Oleh : Wiztian Yoetri (Wartawan Senior)
SETIAP pemimpin daerah selalu memiliki mimpi membuat sebuah perubahan di wilayah kerjanya. Setiap pemimpin juga ingin namanya dikenang harum atas kepemimpinannya. Begitu juga Wali Kota Pariaman, Genius Umar. Punya mimpi agar Kota Pariaman mengalami perubahan yang signifikan.
Pada diskusi terbatas dengan Pak Wali, ia mengungkapkan beberapa program strategis sedang dikerjakannya. Sebagai warga kota, saya sedikit terperanjat, mimpi yang itu segera menjadi kenyataan. Mimpi banyak orang, warga Kota Pariaman. Apa itu?
Salah satu program pembangunan itu adalah Waterfront City. Apa pula itu? Setelah membaca dari berbagai literatur, baru mengerti. Kira-kira artinya, pengelolaan bantaran sungai-sungai di tengah kota atau pembangunan di kota pesisir. Konsep ini dicetus James Rouse (JR) pada tahun 70an. Saat itu ia melihat kota-kota bandar di Amerika Serikat begitu kumuh. Salah satu kajian JR adalah Kota Baltimore. Melalui ide-ide cemerlang dan visioner sebagai seorang kaum urban, ia mampu memulihkan Baltimore dari resesi ekonomi. Inilah dasar konsep pembangunan kota pantai atau kota pesisir, dilahirkan para pakar-pakar tata kota.
Waterfront City dapat diartikan secara harfian daerah-daerah tepi laut, atau berbatasan dengan air, daerah pelabuhan, daerah-daerah yang dilalui aliran sungai. Pembangunan kota pesisir sudah dilakukan di banyak kota di dunia, seperti banyak kita lihat di foto-foto wisata, sebuah kota yang indah dengan pemanfaatan bantaran sungai yang baik, bersih, indah dan nyaman.
“BRI akan membantu Waterfront City Pariaman melalui CSR di tahun ini,” ungkap Genius Umar, dengan rona optimis dan bahagia. Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Coorporate Social Responsibility (CSR) akan ambil bagian dan memiliki kepentingan untuk Waterfront City, inilah yang mengejutkan. Ternyata Waterfront City tak hanya bersumber Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD). “Juga dana dari Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR), Rp10 Miliar tahun ini. Tahun depan Rp16 Miliar lagi,” ungkap Genius.
Melihat dan mendengar paparan itu Pak Genius, penulis bahagia. Mimpi membuat Pariaman tacelak satu-satu mulai direalisasikan dalam program-program yang nyata oleh Genius. “PT. PLN Persero sudah memulainya, di sisi arah Kantor PLN Pariaman. Pemko melalui APBD, menyiapkan dana pendampingnya,” tambahnya.
Pembaca budiman, sisi-sisi sungai di Kota Pariaman — Batang Air Pampan– akan dikeroyok sedemikian rupa demi terhimpunnya konsep Waterfront City. Saya membayangkan sebuah kota seperti Amsterdam, dimana air jernih, lalu lintas di atasnya sebagai wahana baru bagi warga kota dan pengunjung kota menikmatinya setiap waktu. Alangkah indahnya Pariaman. Tak hanya menunggu pesta Tabuik untuk ramai, tetapi dikunjungi karena lanskap dan ikonik baru dilahirkan dari tangan dingin pemimpinnya.
Pariaman sangat tepat dibangun dengan pendekatan Waterfront City Development. Secara geografi memiliki kontak visual dan fisik dengan air baik sungai maupun laut. Pendekatan ini memang berorientasi ke perairan, bukan meninggalkannya, apalagi membiarkannya membusuk dan menghitam.
Ketika ditelusuri lebih jauh, menurut direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Waterfront City adalah kawasan potensial yang perlu dikembangkan, yang memudahkan kehidupan di sekitar muara sungai seperti hubungan transportasi antara dunia luar dan kawasan pedalaman, memiliki kondisi geografis yang terlindung dari hantaman gelombang dan serangan musuh.
“Tim BRI datang ke saya, kata mereka cuma Kota Pariaman yang dibantu dengan program Waterfront City ini. Kita berterima kasih sekali, bantuan serupa ini sangat mendukung Pariaman sebagai kota sehat (healthy city) dan kota wisata (tourism city),” kata Genius.
Ini tentu saja bukti lobi Genius patut diapresiasi oleh warga kota, serta memiliki harapan besar agar menjadi titik bangkit gairah ekonomi kota. Kita perlu mendukungnya agar terealisasi dengan baik dan benar. Warga kota perlu juga memberi masukan, sebagai bagian dari pembangunan, bisa menerima manfaat dan tidak digeser oleh pembangunan itu. Inilah harapan kita, membangun untuk warga kota, membangun untuk bersama. Selamat bekerja, pak wali.*)
Sumber : Tulisan yang sama telah terbit di TERAS UTAMA, Padang Ekspres, Jumat 18 Oktober 2019























