
Kumpulan Puisi Leni Marlina (Padang) : “Guru Kami”
/1/
Guru, Matahari yang Tak Terpadamkan
Oleh Leni Marlina
Guru, engkau bagaikan matahari yang tak pernah padam,
terbit tanpa jeda, membelah gelap di cakrawala pikiran kami.
Di balik sinarmu, ada lautan cahaya yang engkau berikan,
bukan sekadar pengetahuan,
tetapi percikan api yang menuntun kami ke jendela dunia.
Kami muridmu bagaikan tanah yang haus, menyerap tetesan sinarmu,
kami tumbuh dari benih ragu menjadi pohon keyakinan.
Tak kami sadari seberapa dalam kami berakar pada ajaranmu,
hingga kini kami berdiri, tegak, menyaksikan dunia
dengan mata yang lebih tajam dan hati yang lebih berani.
Padang, Sumbar, 2006
/2/
Guru, Suaramu, Lautan yang Tak Pernah Diam
Oleh: Leni Marlina
Suaramu bagaikan lautan, deras dan tak pernah diam,
menghantam pantai-pantai ketakutan kami, memecah sunyi dalam jiwa.
Meski pelajaran berakhir, suaramu tetap bergema,
seperti ombak yang tak kenal lelah merayap ke bibir pantai,
meninggalkan jejaknya di setiap sudut pikiran kami.
Engkau bukan sekadar guru, engkau adalah gelombang,
mengangkat kami dari palung ketidaktahuan,
mendorong kami menuju cakrawala yang lebih luas,
mengenalkan kami pada keberanian yang tak pernah kami sangka untuk dimiliki.
Kini, kami adalah bahtera yang tak gentar pada badai,
berlayar dengan suara yang engkau titipkan sebagai kompas.
Padang, Sumbar, 2006
/3/
Guru, Tanganmu, Angin yang Membimbing
Oleh: Leni Marlina
Engkau bagaikan angin yang tak kasat mata,
namun hembusanmu mengangkat kami dari dasar kegagalan.
Engkau ajarkan kami bahwa luka bukan akhir,
bahwa patah bukan berarti tak bisa tumbuh kembali.
Engkau hadir di saat kami jatuh, seperti angin yang memeluk daun gugur,
mengajak kami bangkit di tengah keraguan dan kesedihan.
Saat dunia menutup mata, engkaulah yang melihat kami,
dengan tatapan yang dalam, tanpa rasa menghakimi,
menyulut nyala kecil dalam diri kami yang hampir padam.
Guru, engkau adalah angin yang membawa kami terbang,
mengajarkan bahwa tinggi tak harus terlihat,
tetapi terasa dalam setiap langkah menuju impian.
Padang, Sumbar, 2006
/4/
Cahaya yang Menuntun di Hutan Tak Bernama
Oleh: Leni Marlina
Guru, engkau bagaikan cahaya di hutan tak bernama,
terang yang kami temukan di tengah gelap, tanpa harus bertanya arah.
Bukan hanya ilmu yang engkau tanam,
tapi juga keberanian untuk meraba jalan,
berjalan tanpa takut jatuh dalam jurang ketidaktahuan.
Kata-katamu adalah obor yang engkau berikan,
menerangi jalan setapak di hutan lebat pikiran kami.
Engkau ajarkan kami bahwa kesalahan adalah ranting yang bisa kita lewati,
dan keberhasilan adalah matahari yang tersembunyi di balik pepohonan.
Engkau adalah cahaya yang tak pernah padam,
menuntun kami hingga kami tak lagi tersesat di jalan kelam.
Padang, Sumbar, 2006
Catatan
Puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina hanya sebagai hobi dan koleksi puisi pribadi tahun 2006 Puisi tersebut direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2024.
Leni Marlina merupakan anggota aktif Asosiasi Penulis Indonesia, SATU PENA cabang Sumatera Barat. Ia juga merupakan anggota aktif Komunitas Penyair & Penulis Sastra Internasional ACC di Shanghai, serta dipercaya sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC Shanghai Huifeng International Literary Association.
Selain itu, Leni terlibat dalam Victoria’s Writer Association di Australia. Sejak tahun 2006, ia telah mengabdikan diri sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.
Leni juga merupakan pendiri dan pemimpin sejumlahkomunitas digital yang berfokus pada sastra, pendidikan, dan sosial, di antaranya:, (1) Komunitas Sastra Anak Dunia (WCLC): https://rb.gy/5c1b02, (2) Komunitas Internasional POETRY-PEN; (3) Komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat): https://tinyurl.com/zxpadkr; (4) Komunitas Starcom Indonesia (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia): https://rb.gy/5c1b02.
























