• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Sabtu, Juni 13, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Gencatan Senjata dan Gema Revolusi Iran 1979

26 Juni 2025
in Opini
Reading Time: 2min read
Views: 690
Irdam Imran, Pengamat Politik Internasional, tinggal di Kamang Mudik, Agam, Sumatera Barat. (Foto : Dok)

Oleh:: Irdam Imran
(Pengamat Politik Internasional, tinggal di Kamang Mudik, Agam, Sumatera Barat)

SUASANA jalanan di Teheran, Isfahan, dan Mashhad berubah menjadi lautan manusia. Bukan karena demonstrasi, bukan pula karena kemarahan. Justru karena harapan. Rakyat Iran turun ke jalan merayakan gencatan senjata—momen langka di tengah ketegangan geopolitik yang selama ini menjerat Republik Islam itu dalam bayang-bayang perang.

Di tengah perayaan itu, kita seperti mendengar gema sejarah: suara-suara yang pernah bergema pada 1979, saat rakyat menggulingkan monarki Shah Reza Pahlevi dan mendeklarasikan Revolusi Islam.

Lihat Juga

Ujian Nyata Desentralisasi Fiskal di 39 Daerah

Ujian Nyata Desentralisasi Fiskal di 39 Daerah

11 Juni 2026
9
Nagari Ketapiang Menuju Sebuah Kecamatan Otonom

Nagari Ketapiang Menuju Sebuah Kecamatan Otonom

8 Juni 2026
34
Menata Ulang MBG: Selamat Datang Kantin Sekolah

Menata Ulang MBG: Selamat Datang Kantin Sekolah

8 Juni 2026
18

Tapi kali ini, mereka tidak menuntut revolusi baru. Mereka menuntut agar semangat revolusi yang lama dikembalikan ke pangkuan rakyat—bukan hanya sebagai simbol ideologis, tapi sebagai janji kehidupan yang lebih damai dan bermartabat.

Revolusi 1979 bukan sekadar peristiwa politik. Ia adalah ekspresi kolektif atas penolakan terhadap tirani dan dominasi asing. Rakyat Iran ketika itu bersatu karena dua tuntutan fundamental: keadilan dan kedaulatan.

Hari ini, dua tuntutan itu kembali terdengar—dengan bentuk dan bahasa yang berbeda. Di tengah krisis ekonomi, isolasi internasional, dan ketegangan bersenjata dengan musuh-musuh regional, rakyat Iran menyuarakan keinginan yang sangat manusiawi: hidup tanpa ancaman bom dan blokade.

Perayaan atas gencatan senjata ini tidak bisa dipandang remeh. Ia adalah sinyal keras, bahwa rakyat bukan lagi mau diseret menjadi bahan bakar politik konfrontatif yang tiada ujung. Setelah empat dekade lebih revolusi, rakyat ingin hasilnya benar-benar menyentuh keseharian mereka: makanan yang terjangkau, listrik yang stabil, kebebasan berpikir, dan masa depan anak-anak yang tidak terus dihantui perang.

Gencatan senjata ini bisa jadi menjadi jeda pendek. Tapi respons rakyat memberi sinyal yang dalam: mereka menginginkan damai sebagai bagian dari revolusi. Mungkin sudah saatnya kita membaca Revolusi Islam Iran 1979 bukan sebagai doktrin perlawanan abadi, tetapi sebagai tonggak awal untuk transisi ke negara yang berdaulat sekaligus sejahtera dan terbuka.

Tentu saja, tidak semua elite di Teheran akan senang dengan ekspresi rakyat ini. Tapi sejarah selalu menunjukkan bahwa suara rakyat tak bisa dibungkam selamanya. Sama seperti pada 1979, ketika massa berkumpul di jalanan menuntut perubahan, kali ini rakyat Iran sekali lagi menunjukkan arah: dari revolusi ke rekonsiliasi, dari simbolisme ideologis ke realisme rakyat.

Dan barangkali, di Kamang Mudik yang jauh dari Teheran ini, kita bisa belajar satu hal: bahwa dalam setiap revolusi, ujungnya bukanlah kekuasaan, tetapi kesejahteraan. Bahwa makna sejati dari “kemerdekaan dan keadilan” hanya lahir ketika rakyat bisa hidup dalam damai, tanpa takut dan tanpa lapar.

Jika elite Iran masih percaya bahwa mereka mewakili semangat revolusi, maka mereka harus mendengar suara jalanan hari ini. Karena bisa jadi, itulah bentuk paling murni dari revolusi itu sendiri—revolusi yang ingin berhenti berperang, dan mulai membangun. *)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Universitas Perintis Indonesia, Universitas Baiturrahmah dan Universitas Batang Hari Ikut Studi Tiru dan Pengabdian Masyarakat Internasional ke Malaysia yang Dilaksanakan KPN Kopertis Wilayah X

Next Post

Institut Teknologi Batam, Institut Teknologi dan Ilmu Sosial Khatulistiwa serta Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi LPPN Padang Ikut Studi Tiru dan Pengabdian Masyarakat Internasional ke Malaysia yang Dilaksanakan KPN Kopertis Wilayah X

BeritaTerkait

Ujian Nyata Desentralisasi Fiskal di 39 Daerah
Opini

Ujian Nyata Desentralisasi Fiskal di 39 Daerah

11 Juni 2026
9
Nagari Ketapiang Menuju Sebuah Kecamatan Otonom
Opini

Nagari Ketapiang Menuju Sebuah Kecamatan Otonom

8 Juni 2026
34
Menata Ulang MBG: Selamat Datang Kantin Sekolah
Opini

Menata Ulang MBG: Selamat Datang Kantin Sekolah

8 Juni 2026
18
Bupati JKA Putar Roda Menjemput Aspirasi
Opini

Bupati JKA Putar Roda Menjemput Aspirasi

7 Juni 2026
96
Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi
Opini

Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi

30 Mei 2026
20
Zulkarnain: Bangkitkan lagi Kampung Sulaman Naras
Opini

Zulkarnain: Bangkitkan lagi Kampung Sulaman Naras

29 Mei 2026
36
Next Post
Institut Teknologi Batam, Institut Teknologi dan Ilmu Sosial Khatulistiwa serta Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi LPPN Padang Ikut Studi Tiru dan Pengabdian Masyarakat Internasional ke Malaysia yang Dilaksanakan KPN Kopertis Wilayah X

Institut Teknologi Batam, Institut Teknologi dan Ilmu Sosial Khatulistiwa serta Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi LPPN Padang Ikut Studi Tiru dan Pengabdian Masyarakat Internasional ke Malaysia yang Dilaksanakan KPN Kopertis Wilayah X

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,561)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,480)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,758)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,459)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,888)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,376)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,832)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,686)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,139)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,236)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
175
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
360
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
504
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
240
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
120
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
159
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
136
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
197
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
132

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In