
Rindu yang Menjejak di Tanah Kampung
Oleh: Leni Marlina
/1/
Rindu yang Menjejak di Tanah Kampung
Oleh Leni Marlina
Kota ini adalah labirin yang menelan langkahku,
namun ingatanku kembali ke kampung,
tempat jejak-jejakku masih tersisa di tanah yang basah.
Di sini, aku menyusuri aspal dingin,
merasakan rinduku mengental,
seperti akar yang tak terlihat
mencoba mencengkeram tanah yang jauh.
Kampung adalah tanah hidup,
menghidupi setiap langkah yang kubayangkan,
memanggil dengan suara angin dan deburan sungai.
Meski jarak dan kota menghalang,
rindu ini terus menumbuhkan akar
di setiap inci langkah yang tertinggal.
Melbourne, Australia, 2011
/2/
Bayangan Rindu di Tengah Kota
Oleh: Leni Marlina
Di sini, rindu itu seperti bayangan,
bergelayut di antara gedung-gedung tinggi,
mengikutiku setiap langkah.
Aku berjalan, namun pikiranku melayang
ke suara angin dan nyanyian burung di kampungku,
suara yang selalu membawa pulang.
Di sana, suara ibu seperti hujan,
jatuh dengan lembut di telinga dan hati,
membuatku ingin kembali,
seperti akar yang mencari tanah basah.
Namun kota ini memeluk rinduku erat,
seakan tak ingin melepaskanku kembali
ke pelukan tanah kampung yang hangat.
Melbourne, Australia, 2012
/3/
Kampung di Bawah Langit yang Luas
Oleh: Leni Marlina
Kampungku adalah langit yang luas,
meliputi setiap bayang-bayang pohon,
setiap jalan kecil berdebu yang menyimpan cerita.
Di kota, langit tertutup kabut,
membuat rinduku terjebak dalam ruang sempit.
Di sana, langkahku tak pernah tersesat,
setiap sudut mengingatkan pada masa kecil,
tempat cerita dan canda tawa berkelindan di udara.
Namun di sini, rindu pada kampung menjadi awan,
mengapung tanpa bentuk,
mencari arah untuk pulang.
Canberra, Australia, 2012
/4/
Menanam Rindu di Tanah yang Jauh
Oleh: Leni Marlina
Aku menanam rindu di hati,
seperti menanam biji di tanah yang jauh,
menunggu tumbuh di musim yang tepat.
Di kampung, rindu adalah akar pohon,
yang menancap dalam, menghidupi kenangan
dari setiap tetes hujan yang jatuh.
Kota ini adalah tanah asing,
tak bisa menyerap rinduku yang dalam.
Namun di dalam diri,
aku merawat cinta pada kampung halaman,
membiarkannya tumbuh seperti pohon besar
yang akan menaungi langkahku suatu hari nanti.
Canberra, Australia, 2013
/5/
Pelukan yang Tersisa di Ingatan
Oleh: Leni Marlina
Di kampung, pelukan adalah sesuatu yang nyata,
tangan-tangan hangat yang menjemput dan memeluk erat.
Di sini, di tengah kota, pelukan hanya bayangan,
tersisa di ingatan yang mulai memudar.
Aku rindu pada tanah tempatku berpijak dulu,
tempat di mana cinta dan kehangatan tumbuh alami,
tempat rindu ini bisa berpulang tanpa ragu.
Di kota, rindu ini seperti embun di pagi,
terlalu halus,
dan hanya bertahan sejenak,
sebelum hilang di bawah sinar yang terang.
Melbourne, Australia, 2013
Catatan
Puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina hanya sebagai hobi dan koleksi puisi pribadi tahun 2011-2013 selama penulis menjalankan tugas belajar pascasarjana di Melbourne; dan saat menjadi salah seorang speaker di acara International Conference on ACLAR (Australian Children’s Literature Association for Research) di Canberra, Australia.
Puisi ini direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2024.
Leni Marlina merupakan anggota aktif Asosiasi Penulis Indonesia, SATU PENA cabang Sumatera Barat. Ia juga merupakan anggota aktif Komunitas Penyair & Penulis Sastra Internasional ACC di Shanghai, serta dipercaya sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC Shanghai Huifeng International Literary Association. Selain itu, Leni terlibat dalam Victoria’s Writer Association di Australia.
Sejak tahun 2006, ia telah mengabdikan diri sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.
Leni juga merupakan pendiri dan pemimpin sejumlah komunitas digital yang berfokus pada sastra, pendidikan, dan sosial, di antaranya:
(1) Komunitas Sastra Anak Dunia (WCLC): https://rb.gy/5c1b02
(2) Komunitas Internasional POETRY-PEN
(3) Komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat): https://tinyurl.com/zxpadkr
(4) Komunitas Starcom Indonesia (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia): https://rb.gy/5c1b02
























