• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, Januari 21, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Demo Agustus, Hutang Elektoral dan Jalan Taubat Politik Nasional

2 September 2025
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 225
Irdam bin Imran, Pengamat Sosial dan Politik. (Foto : Dok)

Oleh: Irdam bin Imran
(Pengamat Sosial dan Politik)

DEMO besar pada 25–28 Agustus 2025 adalah cermin retak dari wajah bangsa kita. Di jalanan, mahasiswa, buruh, kelompok Islam, civil society, hingga massa bayaran tumpah ruah. Tetapi di balik semua itu, ada persoalan jauh lebih dalam: hutang elektoral.

Kemenangan Prabowo–Gibran pada 2024 memang menjadi kenyataan sejarah, tetapi ia bukan kemenangan murni. Ia lahir dari kompromi: restu dinasti politik Jokowi, dukungan jaringan relawan, serta kehadiran institusi Polri dan TNI yang ikut membuka jalan. Semua itu menimbulkan hutang budi. Dan hutang itu kini menjerat Presiden.

Lihat Juga

193th Padang Pariaman, Menuju Bangkit Lebih Kuat

193th Padang Pariaman, Menuju Bangkit Lebih Kuat

12 Januari 2026
20
Tradisi Anti Kemiskinan-Kelaparan dalam Manajemen Bencana di Minangkabau

Tradisi Anti Kemiskinan-Kelaparan dalam Manajemen Bencana di Minangkabau

5 Januari 2026
89
Polisi di Jabatan Sipil Melukai Hati Birokrasi

Polisi di Jabatan Sipil Melukai Hati Birokrasi

17 Desember 2025
53

Ketika Prabowo mulai mengambil langkah berbeda—memberi amnesti pada Tom Lembong dan Hasto, mengembalikan jabatan Kunto, hingga rencana reshuffle “Genk Solo”—resistensi datang dari segala arah. Elit oligarki yang kehilangan kenyamanan, mafia yang terancam, elit global yang khawatir, bahkan civil society yang kecewa karena Prabowo masih terlihat terikat pada bayang-bayang Jokowi.

Inilah lingkaran setan demokrasi elektoral kita. Pemimpin lahir dari transaksi, lalu terjebak dalam balas budi. Dari sinilah tumbuh nepotisme, kolusi, dan korupsi.

Pesan Para Pendiri Bangsa

Padahal, sejak awal berdirinya republik ini, para pendiri bangsa telah memberi pesan.

Bung Hatta menekankan demokrasi yang bermoral, bersandar pada ekonomi rakyat, bukan permainan elit.

Tan Malaka menulis dalam Madilog, bangsa harus merdeka dari pemodal, berpikir jernih dan rasional.

Sutan Syahrir mengingatkan, kemerdekaan akan sia-sia jika jatuh ke tangan oligarki pribumi.

M. Natsir menekankan integritas dan moralitas sebagai pondasi bernegara.

Haji Agus Salim berpesan: hidup harus diabdikan untuk rakyat, bukan untuk keluarga atau dinasti.

Suara Reformasi dan Generasi Baru

Amien Rais di era reformasi mengingatkan pentingnya supremasi konstitusi agar demokrasi tidak jatuh ke tangan elit transaksional.

Anies Baswedan menegaskan bahwa politik adalah jalan perubahan, tetapi perubahan sejati tidak boleh terjebak pada gaya hidup hedonis dan kekuasaan semu.

Saya sendiri, Irdam Imran, hanya seorang lelaki dari kaki Bukit Kurao, percaya bahwa bangsa ini harus menempuh taubat politik nasional. Taubat berarti kembali ke jalan lurus: menegakkan supremasi konstitusi, mengembalikan mandat rakyat kepada MPR RI, dan melepaskan presiden dari jeratan hutang elektoral.

Jalan Kembali ke Supremasi Konstitusi

Sistem pemilu langsung yang kita jalani memang tampak demokratis. Tetapi faktanya, ia membuka pasar gelap politik: uang berseliweran, suara dibeli, relawan menagih balas jasa, oligarki ikut bermain. Presiden akhirnya terikat hutang budi, bukan hanya kepada rakyat, tetapi kepada sponsor.

Dengan mengembalikan pemilihan presiden ke MPR RI, kita memutus lingkaran hutang budi itu. Presiden dipilih oleh representasi rakyat, bertanggung jawab kepada MPR, bukan kepada relawan, dinasti, atau mafia.

Inilah pemurnian demokrasi, bukan kemunduran. Inilah jalan kembali ke politik yang berdaulat.

Pesan Sufistik untuk Bangsa

Rumi pernah berpesan: “Jika ingin bebas, lepaskan dirimu dari belenggu yang mengikatmu. Jangan biarkan hidupmu ditentukan tangan orang lain.”
Begitu pula bangsa ini. Indonesia hanya akan bebas jika pemimpinnya berani melepaskan diri dari hutang elektoral, dan kembali kepada konstitusi yang asli.

Taubat politik nasional adalah pilihan pahit, tetapi itulah obat. Memutus mata rantai nepotisme, kolusi, dan korupsi tidak mungkin tanpa keberanian melepaskan ikatan hutang budi.

Penutup

Demo Agustus adalah alarm sejarah. Ia adalah tanda bahwa rakyat mulai muak dengan politik hutang budi. Pesan Hatta, Tan Malaka, Syahrir, Natsir, Agus Salim, Amien Rais, Anies Baswedan, berpadu dalam satu arah: kedaulatan rakyat harus dikembalikan pada konstitusi.

Kini, Prabowo berdiri di persimpangan.
Apakah ia akan terus tersandera oleh hutang elektoral, atau ia berani menempuh jalan taubat politik nasional?

Jika ia memilih jalan kedua, sejarah akan menulisnya bukan sekadar presiden, tetapi pemimpin yang menyelamatkan bangsa. *)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Bupati Agam Lantik PAW Pimpinan Baznas Periode 2022–2027

Next Post

Penerimaan Murid Baru Sekolah Persiapan Lanjut Studi ke Universitas di Jepang, Tahun Ajaran 2025-2026 (Preparation to University; PTU-ACIKITA)

BeritaTerkait

193th Padang Pariaman, Menuju Bangkit Lebih Kuat
Opini

193th Padang Pariaman, Menuju Bangkit Lebih Kuat

12 Januari 2026
20
Tradisi Anti Kemiskinan-Kelaparan dalam Manajemen Bencana di Minangkabau
Opini

Tradisi Anti Kemiskinan-Kelaparan dalam Manajemen Bencana di Minangkabau

5 Januari 2026
89
Polisi di Jabatan Sipil Melukai Hati Birokrasi
Opini

Polisi di Jabatan Sipil Melukai Hati Birokrasi

17 Desember 2025
53
Mengapa Bencana Dinyatakan Nasional? Kriteria dan Prosesnya
Opini

Mengapa Bencana Dinyatakan Nasional? Kriteria dan Prosesnya

16 Desember 2025
92
Titik Lemah Penanganan Bencana: Revolusi Logistik untuk Ketangguhan Bangsa
Opini

Titik Lemah Penanganan Bencana: Revolusi Logistik untuk Ketangguhan Bangsa

12 Desember 2025
99
Banjir Bandang dan Longsor; Perlu Penegakan Hukum Lingkungan yang Tegas
Opini

Banjir Bandang dan Longsor; Perlu Penegakan Hukum Lingkungan yang Tegas

3 Desember 2025
416
Next Post
Penerimaan Murid Baru Sekolah Persiapan Lanjut Studi ke Universitas di Jepang, Tahun Ajaran 2025-2026 (Preparation to University; PTU-ACIKITA)

Penerimaan Murid Baru Sekolah Persiapan Lanjut Studi ke Universitas di Jepang, Tahun Ajaran 2025-2026 (Preparation to University; PTU-ACIKITA)

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (35,934)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,025)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,194)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,171)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (28,941)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,616)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (23,493)
  • Sijunjung Jebol, Seluruh Sumbar Zona Merah Covid-19 (22,348)
  • Blaster, Klub Motor Legendaris Kota Padang (22,335)
  • Boy Rafli Amar Dt Rangkayo Basa Termasuk 5 Komjen Calon Kapolri yang Diajukan Kompolnas ke Presiden (22,084)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
133
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
301
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
464
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
210
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
105
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
134
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
117
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
177
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
116

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In