patung karya Don Wright bertajuk “The Sound of Silent” (2019) berdiri anggun mencuri perhatian. Dari kejauhan, ia memancar sebagai figurasi yang estetis, elegan, dan penuh wibawa, menampilkan dua sosok yang duduk berdampingan. Namun, kejutan sebenarnya baru terasa ketika langkah didekatkan, keindahan visual yang begitu rapi dan bertekstur rumit itu ternyata lahir dari lilitan kawat sisa dan limbah yang diolah secara jenius, hingga jejak kusam material aslinya melebur tak berbekas.

Sihir transformasi ini menghapus asal-usulnya yang murahan melalui kerapian teknik yang luar biasa. Kawat-kawat bekas yang kaku, acak, dan mulanya terbuang begitu saja, dirajut dan dililit dengan ketelitian tinggi hingga menyerupai jalinan serat otot, kerapatan rambut ikal, hingga dinamisnya lipatan pakaian. Tanpa pengamatan mendalam, siapapun tak akan menyadari bahwa tubuh indah itu bersumber dari rongsokan industri. Di titik ini, Don Wright seolah berbisik bahwa batas antara barang tak terpakai dan karya seni bernilai tinggi betapa tipisnya, hanya berjarak sejauh sentuhan kreativitas dan kejernihan visi estetik.

Lihat Juga

“Mengheningkan Cipta Bersama Rubah Kayu dari Slovakia”

“Mengheningkan Cipta Bersama Rubah Kayu dari Slovakia”

15 Oktober 2026
17
Awan yang Terperangkap, Ratapan Alam dalam Bingkai Besi Hitam

Awan yang Terperangkap, Ratapan Alam dalam Bingkai Besi Hitam

15 Oktober 2026
28
Antara Pameran Modern dan Karya Purba yang Aesthetic

Antara Pameran Modern dan Karya Purba yang Aesthetic

15 Oktober 2026
14

Namun, daya pikat “The Sound of Silent” tak berhenti pada kepiawaian mendaur ulang material. Jiwa dari karya ini justru bergetar pada pesan kemanusiaan yang menancap tajam. Kedua figur tersebut digambarkan duduk bersisian namun saling memunggungi, dengan kepala tertunduk dalam. Di jemari kaku mereka, tergenggam sebuah benda kecil yang menjadi simbol puncak kemajuan zaman yakni handphone. Kehangatan dan komunikasi langsung yang seharusnya terajut alami saat tubuh berdekatan, justru mendadak musnah. Benda canggih itu menjelma tembok rapat tak kasat mata membuat mereka hadir di ruang fisik yang sama, tetapi jiwa masing-masing telah terlempar jauh ke belantara digital.

Ironi yang lahir begitu getir sekaligus menyentil. Patung kawat sisa ini pada akhirnya menjadi cermin retak bagi manusia modern itu sendiri. Kesibukan tanpa jeda menatap layar gawai perlahan-lahan mengikis esensi kebersamaan dan kehadiran jiwa di dunia nyata. Ketika waktu, perhatian, dan ketulusan tatap muka diabaikan demi interaksi semu di alam maya, tanpa sadar manusia sedang mereduksi harkat dirinya. Mereka terasing di tengah keramaian, pelan-pelan “menjadi sampah” yang terbuang dari relasi sosial yang bermakna, serta kehilangan fungsi hakikinya sebagai makhluk yang bernapas dan merasa.

Melalui keheningan “The Sound of Silent”, terselip peringatan sekaligus ruang perenungan bagi peradaban kita hari ini. Kemajuan teknologi sejatinya hadir untuk mendekatkan yang jauh, bukan malah merenggangkan apalagi merusak ikatan silaturahmi yang berada tepat di depan mata. Pameran internasional ini menjadi panggilan nurani agar kita kembali memegang kendali atas teknologi, meletakkan gawai sejenak, menyapa dengan tulus, dan menatap mata orang-orang di sekitar sebelum diri ini benar-benar membatu menjadi figur kaku yang kehilangan roh di tengah riuhnya dunia.

Sebab pada akhirnya, di sinilah letak tuah tertinggi dari sebuah karya. Seniman sejati bukan mereka yang sekadar merangkai keindahan bentuk untuk memanjakan mata, melainkan yang mampu menghadirkan isu kritis dan kebenaran yang jujur, hingga siapa saja yang menatapnya tersentak sadar akan realitas hidupnya sendiri. *)

 

Irawan Winata, Penulis dan Praktisi Seni. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

“Metamorfosis Cita, Cinta dan Harmoni Ekologi dalam Karya Totok Basuki”

Next Post

Antara Pameran Modern dan Karya Purba yang Aesthetic

BeritaTerkait

“Mengheningkan Cipta Bersama Rubah Kayu dari Slovakia”
Seni

“Mengheningkan Cipta Bersama Rubah Kayu dari Slovakia”

15 Oktober 2026
17
Awan yang Terperangkap, Ratapan Alam dalam Bingkai Besi Hitam
Seni

Awan yang Terperangkap, Ratapan Alam dalam Bingkai Besi Hitam

15 Oktober 2026
28
Antara Pameran Modern dan Karya Purba yang Aesthetic
Seni

Antara Pameran Modern dan Karya Purba yang Aesthetic

15 Oktober 2026
14
“Metamorfosis Cita, Cinta dan Harmoni Ekologi dalam Karya Totok Basuki”
Seni

“Metamorfosis Cita, Cinta dan Harmoni Ekologi dalam Karya Totok Basuki”

15 Oktober 2026
14
Next Post
Antara Pameran Modern dan Karya Purba yang Aesthetic

Antara Pameran Modern dan Karya Purba yang Aesthetic

Please login to join discussion

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (41,122)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (37,029)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,344)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (36,036)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (35,492)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,487)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,955)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,439)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,710)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,785)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
210
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
443
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
528
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
265
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
147
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
186
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
158
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
226
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
163

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In