
Pahlawan Tak Bernama
Oleh: Faaiz Naufal Syahputra
Di senyap malam yang dingin,
Kau hadir tanpa pamrih,
Tak ada sorak sorai yang menyebut namamu,
Hanya bumi yang mencatat setiap langkahmu.
Di balik debu dan peluh yang menyatu,
Kau tetap berdiri meski rapuh,
Menyandang beban sejarah di bahumu,
Tanpa mahkota, tanpa sanjung.
Kau tak meminta cerita ditulis,
Tak berharap patung didirikan,
Namun darahmu, keringatmu,
Menjadi tinta yang mewarnai kemerdekaan.
Pahlawan tak bernama,
Kau tetap abadi di hati bangsa,
Meski namamu tenggelam di lautan waktu,
Jasamu terpatri dalam nyawa tanah airku.
Di tiang bendera yang berkibar megah,
Ada dirimu di setiap helai merah dan putihnya,
Kau tak butuh panggung atau pujian,
Karena merdeka adalah warisanmu yang tak ternilai.
Padang, 29 September 2024
Sekilas Penulis
Faaiz Naufal Syahputra merupakan Mahasiswa Jurusan Pariwisata di UNP (Universitas Negeri Padang) kelahiran 16 Maret 2005.
Faaiz sudah banyak mengikuti kegiatan menulis puisi sejak masih sekolah di SMK. Ia awalnya yang tidak suka menulis puisi, hingga suka dengan menulis karena dapat support sistem dari guru dan teman-teman.
Hingga Faaiz menorehkan prestasi sebagai “Penulis Nasional” dalam program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional yang diselenggarakan oleh GMB-Indonesia 2020.
Ia terus semangat dalam menulis puisi, dimana awal puisinya berjudul “Penerang Kehidupan”.
Walau bukan bidangnya, ia tetap semangat dalam menulis hingga menorehkan prestasi dan mendapatkan Piagam Penghargaan sebagai “Penulis Nasional” buku berjudul Pelangi Kehidupan dalam program Akademisi Menulis Buku (AMB) 2022 Nyalanesia di anugerahkan di Surakarta, 18 September 2023. *)
























