• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Senin, Agustus 24, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Hokky Caraka dan Tiga Presiden

31 Maret 2023
in Opini
Reading Time: 4min read
Views: 472
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, pernah menjadi Ketua Badan Tim Nasional PSSI dan pernah menjadi Ketua Umum PSSI. (Foto : dpd)

Oleh: AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

SETIAP peristiwa pasti ada hikmahnya. Dan pasti bisa kita ambil pelajaran. Termasuk peristiwa batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Under 20 Tahun. Jadi sudah tepat apa yang dikatakan Presiden Jokowi; Sudahi saling menyalahkan. Ambil pelajaran.

Ada empat aktor utama yang bisa kita jadikan topik bahasan untuk mengambil pelajaran. Pertama, striker Timnas U20 Hokky Caraka. Kedua, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Ketiga, Presiden FIFA Gianni Infantino. Dan keempat, Presiden PSSI Erick Thohir.

Lihat Juga

Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat

Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat

22 Agustus 2026
23
Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

22 Agustus 2026
25
Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal

Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal

21 Agustus 2026
86

Kita ambil pelajaran dari Hokky Caraka terlebih dahulu. Hokky Caraka disebut oleh media sebagai pemain Timnas Indonesia yang bereaksi paling vokal. Usai Piala Dunia U20 batal digelar di Indonesia.

Di sejumlah media sosial beredar kutipan kalimat Hokky Caraka yang mengungkapkan perasaan kesalnya. Ada dua yang saya anggap penting. Dan kedua statemen tersebut menuai pro kontra dari netizen.

Yang pertama, beredar kalimat dari Hokky; “Berjuang untuk kemerdekaan negara orang lain (Palestina). Tapi kalian semua merusak impian anak-anak bangsa sendiri. Mimpi Indah kawan-kawan. Sampai berjumpa lagi”.

Banyak yang membully Hokky di belantara medsos karena kalimat ini. Ada yang mengatakan tidak pernah ikut pelajaran PMP. Ada yang mengatakan tidak punya nasionalisme. Dan banyak lagi.

Saya pribadi sama sekali tidak menyalahkan apa yang disampaikan Hokky. Karena itu sama sekali bukan salah Hokky. Tetapi salah kita semua. Sebagai generasi tua. Generasi yang melahirkan angkatan gagap. Generasi yang membiarkan penerus kita hidup tanpa falsafah kebangsaan yang kuat.

Kita yang salah. Bukan Hokky. Karena sejak tahun 1928, pada tanggal 31 Agustus, Ki Hajar Dewantoro sudah mengingatkan kita semua. Beliau mengatakan; “Jika Anak didik tidak kita ajarkan nasionalisme dan kebangsaan, boleh jadi mereka akan menjadi lawan kita di masa yang akan datang”.

Dan pada tanggal 13 November 1998, Majelis Permusyawaratan Rakyat melalui Ketetapan MPR Nomor XVIII/MPR/1998, mencabut Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau P4 sebagai materi Pendidikan Ideologi yang diterapkan melalui Penataran P4. Dengan pertimbangan karena materi muatan dan pelaksanaannya sudah tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan bernegara.

Inilah tindakan frontal bangsa ini untuk memisahkan anak bangsa dari Ideologinya. Awal bangsa ini mulai meninggalkan Pancasila sebagai grondslag dan staats fundamental norm.

Sehingga wajar jika Hokky Caraka belum memahami secara utuh makna dari naskah Pembukaan dan implikasi pilihan politik bangsa ini yang diputuskan sejak pemerintahan Presiden Soekarno hingga hari ini.

Yang kedua, beredar screen shoot pernyataan Hokky yang mengatakan; “Makasih banyak pak, o iya kami tau pak, nasib bapak sudah terjamin, masa depan bapak juga sudah bagus. Sedangkan kami pak? Kami baru merintis karir menjadi lebih baik, tapi batu loncatan kita udah dihancurin sm bapak”.

Lagi-lagi saya tidak menyalahkan Hokky. Kalimat yang mengandung kedangkalan pemahaman akan masa depan kehidupan manusia adalah kesalahan kami generasi tua. Yang tidak mengajarkan secara utuh hakikat kehidupan di dunia kepada generasi penerus. Dimana manusia tidak mengetahui apa yang akan terjadi esok, dan rahasia di balik peristiwa.

Karena memang kita terlalu sibuk dengan wilayah materi. Sehingga kita lupa bahwa kita hidup di negara yang berketuhanan. Seperti tertuang dalam Pasal 29 ayat (1) Konstitusi kita. “Negara Berdasar Atas Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sehingga seharusnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsanya, Indonesia tidak hanya mencerdaskan otak. Tetapi juga mencerdaskan ruhani dan spritualitasnya.

****

Berikutnya pelajaran dari pernyataan Presiden Jokowi agar olahraga dan politik tidak dicampur aduk. Memang seharusnya politik dengan tujuan yang sangat pendek. Apalagi untuk pencitraan dan elektabilitas kontestasi pemilu harus kita hindarkan untuk menggunakan panggung olahraga.

Dan pelajaran penting yang harus kita ambil adalah, jangan ada lagi pembahasan nasib sepakbola di Istana Negara. Seperti yang sudah-sudah. Klub-klub berkumpul di Istana. Seolah menanti restu dan petunjuk Istana. Termasuk siapa calon yang dikehendaki memimpin PSSI dan lain sebagainya. Ini adalah tradisi di luar Sportiva. Mari kita akhiri.

Tetapi keputusan politik negara dalam koridor kebangsaan dan kedaulatan yang telah menjadi konsensus nasional harus diletakkan di atas segalanya. Oleh karena itu, effort kita seharusnya mendorong FIFA agar memberi ruang co-host kepada negara tetangga, untuk menggelar laga grup yang dihuni Israel. Atau secara ekstrim; mencoret Israel, seperti dilakukan FIFA terhadap Rusia di Piala Dunia Qatar.

Saya sejak bulan September 2022 sudah melontarkan gagasan untuk menjajaki kemungkinan Singapura sebagai co-host untuk memainkan laga grup yang di huni Israel. Tetapi PSSI dan Kemenpora tidak merespons.

Pelajaran untuk Presiden FIFA juga penting. Jangan ada standar ganda. Perbedaan perlakuan terhadap Rusia dan Israel diketahui dunia.

Jadi pesan saya untuk saudara Gianni Infantino, slogan football for hope, seharusnya juga memberi harapan bagi anak-anak Palestina yang tanahnya diduduki oleh Israel. Dan, anda juga seharusnya tahu, bahwa posisi Indonesia sebagai negara, menentang pendudukan yang terjadi sejak tahun 1948 itu.

Jika saudara tidak bisa berlaku adil, maka film dokumenter investigasi yang dirilis Netflix akhir tahun lalu, yang berjudul FIFA Undercovered akan mendapat pembenaran dunia.

Serial yang dibesut Daniel Gordon ini mengungkap berbagai masalah dalam tubuh FIFA. Mulai dari suap hak siar, skandal korupsi anggota komite eksekutif FIFA, korupsi petinggi federasi sepak bola antar benua, hingga strategi politik yang dijalankan oleh para petinggi FIFA untuk merebutkan kekuasaan di FIFA.

Dan terakhir untuk Presiden PSSI, Adinda Erick Thohir. Sudah, relakan yang terjadi. Bersihkan saja karangan bunga di kantor PSSI itu. Segera berbenah untuk menata lagi.

Jakarta, 31 maret 2023

Penulis adalah Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, pernah menjadi Ketua Badan Tim Nasional PSSI dan pernah menjadi Ketua Umum PSSI

ShareTweetSendShare
Previous Post

Kapolres Pasaman Barat Ingatkan Orangtua Agar Larang Anak-anak Keluyuran Malam

Next Post

Bupati Eka Putra: Rencana Akhir April Menhan Prabowo Saksikan Pacu Kuda di Bukit Gombak

BeritaTerkait

Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat
Opini

Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat

22 Agustus 2026
23
Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur
Opini

Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

22 Agustus 2026
25
Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal
Opini

Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal

21 Agustus 2026
86
Fadly Amran Menikam Jejak; Luhak Nan Tuo, Walikota Padang dan Gubernur Sumbar
Opini

Fadly Amran Menikam Jejak; Luhak Nan Tuo, Walikota Padang dan Gubernur Sumbar

21 Agustus 2026
42
Saatnya Pusat Mendengar Daerah
Opini

Saatnya Pusat Mendengar Daerah

19 Agustus 2026
33
Maju Walikota Padang, Audy Joinaldy Tak Terbendung
Opini

Maju Walikota Padang, Audy Joinaldy Tak Terbendung

17 Agustus 2026
121
Next Post
Bupati Eka Putra: Rencana Akhir April Menhan Prabowo Saksikan Pacu Kuda di Bukit Gombak

Bupati Eka Putra: Rencana Akhir April Menhan Prabowo Saksikan Pacu Kuda di Bukit Gombak

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,862)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,787)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,073)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,754)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,221)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,680)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (34,525)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,150)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,447)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,536)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
195
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
394
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
507
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
253
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
132
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
173
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
141
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
208
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
146

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In