
Berjuang di Negeri yang Digenangi Air
Oleh: Era Nurza
Hujan turun tanpa kompromi
Bagai kabar duka yang datang berulang
warga bangkit pagi dengan kaki terendam
namun hati tetap menyalakan cahaya kecil
yang tak mudah padam
Mereka berjalan melawan arus
mengangkat barang-barang yang masih bisa diselamatkan
menyusun harapan di atas meja yang terapung
mengikat mimpi pada tiang-tiang rumah
yang bergetar namun tidak roboh
Di pinggir jalan
para ayah membendung air
dengan karung berpasir dan doa yang digulung rapat
Para ibu menampung hujan yang mayatkan debu
agar anak-anak tetap punya seteguk keberanian
dan anak-anak
meski kakinya dingin
tetap menunggu pagi
yang membawa kabar bahwa sekolah bisa kembali dihadiri
Ada yang kehilangan
ada yang pasrah
namun lebih banyak yang melawan
menata ulang hidup
setelah tiap gelombang kecil
mengacaukan ruang tempat mereka berteduh
Malam hari ketika pelita tidak cukup terang
warga berkumpul
membagi kabar
membagi resah
membagi semangat
Karena di tengah banjir
yang paling bertahan bukanlah rumah
melainkan manusia-manusia yang memilih
untuk tetap saling menggenggam
dan di balik hujan yang belum usai
ada suara tekad yang tidak bisa ditenggelamkan air
kita akan kembali berdiri
meski tanah masih licin
meski langit masih berat
sebab perjuangan warga
adalah sungai yang tak pernah berhenti
mengalirkan keberanian
Padang, 25 November 2025
Sekilas Penulis
Edrawati, MPd, yang dikenal dengan nama pena Era Nurza, adalah sosok guru inspiratif yang percaya bahwa mendidik bukan sekadar mengajar, tetapi membentuk karakter dan menyalakan semangat belajar.
Ia membimbing murid-muridnya untuk berani menulis dan mengekspresikan gagasan melalui karya. Hingga kini, ia telah melahirkan beberapa buku tunggal dan lebih dari 50 antologi, karyanya fiksi maupun nonfiksi.
Aktif di komunitas literasi seperti PERRUAS, WPM, WPI, PLS, Satu Pena, SAN, Media Guru, PPP, KISI, Era Nurza terus menebarkan cahaya literasi dan motivasi agar generasi muda mencintai ilmu dan menulis dengan hati.























