• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Selasa, April 21, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Catatan dari Halal Bihalal Gonjong Limo Kota Padang; Mambangun Kampuang, Antara Harapan dan Kenyataan

21 April 2026
in Opini
Reading Time: 4min read
Views: 162
Isa Kurniawan, Anggota Gonjong Limo. (Foto : Riko)

Oleh: Isa Kurniawan
(Anggota Gonjong Limo)

GONJONG LIMO Kota Padang mengadakan halal bihalal pada hari Minggu 19 April 2026 lalu, bertempat di Hotel UNP Air Tawar Padang.

Gonjong Limo merupakan organisasi perantau Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Kurang lebih sama dengan PKDP (Persatuan Keluarga Daerah Piaman), PKPS (Persatuan Keluarga Pesisir Selatan), IKTD (Ikatan Keluarga Tanah Datar), SSS (Solok Saiyo Sakato) dan lainnya.

Lihat Juga

Literacy dan Literary

Literacy dan Literary

8 April 2026
34
Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

31 Maret 2026
34
Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental

Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental

14 Maret 2026
70

Untuk kedua daerah ini, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, ada juga yang menyebutnya dengan nama Paliko (Payakumbuh Limapuluh Kota).

Halal Bihalal Gonjong Limo Padang tersebut, turut dihadiri Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy, Walikota Padang Fadly Amran, Walikota Payakumbuh Zulmaeta serta Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang.

Kemudian dari kalangan perantau hadir Dr Efa Yonnedi (Rektor Unand), Dr Afdalisma (Kepala LLDIKTI Wilayah X), Prof Henmaidi (Wakil Rektor IV Unand), Prof dr Mukhlis Hasan, Prof Ganefri Dt Djunjungan Nan Bagadiang, Prof Werry Darta Taifur, Prof Aldri Frinaldi, wartawan senior Fachrul Rasyid dan Hasril Chaniago, serta banyak tokoh-tokoh lainnya.

Harapannya, dari halal bihalal ada terobosan-terobosan baru untuk membangun Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Jadi bukan sekadar pertemuan, tapi menjadi gerakan membangun kampung halaman.

Yakni, lahir pemikiran-pemikiran strategis yang mampu menyatukan ranah dan rantau.

Foto bersama setelah halal bihalal. (Foto : Dedy)

Masjid Raya Paliko

Pada kesempatan halal bihalal Gonjong Limo Padang tersebut, dari para perantau muncul ide/gagasan serta kritikan terhadap kampung halaman.

Di antaranya ide/gagasan datang dari Ketua Gonjong Limo Kota Padang Prof Ganefri Dt Djunjungan Nan Bagadiang, yakni; bagaimana lahan/tanah bekas kantor Bupati Limapuluh Kota yang ada di Kota Payakumbuh dibangun sebuah Masjid Raya, dengan nama Masjid Raya Paliko.

Menurut mantan Rektor UNP yang berasal dari VII Koto Talago ini, kalau dilihat di Sumbar, hanya Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang tidak punya Masjid Raya.

Sebuah ide/gagasan yang bernas dan patut didukung oleh semua pihak, khususnya oleh Pemko Payakumbuh dan Pemkab Limapuluh Kota.

Agar ide/gagasan ini tidak sebatas wacana, tapi bisa dikonkretkan, pintu masuknya adalah ada yayasan yang akan menerima hibah lahan/tanah dari Pemkab Limapuluh Kota, dan yayasan inilah yang seterusnya menjadi pengelola Masjid Raya Paliko.

Setelah clear lahan, masuk ke sayembara gambar masjid. Kemudian lanjut ke proses pembangunan dengan perizinan dari Pemko Payakumbuh.

Sambil jalan yayasan menggalang dana pembangunan dari para perantau dengan “badoncek”, serta dari para pihak yang peduli dengan pengembangan Islam –baik di dalam maupun di luar negeri.

Itu tadi, kalau berpikir sederhana. Jadi pintu masuknya pendirian wadah, atau yayasan tadi.

Meski Masjid Raya Paliko ini terletak di Kota Payakumbuh, dikatakan Prof Ganefri bahwa Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota itu satu; saciok bak ayam sadanciang bak basi. “Kalau Payakumbuh berkembang maka Limapuluh Kota akan ikut berkembang,” katanya.

Prof Ganefri yakin Masjid Raya Paliko ini akan menjadi ikon baru dan destinasi wisata religi bagi masyarakat Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota dan sekitarnya, serta dari provinsi tetangga seperti Riau, Kepri dan Jambi.

Suasana acara halal bihalal. (Foto : Ika)

Pendidikan Limapuluh Kota Bermasalah

Prof Werry Darta Taifur menyampaikan masukan dan juga kritikan terhadap permasalahan pembangunan, khususnya di Kabupaten Limapuluh Kota.

Ada 5 permasalahan utama Kabupaten Limapuluh Kota yang diutarakannya.

Kelimanya yakni; adanya ketimpangan wilayah pusat dengan pinggiran, infrastruktur jalan dan digital yang belum merata, ekonomi yang rentan dan stagnan, kualitas SDM yang rendah dan permasalahan sosial generasi muda.

Menurutnya, terjadi permasalahan serius pembangunan di Kabupaten Limapuluh Kota. Dimana tingkat pendidikan rendah, lapangan kerja jarang, sehingganya mengakibatkan stabilitas sosial di Limapuluh Kota tertinggi di Sumbar, mulai dari kriminalitas, pernikahan dini dan masalah sosial lainnya.

Bahkan parahnya, penduduk Kabupaten Limapuluh Kota usia 25+, rata-rata tidak tamat SMP. “Ini menandakan bahwa pembangunan sektor pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota itu bermasalah,” tegas Komisaris Utama PT Semen Padang, yang berasal dari Kubang.

Prof Werry menyampaikan bahwa ia telah mengingatkan para bupati yang terdahulu mengenai kondisi ini, tapi kebijakan yang mereka ambil tidak serius.

Mantan Rektor Unand ini berharap ke depan, dengan bupati yang sekarang, bisa diambil kebijakan-kebijakan yang strategis dan terukur agar permasalahan pendidikan di Kabupaten Limapuluh Kota dapat dicarikan solusinya.

Sementara itu, Dr Efa Yonnedi, yang merupakan Rektor Unand, menyampaikan bahwa di samping belanja/program pemerintah, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi (PE) di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota itu harus ada investasi yang masuk.

Menurut mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unand, yang berasal dari Mungka ini, Pemko Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota harus punya inovasi untuk bisa menggaet investor menanamkan uangnya.

Untuk itu agar bisa mencapai PE di atas 6 atau 7 persen, maka Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota harus punya skema investasi yang benar.

Masukan yang disampaikan oleh kedua Guru Besar FEB Unand ini sangatlah tepat, mengingat kondisi geografis Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan pelintasan ke arah Provinsi Riau.

Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota sebagai etalase Provinsi Sumbar yang mengarah ke Riau, dan dengan potensi yang ada, harusnya sudah lebih hebat dari kabupaten dan kota lainnya di Sumbar.

Bahkan belakangan rantau orang Payakumbuh dan Limapuluh Kota itu orientasi mereka bukan lagi mengarah ke Padang, tapi ke Riau. Tengok saja saat Hari Raya Idul Fitri, atau libur-libur panjang, kampung-kampung di Payakumbuh dan Limapuluh Kota dipenuhi oleh plat BM.

Tapi ya itu tadi, dimana letak salahnya? Padahal Payakumbuh dan Limapuluh Kota itu dikenal dengan daerah para pemikir dan intelektual.

Pengurus Gonjong Limo beserta tamu dan undangan. (Foto : Ika)

Konsolidasi Gonjong Limo

Untuk mencapai tujuan-tujuan besar tadi, baik terhadap kampung halaman –Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota– maupun untuk menjawab permasalahan di rantau, sudah seharusnya Gonjong Limo menuntaskan konsolidasi organisasi yang terstruktur, mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah.

Persoalannya, sampai sekarang belum pernah terdengar yang namanya pengurus pusat Gonjong Limo, atau DPP-nya lah. Atau, tidak ada payung besarnya.

Sejauh yang saya tahu, belum pernah ada Musyawarah Besar (Mubes) Gonjong Limo yang mengakomodir pengurus-pengurus provinsi, maupun kabupaten dan kota, dan organisasi perantau di tingkat nagari, dalam sebuah musyawarah untuk menetapkan aturan-aturan/pedoman organisasi, dan memilih pengurus pusat yang akan menjalankan roda organisasi.

Agar organisasi Gonjong Limo bisa berjalan terarah, maka Mubes harus segera digelar. Dan ide/gagasan untuk ikut serta dalam membangun kampung halaman bisa dikonkretkan secara massif.

Sosok-sosok seperti Prof Ganefri, Prof Werry Darta Taifur, Dr Efa Yonnedi, sebenarnya kapasitasnya bukan lagi menjadi pengurus di tingkat kota, tapi nasional/DPP.

Begitu juga dengan melibatkan para tokoh nasional yang merupakan bagian dari Gonjong Limo, seperti Jefrie Geovani, Fadly Zon, dan banyak lainnya. *)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Bupati Tanah Datar Eka Putra Hadiri Silaturahmi IKTD di Kabupaten Bungo Jambi

Next Post

Wabup Tanah Datar Ahmad Fadly Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026 yang Diadakan Kementan RI

BeritaTerkait

Literacy dan Literary
Opini

Literacy dan Literary

8 April 2026
34
Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat
Opini

Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

31 Maret 2026
34
Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental
Opini

Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental

14 Maret 2026
70
Rajo Sampono: Satu Tahun JKA-Rahmat ‘Basuluah Matohari’
Opini

Rajo Sampono: Satu Tahun JKA-Rahmat ‘Basuluah Matohari’

4 Maret 2026
24
The New OPPI Berharap Direksi Baru Pelindo Bawa Angin Segar
Opini

The New OPPI Berharap Direksi Baru Pelindo Bawa Angin Segar

1 Maret 2026
45
Satu Tahun Bupati JKA: Kebudayaan Sebagai Jalan Pembangunan
Opini

Satu Tahun Bupati JKA: Kebudayaan Sebagai Jalan Pembangunan

20 Februari 2026
20
Next Post
Wabup Tanah Datar Ahmad Fadly Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026 yang Diadakan Kementan RI

Wabup Tanah Datar Ahmad Fadly Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026 yang Diadakan Kementan RI

Please login to join discussion

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,257)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,459)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,595)
  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (33,452)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,540)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (31,074)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,968)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (28,368)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (27,287)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (24,052)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
155
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
335
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
490
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
228
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
114
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
147
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
127
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
189
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
125

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In