• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Kamis, Mei 14, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Catatan dari Halal Bihalal Gonjong Limo Kota Padang; Mambangun Kampuang, Antara Harapan dan Kenyataan

21 April 2026
in Opini
Reading Time: 4min read
Views: 374
Isa Kurniawan, Anggota Gonjong Limo. (Foto : Riko)

Oleh: Isa Kurniawan
(Anggota Gonjong Limo)

GONJONG LIMO Kota Padang mengadakan halal bihalal pada hari Minggu 19 April 2026 lalu, bertempat di Hotel UNP Air Tawar Padang.

Gonjong Limo merupakan organisasi perantau Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Kurang lebih sama dengan PKDP (Persatuan Keluarga Daerah Piaman), PKPS (Persatuan Keluarga Pesisir Selatan), IKTD (Ikatan Keluarga Tanah Datar), SSS (Solok Saiyo Sakato) dan lainnya.

Lihat Juga

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
41
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
32
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
100

Untuk kedua daerah ini, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, ada juga yang menyebutnya dengan nama Paliko (Payakumbuh Limapuluh Kota).

Halal Bihalal Gonjong Limo Padang tersebut, turut dihadiri Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy, Walikota Padang Fadly Amran, Walikota Payakumbuh Zulmaeta serta Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang.

Kemudian dari kalangan perantau hadir Dr Efa Yonnedi (Rektor Unand), Dr Afdalisma (Kepala LLDIKTI Wilayah X), Prof Henmaidi (Wakil Rektor IV Unand), Prof dr Mukhlis Hasan, Prof Ganefri Dt Djunjungan Nan Bagadiang, Prof Werry Darta Taifur, Prof Aldri Frinaldi, wartawan senior Fachrul Rasyid dan Hasril Chaniago, serta banyak tokoh-tokoh lainnya.

Harapannya, dari halal bihalal ada terobosan-terobosan baru untuk membangun Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Jadi bukan sekadar pertemuan, tapi menjadi gerakan membangun kampung halaman.

Yakni, lahir pemikiran-pemikiran strategis yang mampu menyatukan ranah dan rantau.

Foto bersama setelah halal bihalal. (Foto : Dedy)

Masjid Raya Paliko

Pada kesempatan halal bihalal Gonjong Limo Padang tersebut, dari para perantau muncul ide/gagasan serta kritikan terhadap kampung halaman.

Di antaranya ide/gagasan datang dari Ketua Gonjong Limo Kota Padang Prof Ganefri Dt Djunjungan Nan Bagadiang, yakni; bagaimana lahan/tanah bekas kantor Bupati Limapuluh Kota yang ada di Kota Payakumbuh dibangun sebuah Masjid Raya, dengan nama Masjid Raya Paliko.

Menurut mantan Rektor UNP yang berasal dari VII Koto Talago ini, kalau dilihat di Sumbar, hanya Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang tidak punya Masjid Raya.

Sebuah ide/gagasan yang bernas dan patut didukung oleh semua pihak, khususnya oleh Pemko Payakumbuh dan Pemkab Limapuluh Kota.

Agar ide/gagasan ini tidak sebatas wacana, tapi bisa dikonkretkan, pintu masuknya adalah ada yayasan yang akan menerima hibah lahan/tanah dari Pemkab Limapuluh Kota, dan yayasan inilah yang seterusnya menjadi pengelola Masjid Raya Paliko.

Setelah clear lahan, masuk ke sayembara gambar masjid. Kemudian lanjut ke proses pembangunan dengan perizinan dari Pemko Payakumbuh.

Sambil jalan yayasan menggalang dana pembangunan dari para perantau dengan “badoncek”, serta dari para pihak yang peduli dengan pengembangan Islam –baik di dalam maupun di luar negeri.

Itu tadi, kalau berpikir sederhana. Jadi pintu masuknya pendirian wadah, atau yayasan tadi.

Meski Masjid Raya Paliko ini terletak di Kota Payakumbuh, dikatakan Prof Ganefri bahwa Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota itu satu; saciok bak ayam sadanciang bak basi. “Kalau Payakumbuh berkembang maka Limapuluh Kota akan ikut berkembang,” katanya.

Prof Ganefri yakin Masjid Raya Paliko ini akan menjadi ikon baru dan destinasi wisata religi bagi masyarakat Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota dan sekitarnya, serta dari provinsi tetangga seperti Riau, Kepri dan Jambi.

Suasana acara halal bihalal. (Foto : Ika)

Pendidikan Limapuluh Kota Bermasalah

Prof Werry Darta Taifur menyampaikan masukan dan juga kritikan terhadap permasalahan pembangunan, khususnya di Kabupaten Limapuluh Kota.

Ada 5 permasalahan utama Kabupaten Limapuluh Kota yang diutarakannya.

Kelimanya yakni; adanya ketimpangan wilayah pusat dengan pinggiran, infrastruktur jalan dan digital yang belum merata, ekonomi yang rentan dan stagnan, kualitas SDM yang rendah dan permasalahan sosial generasi muda.

Menurutnya, terjadi permasalahan serius pembangunan di Kabupaten Limapuluh Kota. Dimana tingkat pendidikan rendah, lapangan kerja jarang, sehingganya mengakibatkan stabilitas sosial di Limapuluh Kota tertinggi di Sumbar, mulai dari kriminalitas, pernikahan dini dan masalah sosial lainnya.

Bahkan parahnya, penduduk Kabupaten Limapuluh Kota usia 25+, rata-rata tidak tamat SMP. “Ini menandakan bahwa pembangunan sektor pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota itu bermasalah,” tegas Komisaris Utama PT Semen Padang, yang berasal dari Kubang.

Prof Werry menyampaikan bahwa ia telah mengingatkan para bupati yang terdahulu mengenai kondisi ini, tapi kebijakan yang mereka ambil tidak serius.

Mantan Rektor Unand ini berharap ke depan, dengan bupati yang sekarang, bisa diambil kebijakan-kebijakan yang strategis dan terukur agar permasalahan pendidikan di Kabupaten Limapuluh Kota dapat dicarikan solusinya.

Sementara itu, Dr Efa Yonnedi, yang merupakan Rektor Unand, menyampaikan bahwa di samping belanja/program pemerintah, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi (PE) di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota itu harus ada investasi yang masuk.

Menurut mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unand, yang berasal dari Mungka ini, Pemko Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota harus punya inovasi untuk bisa menggaet investor menanamkan uangnya.

Untuk itu agar bisa mencapai PE di atas 6 atau 7 persen, maka Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota harus punya skema investasi yang benar.

Masukan yang disampaikan oleh kedua Guru Besar FEB Unand ini sangatlah tepat, mengingat kondisi geografis Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan pelintasan ke arah Provinsi Riau.

Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota sebagai etalase Provinsi Sumbar yang mengarah ke Riau, dan dengan potensi yang ada, harusnya sudah lebih hebat dari kabupaten dan kota lainnya di Sumbar.

Bahkan belakangan rantau orang Payakumbuh dan Limapuluh Kota itu orientasi mereka bukan lagi mengarah ke Padang, tapi ke Riau. Tengok saja saat Hari Raya Idul Fitri, atau libur-libur panjang, kampung-kampung di Payakumbuh dan Limapuluh Kota dipenuhi oleh plat BM.

Tapi ya itu tadi, dimana letak salahnya? Padahal Payakumbuh dan Limapuluh Kota itu dikenal dengan daerah para pemikir dan intelektual.

Pengurus Gonjong Limo beserta tamu dan undangan. (Foto : Ika)

Konsolidasi Gonjong Limo

Untuk mencapai tujuan-tujuan besar tadi, baik terhadap kampung halaman –Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota– maupun untuk menjawab permasalahan di rantau, sudah seharusnya Gonjong Limo menuntaskan konsolidasi organisasi yang terstruktur, mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah.

Persoalannya, sampai sekarang belum pernah terdengar yang namanya pengurus pusat Gonjong Limo, atau DPP-nya lah. Atau, tidak ada payung besarnya.

Sejauh yang saya tahu, belum pernah ada Musyawarah Besar (Mubes) Gonjong Limo yang mengakomodir pengurus-pengurus provinsi, maupun kabupaten dan kota, dan organisasi perantau di tingkat nagari, dalam sebuah musyawarah untuk menetapkan aturan-aturan/pedoman organisasi, dan memilih pengurus pusat yang akan menjalankan roda organisasi.

Agar organisasi Gonjong Limo bisa berjalan terarah, maka Mubes harus segera digelar. Dan ide/gagasan untuk ikut serta dalam membangun kampung halaman bisa dikonkretkan secara massif.

Sosok-sosok seperti Prof Ganefri, Prof Werry Darta Taifur, Dr Efa Yonnedi, sebenarnya kapasitasnya bukan lagi menjadi pengurus di tingkat kota, tapi nasional/DPP.

Begitu juga dengan melibatkan para tokoh nasional yang merupakan bagian dari Gonjong Limo, seperti Jefrie Geovani, Fadly Zon, dan banyak lainnya. *)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Bupati Tanah Datar Eka Putra Hadiri Silaturahmi IKTD di Kabupaten Bungo Jambi

Next Post

Wabup Tanah Datar Ahmad Fadly Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026 yang Diadakan Kementan RI

BeritaTerkait

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan
Opini

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
41
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing
Opini

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
32
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan
Opini

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
100
Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman
Opini

Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman

26 April 2026
112
Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan
Opini

Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan

25 April 2026
52
Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak
Opini

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak

24 April 2026
47
Next Post
Wabup Tanah Datar Ahmad Fadly Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026 yang Diadakan Kementan RI

Wabup Tanah Datar Ahmad Fadly Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026 yang Diadakan Kementan RI

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (37,272)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,350)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,586)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,730)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,671)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (32,173)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (31,762)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (31,100)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,083)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (27,856)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
171
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
345
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
495
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
235
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
116
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
132
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
191
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In