
Cermin Diri
Oleh: Patria Subuh
Fitrah alam selalu mendua,
saling berlawanan.
Alam adalah cerminan kursi-Nya,
kekuasaan Sang Pencipta.
Seperti ada jantan, lawannya betina-
Betina selalu dikejar jantan.
Ada jahat, lawannya baik-
Orang baik disegani kawan.
Ada kaya, lawannya miskin-
Orang miskin dianggap pemalas.
Ada buta, lawannya melihat-
Orang buta tak mungkin menampak.
Ada setia, lawannya khianat-
Pengkhianat selalu disumpahi rakyat.
Ada tuli, lawannya mendengar
Orang tuli tak pernah merasa bising.
Cermin diri berpenampilan
seperti lawan,
Padahal coraknya
adalah sebuah persamaan.
setara dalam perbedaan,
berbeda dalam kesetaraan
Bagian kiri adalah kanan,
yang kanan itu adalah kiri,
Itulah bayangan di cermin.
Bila saling berhadapan-hadapan
sampai akhir zaman,
selama dunia masih terkembang,
Seolah-olah melihat diri adalah
musuh bebuyutan
dalam bayangan,
di cermin
Catatan;
Patria Subuh merupakan seorang ASN/PNS di Pemkab Limapuluh Kota yang punya perhatian terhadap permasalahan politik, ekonomi, sosial dan budaya (poleksosbud).
Tamatan Teknik Sipil ITB Bandung kelahiran Padang pada tahun 1967 ini juga sering menulis mengenai masalah kesehatan, dan juga puisi.
























