• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, Januari 21, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

“Tikam Samurai”: Si Bungsu, Hero yang Mendunia dari Pinggang Gunung Sago

18 Mei 2025
in Sastra
Reading Time: 3min read
Views: 1,039
“Tikam Samurai” karya Makmur Hendrik. (Foto : Dok)

PADANG, forumsumbar — Tidak hanya Amerika, Indonesia juga memiliki Hero yang melanglang buana menegakkan keadilan ke beberapa belahan dunia.

Ya. Itulah Si Bungsu, tokoh sentral dari cerita silat karya Makmur Hendrik yang berjudul “Tikam Samurai”.

Si Bungsu awalnya adalah pemuda kampung yang tak paham beladiri sedikit pun. Dalam hal berkelahi, penakutnya luar biasa. Hanya ada tiga hal yang dia kuasai dengan sangat mahir. 1.Judi. 2. Judi dan 3. Judi!

Lihat Juga

Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”

Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”

20 Januari 2026
36
Puisi Era Nurza: “Doa di Januari”

Puisi Era Nurza: “Doa di Januari”

4 Januari 2026
36
Puisi Era Nurza: “Kemanusiaan yang Retak”

Puisi Era Nurza: “Kemanusiaan yang Retak”

31 Desember 2025
58

Namun tatkala ayahnya dibunuh tentara Jepang di depan matanya, ibu serta kakaknya diperkosa dan juga dibunuh, dendam memaksanya belajar secara otodidak mempergunakan samurai yang ditinggal tentara Jepang yang tertancap di dada ayahnya.

Kendati tubuhnya juga luka parah dibabat samurai oleh tentara Jepang yang membunuh ayahnya.

Hampir setahun berlatih di pinggang Gunung Sago, Kabupaten Limapuluh Kota, dia menjadi seorang pengguna samurai yang tangguhnya amat luar biasa, dengan jurus-jurus yang tak terdapat dalam pakem pengguna samurai manapun.

Bersenjatakan samurai yang ditinggal tertancap di dada ayahnya itu, dia membunuh beberapa tentara Jepang yang masih berkuasa di Indonesia.

Juga membunuh orang Minang yang jadi begundal dan Cina yang menjadi mata-mata Jepang.

Dia juga membunuh seorang datuk kepala adat yang memperkosa Mei-Mei, gadis Cina yang dia selamatkan dari dunia pelacuran di Payakumbuh.

Mei-Mei akhirnya meninggal, setelah diperkosa tentara Jepang di daerah Tarok. Gadis itu meninggal ketika Si Bungsu pergi mencari kadi untuk menikahkan mereka.

Dia mencari tentara Jepang itu, dan samurainya menyudahi dendamnya!

Makmur Hendrik, Penulis Novel “Tikam Samurai”. (Foto : Dok)

Di awal kemerdekaan dia pergi ke Jepang, ke negeri “leluhur samurai”, mencari Kapten Saburo Matsuyama, komandan tentara Jepang yang membunuh ayah, ibu dan kakaknya di desanya, Situjuh Ladang Laweh, di kaki Gunung Sago, Kabupaten Limapuluh Kota untuk membalas dendam.

Di kereta api, dalam perjalanan menuju kota dimana mantan tentara Jepang yang membunuh ayahnya berada, dia membela seorang gadis yang akan dinista oleh sekelompok begundal Jepang.

Dalam perjalanan panjang itu, persahabatan terjalin di antara mereka, bahkan saling jatuh hati. Siapa sangka, gadis itu ternyata adalah anak semata wayang tentara Jepang yang membantai keluarganya!

Ketangguhannya bersamurai diakui oleh Zato Ichi. Legenda samurai yang amat dipuja orang Jepang itu, yang sudah lenyap selama puluhan tahun, secara aneh tiba-tiba bertemu dengan Si Bungsu dalam kasus yang menegangkan.

Dia harus mempertahankan diri dari berbagai kelompok gangster Jepang, di antaranya dari kelompok Kumagaigumi, kemudian Yakuza, yang amat ditakuti di era pendudukan tentara Amerika selepas Perang Dunia II di Negeri Sakura itu.

Tak seorangpun pernah menyangka, dia menundukkan kelompok bandit yang ditakuti di seantero Jepang tersebut.

Jika awalnya dia mencari Saburo, perwira Jepang yang membantai keluarganya, setelah bertemu dia lalu mengurungkan niatnya membunuh Saburo, Saburolah justru yang melakukan seppuku, hara-kiri, karena merasa berdosa, kini ganti dia yang diburu Michiko, anak Saburo yang ditolongnya dari cengkeraman begundal Jepang, gadis yang dia cintai dan mencitai dirinya.

Michiko berdendam karena ayahnya hara-kiri karena kesalahan Si Bungsu. Michiko mencarinya sampai ke Indonesia. Namun dia terluka ketika terjebak dalam penyergapan yang dilakukan tentara PRRI di Lembah Anai.

Buku “Tikam Samurai”. (Foto : Dok)

Dalam kondisi kritis, dia diselamatkan oleh pilot helikopter berkebangsaan Amerika, yang menyelusup ke kaki Gunung Singgalang, mendrop senjata untuk PRRI.

Dia membawa Michiko ke basecamp-nya di sebuah tempat di Singapura, kemudian ke Amerika, untuk menyelamatkan gadis itu dari keadaan kritis.

Si Bungsu menyusul ke Amerika, namun gadis itu ternyata sudah menikah dengan pilot yang menyelamatkan nyawanya.

Si Bungsu menerima tawaran seorang miliuner Amerika, untuk mencari anak gadisnya yang bertugas sebagai perawat dan hilang dalam perang di Vietnam.

Di sana, neraka perang Vietnam menantinya. Kendati berhasil menyelamatkan lima tentara Amerika, termasuk si perawat. Namun Si Bungsu harus membayar mahal, tertawan oleh tentara Vietnam yang terkenal bengis.

Dari semula hanya ingin membalas dendam, hidup sebatang kara dan menyaksikan banyak sekali ketidakadilan, keadaanlah yang memaksa anak Minang dari desa terpencil di kaki Gunung Sago itu muncul sebagai super hero di berbagai belahan bumi.

Menjadi pembela pihak yang lemah dan tertindas. Meski untuk itu dia terpaksa membunuh banyak orang, tak peduli apa bangsanya.

Ya tentara Australia, ya tentara Vietnam, ya Jepang, ya tentara Amerika, bahkan orang kampungnya sekalipun.

(Tan)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Bupati Agam Benni Warlis Silaturahmi dengan Keluarga Bung Hatta

Next Post

Bupati Tanah Datar Ingatkan Perantau Jaga Kebersamaan dan Kekompakan

BeritaTerkait

Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”

20 Januari 2026
36
Puisi Era Nurza: “Doa di Januari”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Doa di Januari”

4 Januari 2026
36
Puisi Era Nurza: “Kemanusiaan yang Retak”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Kemanusiaan yang Retak”

31 Desember 2025
58
Puisi Era Nurza: “Duka Belum Selesai”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Duka Belum Selesai”

11 Desember 2025
55
Puisi Esai Era Nurza: “Pada Lumpur Itu, Kami Menanam Kekuatan Baru”
Sastra

Puisi Esai Era Nurza: “Pada Lumpur Itu, Kami Menanam Kekuatan Baru”

7 Desember 2025
52
Puisi Era Nurza: “Berjuang di Negeri yang Digenangi Air
Sastra

Puisi Era Nurza: “Berjuang di Negeri yang Digenangi Air

29 November 2025
57
Next Post
Bupati Tanah Datar Ingatkan Perantau Jaga Kebersamaan dan Kekompakan

Bupati Tanah Datar Ingatkan Perantau Jaga Kebersamaan dan Kekompakan

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (35,933)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,025)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,194)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,171)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (28,940)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,616)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (23,492)
  • Sijunjung Jebol, Seluruh Sumbar Zona Merah Covid-19 (22,347)
  • Blaster, Klub Motor Legendaris Kota Padang (22,335)
  • Boy Rafli Amar Dt Rangkayo Basa Termasuk 5 Komjen Calon Kapolri yang Diajukan Kompolnas ke Presiden (22,083)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
133
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
301
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
464
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
210
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
105
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
134
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
117
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
177
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
116

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In