
Kemanusiaan yang Retak
Oleh: Era Nurza
Kita hidup di zaman
di mana empati disingkat
agar muat di layar
dan nurani dikompresi
supaya tak mengganggu kecepatan
Tangis menjadi angka
luka menjadi statistik
dan kematian hanya berita singkat
yang lewat
tanpa sempat kita berdiri
Kita saling menatap
namun memilih tidak melihat
Tangan-tangan sibuk menunjuk
tak ada yang benar-benar
ingin memeluk reruntuhan
Kemanusiaan kita retak
bukan karena bencana
melainkan karena terlalu sering
berpaling
saat penderitaan mengetuk
Kita pandai bicara tentang kasih
namun gagap saat harus berbagi
Mulut memuja moral
tetapi kaki melangkah
meninggalkan yang terjatuh
Jika suatu hari dunia terasa dingin
jangan salahkan cuaca
Itu suhu hati kita
yang lupa cara menghangatkan
dan di antara puing-puing zaman ini
kemanusiaan masih bernafas
terluka
menunggu satu keberanian kecil
untuk kembali merasa
Serpong, Akhir Desember 2025
Sekilas Penulis
Era Nurza merupakan nama pena dari Edrawati, MPd; sosok guru inspiratif yang percaya bahwa mendidik bukan sekadar mengajar, tetapi membentuk karakter dan menyalakan semangat belajar.
Ia membimbing murid-muridnya untuk berani menulis dan mengekspresikan gagasan melalui karya.
Aktif di komunitas literasi seperti PERRUAS, WPM, WPI, PLS, Satu Pena, SAN, Media Guru, PPP, KISI, Era Nurza terus menebarkan cahaya literasi dan motivasi agar generasi muda mencintai ilmu dan menulis dengan hati.























