• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, Agustus 12, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Tradisi Balimau Menyambut Bulan Suci Ramadhan

25 Maret 2023
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 1,058
Aisah Sulia Fitri, Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand). (Foto : Dok)

Oleh: Aisah Sulia Fitri

INDONESIA merupakan negara yang kaya dan melimpahnya budaya dan tradisi. Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan dan ciri khasnya masing-masing, baik dari segi bahasa, pakaian adat, tarian, musik, makanan, maupun upacara adat.

Salah satu tradisi unik dalam budaya Indonesia adalah acara balimau sebelum puasa Ramadhan, yang biasa dilakukan oleh masyarakat Minangkabau.

Lihat Juga

Mengakhiri Pecah Kongsi Pimpinan Pemda

Mengakhiri Pecah Kongsi Pimpinan Pemda

7 Agustus 2026
26
Jalan Tol dan Tanah Ulayat: Mencari Titik Temu

Jalan Tol dan Tanah Ulayat: Mencari Titik Temu

1 Agustus 2026
28
Jangan Kotori Kertas Putih Praja Muda

Jangan Kotori Kertas Putih Praja Muda

30 Juli 2026
21

Balimau sebelum puasa adalah sebuah ritual tradisional yang dilakukan sebagai persiapan menghadapi bulan puasa yang merupakan bulan yang sakral dimana seluruh umat muslim diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh.

Sebagai persiapan menghadapi bulan puasa, masyarakat Minangkabau melakukan ritual balimau yang dipercaya dapat membersihkan diri dari segala macam dosa dan keburukan.

Tradisi Balimau adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat, sebagai bagian dari persiapan menjelang bulan puasa Ramadhan.

Tradisi ini dilakukan dengan cara mandi bersama di tepian sungai atau tempat pemandian umum menggunakan air jeruk nipis yang dicampur dengan daun sirih dan bunga melati.

Adapun tradisi yang mirip dengan balimau yaitu meugang dari Aceh. Tradisi balimau dipercaya sudah ada pada abad ke-19 pada masa penjajahan Belanda. Awalnya tradisi ini merupakan bentuk ritual dimana pada hari terakhir bulan Sya’ban seseorang diwajibkan mandi keramas dengan limau, setelah itu barulah seseorang berniat berpuasa Ramadhan esok harinya.

Tradisi ini sangat digemari masyarakat Minangkabau, khususnya remaja dan anak-anak.

Latar belakang tradisi ini muncul adalah membersihkan diri secara lahir dan batin sesuai dengan ajaran agama Islam yaitu menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa. Zaman dahulu tidak semua orang bisa mandi dengan bersih karena tidak dapat memenuhi kebutuhan seperti sabun, kekurangan air atau sebagainya.

Akan tetapi pada saat itu pengganti sabun di beberapa wilayah Minangkabau adalah limau atau disebut juga dengan jeruk nipis karena dapat melarutkan keringat atau minyak di tubuh.

Namun pada 2020, tradisi balimau ditiadakan karena virus Corona mewabah ke seluruh penjuru dunia. Akan tetapi setahun setelahnya tradisi ini kembali dilakukan.

Acara balimau sebelum puasa biasanya dilakukan pada siang hari, tepat sehari sebelum bulan Ramadhan tiba. Pada acara ini, masyarakat Minangkabau berkumpul di sebuah tempat yang telah disiapkan oleh panitia.

Tempat ini biasanya merupakan sebuah lapangan terbuka atau sebuah halaman rumah yang luas. Setiap orang yang datang harus membawa seekor ayam jantan yang masih muda.

Para tokoh adat, seperti datuk, ninik mamak, dan tokoh masyarakat lainnya, hadir saat akan dimulainya acara balimau. (Foto : Dok)

Setelah semua orang berkumpul, acara dimulai dengan memperkenalkan para tokoh adat yang hadir, seperti datuk, ninik mamak, dan tokoh masyarakat lainnya. Kemudian, para tokoh adat akan memimpin doa dan membacakan ayat-ayat suci Al-Quran.

Setelah itu, acara balimau dimulai. Masyarakat yang hadir akan membawa ayam-ayamnya dan mencelupkannya ke dalam wadah yang berisi air campuran daun sirih dan bunga rampai.

Air ini dipercaya dapat membersihkan diri dari segala macam dosa dan keburukan. Acara balimau sebelum puasa bukan hanya sekadar membersihkan diri dari dosa dan keburukan, namun juga sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi antara masyarakat.

Pada acara ini, masyarakat akan saling berjabat tangan dan bercengkerama, serta saling bermaafan jika ada kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu. Hal ini bertujuan untuk memulai bulan puasa dengan hati yang bersih dan damai.

Seiring berjalannya waktu tradisi ini pun mengalami perubahan salah satunya adalah penambahan ornamen-ornamen seperti pesta musik, yang seharusnya tidak ada dalam tradisi tersebut.

Adapun perubahan yang mencolok dari tradisi balimau ini yang seharusnya sebagai tradisi menyucikan diri dan tradisi menyambut bulan Ramadhan, akan tetapi sekarang dijadikan alasan untuk pergi hura-hura dan berpacaran. Bagi remaja tradisi ini hanyalah simbol, balimau dijadikan alasan agar mendapatkan izin dari orangtua.

Perubahan yang terjadi dalam tradisi balimau diakibatkan oleh perubahan perilaku masyarakat Minangkabau dalam merayakannya. Perubahan perilaku ini terjadi akibat dari perkembangan zaman. Selain faktor zaman, faktor lainnya adalah kurangnya pendidikan atau pengenalan tradisi-tradisi sejak dini, hingga salah memaknai tentang tradisi balimau.

Namun, meskipun acara balimau sebelum puasa telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Minangkabau selama berabad-abad, beberapa pihak mengkritiknya karena dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Sehari sebelum dilaksanakan tradisi balimau, adapun tradisi yang wajib dilakukan yaitu tradisi bantai. Tradisi bantai berasal dari Sumatera Barat, khususnya Minangkabau.

Tradisi ini adalah menyembelih hewan kerbau ataupun sapi. Tradisi ini dilaksanakan setahun tiga kali yaitu bulan Ramadhan, Idul Adha, dan Idul Fitri. Hewan tersebut dibeli oleh warga atau kelompok. Hewan yang telah dibeli diikat di lapangan tempat hewan tersebut disembelih hingga diperjualbelikan. Masyarakat akan menjaga tempat penyembelihan itu, dan memeriahkan acara tersebut.

Hewan yang dibeli secara bersama-sama disembelih dan dibagi-bagikan adapun yang dijual kepada masyarakat untuk dikonsumsi menjelang Ramadhan. Daging tersebut bisa diolah menjadi rendang, gulai kari, ataupun gulai kalio.

Selain itu juga ada tradisi malamang  yang dilakukan untuk menyambut bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan sebagai rasa syukur atas nikmat Allah  yang telah diberikan serta menyambut bulan yang suci dan penuh berkah.

Menurut pendapat penulis tradisi balimau diwariskan secara turun-temurun, bahkan masih ada hingga sekarang.

Adapun masyarakat Nagari Abai di Kabupaten Solok Selatan masih menjaga dan melestarikan tradisi ini. *)

Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Kapolres Pasaman Barat Pantau Stok dan Harga Sembako di Pasar Simpang Tiga

Next Post

Nilai Sistem Legislasi RI Lemah dan Mudah Didikte, Sultan: Harus Ada Mekanisme Pengujian RUU

BeritaTerkait

Mengakhiri Pecah Kongsi Pimpinan Pemda
Opini

Mengakhiri Pecah Kongsi Pimpinan Pemda

7 Agustus 2026
26
Jalan Tol dan Tanah Ulayat: Mencari Titik Temu
Opini

Jalan Tol dan Tanah Ulayat: Mencari Titik Temu

1 Agustus 2026
28
Jangan Kotori Kertas Putih Praja Muda
Opini

Jangan Kotori Kertas Putih Praja Muda

30 Juli 2026
21
Rektor Unand Turun Gunung
Opini

Rektor Unand Turun Gunung

25 Juli 2026
110
“Jangan Sampai Ayat Ini Diketahui Para Poligamisme”
Opini

“Jangan Sampai Ayat Ini Diketahui Para Poligamisme”

25 Juli 2026
28
Jika ASN Menolak, Jabatan Melayang; Jika Menurut, Masuk Penjara
Opini

Jika ASN Menolak, Jabatan Melayang; Jika Menurut, Masuk Penjara

22 Juli 2026
36
Next Post
Nilai Sistem Legislasi RI Lemah dan Mudah Didikte, Sultan: Harus Ada Mekanisme Pengujian RUU

Nilai Sistem Legislasi RI Lemah dan Mudah Didikte, Sultan: Harus Ada Mekanisme Pengujian RUU

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,811)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,736)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,025)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,700)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,167)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,623)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (34,264)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,099)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,395)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,490)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
190
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
388
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
507
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
252
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
128
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
171
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
139
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
208
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
144

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In