• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Senin, Agustus 24, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Alat Musik Tradisional Minangkabau

31 Maret 2023
in Opini
Reading Time: 4min read
Views: 3,201
Hasanah Yolanda, Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau Fakuktas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand). (Foto : Dok)

Oleh: Hasanah Yolanda

INDONESIA adalah negara yang kaya dengan berbagai macam ragam budaya, musik, tradisi, tari, lagu, alat musik dan banyak lainnya. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing.

Seperti halnya dengan salah satu provinsi berikut ini, yakni Sumatra Barat, yang merupakan salah satu bagian dari provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam.

Lihat Juga

Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat

Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat

22 Agustus 2026
23
Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

22 Agustus 2026
25
Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal

Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal

21 Agustus 2026
87

Perlu dipahami bahwa Sumatra Barat tak hanya terkenal dengan kulinernya yang enak dan lezat saja, tetapi juga alat musik tradisionalnya.

Sumatra Barat atau yang lebih dikenal dengan Minangkabau, kesenian atau alat musik tradisionalnya memperoleh pengaruh dari alat musik Melayu.

Pada tahun 635 sampai tahun 1600-an, musik Melayu seperti Qasidah dan Gurindam dimainkan di Sumatra Barat, seiring dengan penyebaran agama Islam di Sumatra Barat. Alat musik tradisional Minangkabau biasa juga disebut dengan Karawitan. Alat musiknya pun bisa dikelompokkan menjadi empat macam, mulai dari alat musik yang dipukul, alat musik yang dipetik, alat musik yang ditiup, dan alat musik yang digesek.

Alat Musik Pukul

Pertama, Talempong, yang merupakan sebuah jenis alat musik tradisional Minangkabau, alat musik ini terbuat dari logam campuran. Bentuknya bulat dan di bagian tengah alat musik ini diberi tonjolan bulat. Pemukul talempong terbuat dari kayu yang berukuran sebesar ibu jari. Talempong pun juga terbagi menjadi dua jenis yaitu model yang pertama disebut model saron dan model yang kedua disebut model gambang pada gamelan.

Kedua, Gandang, yang merupakan sebuah alat musik tradisional Minangkabau, termasuk alat musik pukul yang dimainkan bersama dengan talempong. Bentuk alat musik Gandang ini berbentuk seperti tabung atau sekunder. Tutupnya terbuat dari kulit sapi dan juga bisa terbuat dari kulit kambing. Gandang pun memiliki dua bentuk ada yang tertutup sebelah saja dan ada juga yang tertutup keduanya. Gandang yang tertutup sebelah yaitu indang dan rabana. Ukuran indang lebih kecil dari pada ukuran rabana. Gandang yang tertutup keduanya disebut dengan nama Tansa ukuran Tansa pun lebih besar. Dan selain itu ada juga Gandang keling dan Gandang tabuik.

Ketiga, Kateuba, yang merupakan salah satu alat musik tradisional Sumatra Barat yang berasal dari kepulauan Mentawai. Alat musik Kateuba ini biasa juga dikenal dengan nama Gajeuma.

Alat musik ini biasa dimainkan dengan cara dipukul. Kateuba biasa dimainkan pada saat acara tertentu saja seperti perayaan adat, upacara budaya, ritual keagamaan, dan lain sebagainya.

Fungsi lain dari alat musik ini adalah sebagai pengiring tari adat Sumatra Barat yang disesuaikan dengan jenis acara.

Alat musik Kateuba terbuat dari bahan kayu, rotan, hingga kulit binatang. Cara membuatnya dapat dibedakan menjadi beberapa tahap pembuatan.

Alat Musik Tiup

Pertama, Saluang, yang merupakan alat musik tradisional Minangkabau. Saluang merupakan alat musik yang terbuat dari bambu tipis atau orang Minangkabau menyebutnya dengan nama talang, ujung dan pangkalnya terbuka. Pada bagian tengah-tengah bambu itu diberi empat buah lobang nada.

Cara memainkan alat musik ini adalah dengan cara ditiup salah satu ujungnya dan lobang nada di mainkan dengan jari.

Kedua, Bansi, merupakan salah satu jenis alat musik tradisional Minangkabau yang bentuknya hampir sama dengan Saluang. Hanya saja ukurannya yang berbeda, ukuran Bansi lebih kecil dan panjangnya  lebih kurang limabelas sentimeter. Dan garis di tengahnya kurang lebih dua sentimeter.

Pada salah satu ujungnya ditutup dengan kayu, di tengah-tengah kayu itu diberi celah dan memiliki lima sampai enam lubang nada.

Ketiga, Pupuik Batang Padi, merupakan salah satu jenis alat musik tradisional Minangkabau yang terbuat dari batang padi, dan ada juga yang terbuat dari tanduk kerbau. Pada bagian ujung batang padi dililitkan daun kelapa.

Cara memainkan alat musik ini adalah dengan cara ditiup pada bagian ujung dan jari tangan di mainkan pada lobang yang dibuat di tengah-tengah.

Ke-empat, Pupuik Tanduak. Sumatra Barat juga mempunyai jenis alat musik tradisional yaitu Pupuik Tanduak. Sama seperti namanya Pupuik Tanduak ini terbuat dari tanduk kerbau. Bentuknya seperti terompet yang semakin Kedung semakin mengembang. Bentuknya yang seperti terompet membuat Pupuik Tanduak ini menghasilkan suara yang keras dan melengking seperti terompet. Maka tak heran suara Pupuik Tanduak ini dapat terdengar dari jarak yang jauh.

Pupuik Tanduak ini biasa digunakan untuk pengumuman dan juga untuk mengumpulkan masyarakat agar dapat berkumpul bersama disumbat suara.

Cara membuat alat musik ini cukup mudah, dengan cara memotong ujung tanduk dan dibuat rongga hingga bagian ujung.

Alat Musik Gesek dan Petik

Pertama, Rabab, merupakan alat musik tradisional Minangkabau. Rabab adalah satu-satunya alat musik Minangkabau yang dimainkan dengan cara di gesek. Rabab dimainkan dengan cara di gesek sama seperti alat musik biola dengan yang duduk baselo, tangan kiri memegang Rabab dan tangan kanan menggesek dawainya.

Kedua, Kecapi dan Genggong. Alat musik ini merupakan alat musik tradisional Minangkabau. Kecapi sebenarnya bukanlah alat musik asli Minangkabau, melainkan hasil pengaruh budaya Arab di zaman dahulu.

Kecapi terbuat dari bahan kayu. Panjangnya lebih kurang enam puluh sentimeter, semakin ke ujung semakin kecil. Sedangkan genggong terbuat dari karet.

Cara memainkannya dengan mendekatkan ke mulut, setelah itu dipetik. *)

Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau Fakuktas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Walikota Fadly Amran Lulus Uji Kepatutan Calon Penerima Anugerah Tinarbuka 2023 KI Pusat

Next Post

Kapolres Pasaman Barat Ingatkan Orangtua Agar Larang Anak-anak Keluyuran Malam

BeritaTerkait

Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat
Opini

Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat

22 Agustus 2026
23
Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur
Opini

Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

22 Agustus 2026
25
Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal
Opini

Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal

21 Agustus 2026
87
Fadly Amran Menikam Jejak; Luhak Nan Tuo, Walikota Padang dan Gubernur Sumbar
Opini

Fadly Amran Menikam Jejak; Luhak Nan Tuo, Walikota Padang dan Gubernur Sumbar

21 Agustus 2026
42
Saatnya Pusat Mendengar Daerah
Opini

Saatnya Pusat Mendengar Daerah

19 Agustus 2026
33
Maju Walikota Padang, Audy Joinaldy Tak Terbendung
Opini

Maju Walikota Padang, Audy Joinaldy Tak Terbendung

17 Agustus 2026
121
Next Post
Kapolres Pasaman Barat Ingatkan Orangtua Agar Larang Anak-anak Keluyuran Malam

Kapolres Pasaman Barat Ingatkan Orangtua Agar Larang Anak-anak Keluyuran Malam

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,862)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,787)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,073)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,754)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,221)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,680)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (34,525)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,150)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,447)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,536)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
195
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
394
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
507
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
253
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
132
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
173
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
141
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
208
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
146

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In