• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Kumpulan Puisi Leni Marlina (Padang): “Menghitung Langkah Rindu”

16 Desember 2024
in Sastra
Reading Time: 4min read
Views: 638
Ilustrasi Kumpulan Puisi Leni Marlina (Padang) “Menghitung Langkah Rindu”. (Foto: Starcom Indonesia’s Artwork No. 708 Assisted by AI)

Kumpulan Puisi Leni Marlina (Padang): “Menghitung Langkah Rindu”

/1/

Menghitung Langkah Rindu

Lihat Juga

Novel Horor Penulis Muda Faaiz “Jejak Dari Yang Tak Terlihat” Mulai Jadi Perbincangan

Novel Horor Penulis Muda Faaiz “Jejak Dari Yang Tak Terlihat” Mulai Jadi Perbincangan

24 Mei 2026
26
Selamat Jalan Maestro Tari

Selamat Jalan Maestro Tari

12 Februari 2026
70
Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”

Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”

27 Januari 2026
67

Oleh: Leni Marlina

ketika kau merindukan negeri asalmu,
kau hitung langkah rindu di jalan yang mengguratkan arang,
tapi jejakmu bukanlah bayangan.
ia adalah serbuk rindu
yang menempel di setiap sudut malam.

langit kota meminjam warna dari beton,
tidak seperti langit kampungmu,
yang meneteskan biru ke punggung sawah.
di sini, lampu-lampu bergetar
seperti doa yang lupa ayatnya.

kau berjalan,
membawa rindu yang tidak berbentuk,
seperti daun yang melayang tanpa musim.

Canberra, Australia, 2012

/2/

Senandung dari Tanah Jauh

Oleh: Leni Marlina

kau rindu senandung pagi di kampungmu,
di sini kau mendengar suara angin,
bukan angin yang bersiul,
tapi angin yang menyeret langkahmu
ke tanah di mana padi merunduk dalam diam.

apa kabar langit jingga di balik gunung?
masihkah burung-burung menyulam garisnya?
di sini, langit terlalu berkilauan,
seperti cermin retak
yang memantulkan kota yang asing.

kau ingin pulang,
tapi langkahmu tersesat
di jalan yang tidak lagi berbau tanah.

Canberra, Australia, 2012

/3/

Dialog dengan Rumah Lama

Oleh: Leni Marlina

rumah itu,
terlukis dalam debu dan daun-daun kering,
membuka pintunya dalam mimpimu.
“kau masih di sini,” katanya,
meski hanya sebagai bayangan
yang menempel di dinding yang retak.

dinding-dindingnya berbicara:
mereka mengingat tawa kecilmu
yang mengisi celah-celah waktu.
tapi sekarang,
kau berdiri di depan jendela yang dingin,
mencari sisa kehangatan
dalam kaca yang menolak memantulkanmu.

Canberra, Australia, 2012

/4/

Sepi di Dalam Koper

Oleh: Leni Marlina

pada sepotong senja yang merindu,
kau membuka koper itu,
dan rindu keluar seperti debu
yang telah lama terkunci.
baju-baju di dalamnya
masih membawa harum kampung,
tapi aromanya pudar,
tersedot oleh mesin kota.

di setiap lipatan kain,
terselip cerita yang kau lupa.
tanganmu gemetar,
bukan karena dingin,
tapi karena takut kehilangan
jejak pulang yang tersisa.

Canberra, Australia, 2012

/5/

Hujan yang Tak Pernah Pulang

Oleh: Leni Marlina

Ketika kau membayangkan kampung yang nun jauh di sana,
di sini, hujan jatuh seperti kerikil,
meninggalkan suara tajam di atas atap logam.
tidak seperti hujan di kampungmu,
yang turun lembut,
membisikkan doa ke daun-daun kelapa.

kau mencoba mengingat—
bunyi gemercik di sela-sela tanah merah,
bau lumpur yang menyatu dengan udara.
Tapi di sini,
hujan hanya mengingatkanmu
pada jarak yang semakin jauh.

Canberra, Australia, 2012

/6/

Surat untuk Ladang

Oleh: Leni Marlina

Ketika kau teringat ladangmu yang luas,
kau tulia di atas kertas yang lusuh,
huruf-hurufmu seperti akar yang tumbuh
di tanah yang gersang.
“masihkah kau hijau?” tanyamu pada ladang,
tempat langkah kecilmu berlari.

di luar, angin kota berhembus kering,
membawa debu yang menempel di kulit.
tapi suratmu tidak sampai ke ladang,
karena ladang hanya mengenal suara hujan
dan aroma pagi yang kau tinggalkan.

Canberra, Australia, 2012

/7/

Tawa yang Tertinggal di Pintu

Oleh: Leni Marlina

pintu itu tidak lagi terbuka untukmu.
engselnya berkarat,
seperti kenangan yang menunggu terlalu lama.

di balik pintu itu,
kau pernah mendengar tawa ibu,
tawa yang hangat seperti bara di tungku.
sekarang, tawa itu seperti bayangan
yang bergulung dalam kabut,
menjauh setiap kali kau mendekat.

Canberra, Australia, 2012

/8/

Malam di Kampung

Oleh: Leni Marlina

kau bermimpi tentang kampung halaman,
tapi dalam mimpimu,
jalan-jalan berubah menjadi aliran sungai,
dan rumah-rumah tenggelam di dalamnya.

apa ini kampungmu?
atau hanya kenangan yang salah membaca peta?
langitnya terlalu gelap,
tidak ada bulan yang menggantung di atas sawah.
kau mencari arah,
tapi setiap langkah membawamu lebih dalam
ke kampung yang hanya hidup di mimpimu.

Canberra, Australia, 2012

/9/

Di Antara Buku dan Doa

Oleh: Leni Marlina

Di sudut kamar,
kau dikelilingi buku-buku yang bisu.
Kau membaca kata demi kata,
tapi tidak ada yang membawamu pulang.

Doa yang kau bisikkan setiap malam,
mengalir seperti sungai kecil,
mengikis kerikil di hatimu.
Tapi sungai itu tidak pernah sampai
ke tanah di mana pohon-pohon pisang
masih menunggu namamu.

Canberra, Australia, 2012

/10/

Cahaya di Balik Tirai

Kau menarik tirai,
mencari cahaya yang seperti di kampungmu.
Di sini, lampu-lampu bersinar terlalu terang,
seperti mata yang tidak pernah berkedip.

Di kampungmu,
cahaya datang dari lentera kecil,
menyala pelan di meja makan.
Kau menutup tirai,
bukan karena takut pada terang,
tapi karena ingin mengingat gelap yang hangat
di bawah atap tua itu.

Canberra, Australia, 2012

Catatan

Kumpulan puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina hanya sebagai hobi dan koleksi puisi pribadi tahun 2012, saat penulis mengikuti International ACLAR International Conference on Children’s Literature di Canberra dan saat menjalani program master of Writing and Literature di Australia, dengan beasiswa pemerintah Indonesia.
Puisi tersebut direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2024.

Saat ini, Leni Marlina merupakan anggota aktif Asosiasi Penulis Indonesia, SATU PENA cabang Sumatera Barat. Ia juga merupakan anggota aktif Komunitas Penyair & Penulis Sastra Internasional ACC di Shanghai, serta dipercaya sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC Shanghai Huifeng International Literary Association.

Selain itu, Leni terlibat dalam Victoria’s Writer Association di Australia. Sejak tahun 2006, ia telah mengabdikan diri sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.

Leni juga mendirikan dan memimpin sejumlah komunitas digital yang berfokus pada sastra, pendidikan, dan sosial, di antaranya:, (1) Komunitas Sastra Anak Dunia (WCLC): https://rb.gy/5c1b02, (2) Komunitas Internasional POETRY-PEN; (3) Komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat): 1. https://shorturl.at/2eTSB; 2. https://shorturl.at/tHjRI; (4) Komunitas Starcom Indonesia (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia): https://rb.gy/5c1b02.

 

Leni Marlina, SS, MA, Dosen FBS UNP. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Anggota DPRD Padang Rusdi Apresiasi Program Inovatif Yayasan Berkah Amal Salih (yBAS)

Next Post

Jadi Keynote Speech di Seminar Nasional Jejak Peradaban, GKR Hemas: Perempuan Punya Kuasa dan Berdaulat Menentukan Langkahnya

BeritaTerkait

Novel Horor Penulis Muda Faaiz “Jejak Dari Yang Tak Terlihat” Mulai Jadi Perbincangan
Sastra

Novel Horor Penulis Muda Faaiz “Jejak Dari Yang Tak Terlihat” Mulai Jadi Perbincangan

24 Mei 2026
26
Selamat Jalan Maestro Tari
Sastra

Selamat Jalan Maestro Tari

12 Februari 2026
70
Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”

27 Januari 2026
67
Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”

21 Januari 2026
49
Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”

20 Januari 2026
82
Puisi Era Nurza: “Doa di Januari”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Doa di Januari”

4 Januari 2026
58
Next Post
Jadi Keynote Speech di Seminar Nasional Jejak Peradaban, GKR Hemas: Perempuan Punya Kuasa dan Berdaulat Menentukan Langkahnya

Jadi Keynote Speech di Seminar Nasional Jejak Peradaban, GKR Hemas: Perempuan Punya Kuasa dan Berdaulat Menentukan Langkahnya

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,549)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,468)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,738)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,445)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,875)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,365)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,814)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,607)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,122)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,216)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
174
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
359
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
502
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
240
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
120
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
159
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
136
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
197
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
130

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In