• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Minggu, Mei 17, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Membangun Muhammadiyah Saintifik Empire: Mewujudkan Kekuatan Riset Berbasis Kolaborasi dan Inovasi

22 Maret 2025
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 739
Muhammad Najmi, Wakil Ketua PWM Sumbar. (Foto : Dok)

Oleh: Muhammad Najmi
(Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat)

KONSEP “Saintifik Empire” adalah gagasan strategis yang menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan melalui jaringan kolaborasi global yang terintegrasi. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Omar Yaghi, seorang ilmuwan dari University of California (UC) Berkeley.

Yaghi menegaskan bahwa di era modern, pengembangan ilmu pengetahuan tidak bisa lagi dilakukan secara terisolasi. Melalui Saintifik Empire, berbagai institusi dan ilmuwan dari seluruh dunia dapat saling terhubung, berbagi sumber daya, serta bekerja sama menyelesaikan tantangan global. Pendekatan ini memungkinkan pertukaran ide dan hasil riset secara lebih luas dan efektif, menciptakan inovasi yang berdampak besar bagi kemanusiaan.

Lihat Juga

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
47
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
33
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
101

Salah satu contoh sukses dari konsep ini adalah kolaborasi global dalam pengembangan vaksin COVID-19. Dalam waktu singkat, ilmuwan dari berbagai negara bekerja bersama, memanfaatkan fasilitas penelitian terbaik, dan mempercepat proses penemuan vaksin yang menyelamatkan jutaan nyawa.

Kolaborasi serupa juga terlihat dalam Human Genome Project, di mana kerja sama internasional memungkinkan pemetaan lengkap genom manusia, membuka jalan bagi kemajuan medis dan bioteknologi. Model semacam ini membuktikan bahwa melalui kolaborasi lintas institusi dan negara, tantangan besar dapat diatasi dengan lebih cepat dan efektif.

Di Indonesia, konsep Saintifik Empire menjadi sangat relevan dalam menjawab tantangan dunia riset, seperti keterbatasan fasilitas, minimnya pendanaan, dan rendahnya kolaborasi antar lembaga. Dalam konteks ini, Prof Brian, Menteri Pendidikan, Teknologi, dan Sains Terapan RI (Mendiktisaintek RI), mengusulkan inisiatif Muhammadiyah Saintifik Empire sebagai upaya mengintegrasikan potensi besar yang dimiliki oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA).

Dengan lebih dari 170 PTMA yang tersebar di seluruh Indonesia, Muhammadiyah memiliki kapasitas luar biasa untuk membangun ekosistem riset yang terintegrasi dan produktif.

Prof Brian mengapresiasi kapasitas intelektual dosen-dosen di lingkungan PTMA yang dinilainya sangat potensial, meskipun ia juga menyadari adanya hambatan berupa keterbatasan infrastruktur dan fasilitas riset. Melalui Muhammadiyah Saintifik Empire, diharapkan tercipta jejaring kolaborasi antar-PTMA dan pihak eksternal yang mampu mengatasi hambatan tersebut dan mendorong lahirnya riset berkualitas tinggi.

Dengan membangun sistem berbagi sumber daya, PTMA dapat saling melengkapi keunggulan masing-masing. Misalnya, perguruan tinggi di daerah dengan keterbatasan laboratorium dapat bermitra dengan universitas Muhammadiyah di kota besar yang memiliki fasilitas lebih lengkap.

Contoh nyata keberhasilan kolaborasi riset di Indonesia terlihat dalam pengembangan Vent-I—ventilator portabel yang dikembangkan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan berbagai pihak selama masa pandemi COVID-19.

Proyek ini menunjukkan bahwa sinergi lintas institusi dapat menghasilkan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat. Jika model kolaborasi ini diterapkan di lingkungan PTMA melalui Muhammadiyah Saintifik Empire, maka potensi menghasilkan inovasi di berbagai bidang, seperti teknologi kesehatan, energi terbarukan, dan ekonomi berbasis komunitas, akan semakin besar.

Lebih dari sekadar membangun kekuatan riset, Muhammadiyah Saintifik Empire membawa misi untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam ilmu pengetahuan.

Dengan pendekatan ini, Muhammadiyah tidak hanya mendorong pengembangan teknologi yang canggih, tetapi juga memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan berlandaskan prinsip etika Islam yang menekankan keadilan dan kesejahteraan sosial. Salah satu contoh konkret dari pendekatan ini adalah pengembangan bank mikro syariah yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Jika inisiatif ini dikembangkan lebih lanjut melalui jaringan Muhammadiyah Saintifik Empire, Muhammadiyah bisa menjadi pelopor dalam riset keuangan syariah digital yang adil, inklusif, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan umat.

Untuk mewujudkan Muhammadiyah Saintifik Empire, ada beberapa langkah strategis yang dapat diambil. Pertama, membangun platform digital kolaborasi riset yang memungkinkan pertukaran data, hasil penelitian, dan akses fasilitas di seluruh PTMA. Platform ini akan menjadi pusat informasi dan koordinasi bagi proyek-proyek riset strategis.

Kedua, membentuk Konsorsium Riset Muhammadiyah, yang berfungsi sebagai wadah bagi para dosen dan peneliti untuk bekerja sama mengembangkan solusi di bidang-bidang krusial seperti kesehatan, energi, dan pendidikan.

Ketiga, mengembangkan program pengembangan talenta riset melalui beasiswa dan pelatihan intensif, memastikan munculnya generasi peneliti Muhammadiyah yang kompeten dan siap bersaing di tingkat global.

Keempat, memperluas jejaring internasional melalui kemitraan dengan universitas dan lembaga riset global, yang tidak hanya membuka akses terhadap teknologi mutakhir tetapi juga memperkuat posisi Muhammadiyah di panggung ilmu pengetahuan dunia.

Jika langkah-langkah tersebut diimplementasikan secara konsisten, Muhammadiyah Saintifik Empire berpotensi menjadi kekuatan utama dalam memajukan ilmu pengetahuan di Indonesia. Konsep ini bukan sekadar ambisi ilmiah, melainkan sebuah strategi untuk membangun kemandirian ilmiah berbasis nilai Islam Berkemajuan.

Dengan kolaborasi yang kuat, pemanfaatan teknologi modern, dan pengintegrasian nilai-nilai etis, Muhammadiyah dapat menciptakan ekosistem riset yang menghasilkan inovasi nyata dan berdampak luas bagi masyarakat.

Dalam jangka panjang, Muhammadiyah Saintifik Empire tidak hanya akan menguatkan ekosistem riset nasional tetapi juga menjadi model bagi gerakan ilmiah global yang berorientasi pada keadilan, kemanusiaan, dan keberlanjutan. Dengan memanfaatkan potensi besar di lingkungan PTMA dan membangun jaringan riset yang kuat, Muhammadiyah memiliki peluang besar untuk menjadi pelopor perubahan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, membawa manfaat bagi bangsa dan umat manusia secara luas. *)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Mutiara Subuh #22: “Di Bawah Langit Malam, Ada Air Mata yang Mengetuk Pintu Ampunan”

Next Post

Dukung Program MBG, Kementerian PU Kerjasama dengan BGN Bangun Fasilitas Pendukung

BeritaTerkait

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan
Opini

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
47
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing
Opini

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
33
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan
Opini

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
101
Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman
Opini

Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman

26 April 2026
113
Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan
Opini

Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan

25 April 2026
53
Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak
Opini

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak

24 April 2026
47
Next Post
Dukung Program MBG, Kementerian PU Kerjasama dengan BGN Bangun Fasilitas Pendukung

Dukung Program MBG, Kementerian PU Kerjasama dengan BGN Bangun Fasilitas Pendukung

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (37,681)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,361)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,597)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,738)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,684)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (32,586)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (31,910)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (31,510)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,094)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (28,267)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
171
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
347
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
496
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
235
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
116
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
132
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
191
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In