• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Kamis, September 24, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Buya Syafii, Kampung Halaman, dan Muhammadiyah

27 Mei 2022
in Opini
Reading Time: 2min read
Views: 8,705

Oleh: Erik Tauvani

//forumsumbar//

SEBUAH peribahasa berbunyi: Setinggi-tinggi bangau terbang, hinggap di bubungan juga. Artinya, betapa pun jua orang jauh merantau, ada saatnya ia akan kembali ke kampung halaman. Kembalinya ia bisa diartikan secara fisik dan non fisik, baik berupa perhatian, manfaat, pengaruh, dan lain-lain.

Lihat Juga

Antara Fadly Amran, Krismadinata dan Aturan Pilkada

Antara Fadly Amran, Krismadinata dan Aturan Pilkada

22 September 2026
65
Catatan Wiztian Yoetri: “Sulteng Berjemaah”

Catatan Wiztian Yoetri: “Sulteng Berjemaah”

21 September 2026
33
Menelisik Fenomena “Deep-state”

Menelisik Fenomena “Deep-state”

18 September 2026
21

Adalah Buya Safii Maarif, berlaku padanya peribahasa di atas. Guru Bangsa ini pada 31 Mei 2022 berusia 87 tahun. Meskipun usia telah dan kian menua, rasa cinta dan perhatiannya pada kampung halaman tak pernah pudar sedikit pun.

Pada 22 April 2022, Buya mengirimkan sebuah pesan via WA. Kata Buya, “Pada saatnya saya ingin bicara dari hati ke hati dengan Erik dan Ribas, jika mungkin kita atur Ahad depan saat saya berjemur, sekalipun kesehatan saya belum normal. Trim. Maarif.”

Bagi saya, sebelum ada pembicaraan dari hati ke hati, pesan tersebut telah terlebih dahulu masuk ke hati namun membuat perasaan tidak tenang. Apa yang hendak Buya bicarakan? Ahad pagi, 24 April 2022, saya menemui Buya di halaman masjid Nogotirto sambil menemani ia berjemur di bawah pancaran sinar mentari. Ribas yang sedianya ikut hadir memohon izin karena sudah mudik ke Aceh.

Pernapasan Buya yang masih belum normal akibat sakitnya beberapa waktu lalu, membuatnya langsung menyampaikan inti pembicaraan. Buya ingin kami menyusun sebuah buku tentang perjalanan sejarah Muhammadiyah di Sumpur Kudus!

Setelah sukses mengutus dua anak panah Muhammadiyah ke kampung halamannya sejak hampir dua tahun lalu, Buya ingin supaya Muhammadiyah di sana bangkit dan bersinar kembali seperti masa-masa awal sebelum pecahnya peristiwa PRRI.

Peristiwa inilah yang membuat Muhammadiyah di Sumpur Kudus mati suri selama sekitar 40 tahun. Pada tahun 2000 Muhammadiyah dihidupkan kembali namun sungguh tidak mudah dan tertatih-tatih. Hingga tahun 2020 dua anak panah Muhammadiyah, Sidiq dan Inggit, dilesatkan dari Yogyakarta.

Bagi Buya, kiprah dua anak panah Muhammadiyah selama hampir dua tahun yang gemilang ini telah membuka pintu bagi masuknya upaya untuk membangun kampung halaman, khususnya dalam hal pendidikan agama yang mencerahkan bagi masyarakat.

Pada 13-21 Maret 2022, saya berkesempatan mengunjungi dua anak panah Muhammadiyah di Nagari Sumpur Kudus dan Calau. Lima hari sebelum berangkat ke Minangkabau, saya berpamitan kepada Buya Syafii secara langsung yang saat itu masih dirawat di PKU Muhammadiyah Gamping.

Mendengar kabar rencana keberangkatan itu, Buya bahagianya bukan kepalang. Senyuman itu tak dapat disembunyikannya. “Hebat! Hebat! Anda harus merasakan masakan orang kampung saya, enak sekali! Segera beri tahu Asmul!” kata Buya.

Di nagari ini nama Buya begitu harum. Salah satunya tentu karena kiprahnya dalam membangun kampung halaman, baik secara fisik maupun non fisik. Kepercayaan itu diberikan kepada mereka yang tulus dan lurus untuk dakwah Muhammadiyah. Meskipun jauh di mata, bagi Buya kampung halaman selalu dekat di hati.

Sejak belia, Buya dididik di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Sumpur Kudus. Kemudian lanjut ke Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Balai Tengah, Lintau. Lalu Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Pendidikan formal 12 tahun ia tempuh secara penuh di Muhammadiyah.

Kampung halaman dan Muhammadiyah telah berjasa membentuk seorang Buya Syafii. Maka tak heran jika Buya kini berusaha berbuat semampunya untuk keduanya, meskipun sesungguhnya tak ada harap kembali. Kebaikan berbalas dengan kebaikan.

Doa setulusnya, semoga Buya selalu dirahmati Allah, diberikan kesehatan dan kekuatan. Rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik, demikian tertera dalam surat al-A’raf ayat 56.

Penulis adalah Kader Muhammadiyah

 

Erik Tauvani. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Rektor Unand Berduka, Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia

Next Post

OSO Terpilih Kembali Jadi Ketua Umum DPP Gebu Minang

BeritaTerkait

Antara Fadly Amran, Krismadinata dan Aturan Pilkada
Opini

Antara Fadly Amran, Krismadinata dan Aturan Pilkada

22 September 2026
65
Catatan Wiztian Yoetri: “Sulteng Berjemaah”
Opini

Catatan Wiztian Yoetri: “Sulteng Berjemaah”

21 September 2026
33
Menelisik Fenomena “Deep-state”
Opini

Menelisik Fenomena “Deep-state”

18 September 2026
21
Akankah Jalur Kepala Daerah Kembali Menduduki Tahta Sumbar Satu?
Opini

Akankah Jalur Kepala Daerah Kembali Menduduki Tahta Sumbar Satu?

15 September 2026
101
Jangan Paksa Daerah Otonom Berutang
Opini

Jangan Paksa Daerah Otonom Berutang

13 September 2026
16
Jabatan Habis, Jangan Cari Pintu Belakang
Opini

Jabatan Habis, Jangan Cari Pintu Belakang

10 September 2026
18
Next Post
OSO Terpilih Kembali Jadi Ketua Umum DPP Gebu Minang

OSO Terpilih Kembali Jadi Ketua Umum DPP Gebu Minang

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (41,010)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,923)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,222)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,895)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,380)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (35,103)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,840)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,306)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,598)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,677)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
201
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
418
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
522
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
263
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
143
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
180
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
157
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
218
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
157

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In