Oleh: Wiztian Yoetri
//forumsumbar//
PEKAN lalu, Walikota Pariaman Genius Umar me-launching Calender of Event Pariwisata Kota Pariaman Tahun 2022 di Gedung Mahligai Bungsu Bangkinang, Kabupaten Kampar.
Tidak tanggung-tanggung, Calender of Event itu, dikemas dalam 77 event. Dan event-event tersebut akan bergulir dalam kurun satu tahun, Januari hingga Desember sepanjang tahun 2022.
Mengapa harus di Kampar di-launching? Jawabnya sederhana, karena penyumbang terbesar wisatawan yang datang ke Pariaman selama ini, berasal dari Provinsi Riau. Dan, kegiatan launching itu berbarengan dengan pelantikan pengurus Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Kabupen Kampar.
Melalui Launching Calender of Event (CoE) Pariwisata, ada dua hal nampaknya yang ingin “dikejar” Walikota Genius, disatu sisi ingin melibatkan perantau menjadi penyebar informasi aktivitas pariwisata di Kota Pariaman. Sebagai agent of public.
Dan, kedua, mendorong perantau untuk berinvetasi membangun kampung halaman, terutama untuk sektor pariwisata. Sebab, pembangunan sektor pariwisata sedang gencar-gencarnya dilakukan. Beragam telah tumbuh desa-desa wisata melalui Pokdarwis dan sepanjang aliran Water Front City (WFC).
Kita, melihat langkah Wako Genius mendorong sektor wisata ini tumbuh subur , sebagai sebuah strategi dalam mengangkat ekonomi rakyat. Terutama untuk mendorong masyakat yang selama ini berpenghasilan kecil dan menengah untuk meraih pendapatan maksimal. Pendapatan yang langsung masuk untuk menambah pundi-pundi.
Lewat event demi event, bisa membuka usaha dagang dan ekonomi; mulai dari menjual makanan khas Pariaman, berjualan nasi sala, nasi baka hingga menjual ladu, kue sapik, dan beragam lapek hingga menjual souvenir, karena Pariaman kini ramai setiap hari. Selain sektor perhotelan ikut menggeliat.
Dengan kehadiran event pariwisata, akan melengkapi kehadiran objek-objek wisata yang telah ada seperti pantai Sunua, Karan Aur Taluk, hingga pantai Gandoriah, pantai penyu, pantai Manggung dan Naras yang sepanjang hari terkenal dengan kuliner dengan beragam makanan spesifik.
Walikota Genius menyebutkan dengan target 2 juta wisatawan, diprediksi uang beredar sepajang satu tahun event pariwisata di kota Pariaman mencapai 200 Milyar. Artinya, terjadi putaran dan pergerakan ekonomi yang luarbiasa. Tentu sebagian akan masuk ke sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD), selain masuk ke kantong masyarakat yang hidup dari berbagai usaha.
Maka, sejalan dengan Calender of Event Pariwisata Kota Pariaman 2022, dengan event unggulan Festival Hoyak Tabuik, Silek on TheSea dan Festival Indang, akan menjadikan kota Pariaman sebagai kota tujuan wisata. Pariaman yang selama ini ramai di bulan Tabuik, kini ramai sepanjang hari. Dan satu-satunya objek wisata yang Kereta Api langsung masuk ke lokasi wisata.
Seiring terangkatnya perekonomian masyarakat lewat sektor pariwisata. Artinya, duet kepemimpinan Genius-Mardison, berhasil membangun kesejahteraan rakyatnya, merebut hati masyarakatnya, dengan menjadikan Pariaman sebagai kota kebanggaan bersama.
Memimpin itu Menderita
Agus Salim (1888-1954), tokoh pergerakan dan pahlawan nasional yang kita banggakan pernah mengutip pepatah kuno Belanda; leiden is lijden. Kira-kira berarti, jalan pemimpin bukan jalan yang mudah. Memimpin adalah jalan yang menderita.
Apa yang digerakkan oleh pasangan duet kepemimpinan Genius-Mardison adalah salah satu bentuk jalan menderita, dimana ia tak pernah diam untuk meningkatkan harkat dan martabat kepemimpinan yang dijalaninya. Mengembangkan sebuah kota tak boleh berhenti, bersenang-senang, apalagi berdiam diri. Pemimpin harus terus berpikir, bertindak, serta menginspirasi warga kota.
Itulah yang dilakukan oleh Wako Genius. Agaknya, kini perlu peran masing-masing warga kota untuk mengambil kesempatan dari apa yang dirintis oleh Wako Genius. Pariwisata adalah bisnis yang tiada habis, perlu polesan kebijakan, warga mengambil kesempatan, menyambut orang datang yang membawa uang. Jangan kecewakan mereka, buatlah kesan yang baik; bahwa ke Pariaman perlu berkali-kali karena memang layak untuk dikunjungi setiap waktu. Inilah strategi kepemimpinan modern dalam meningkatkan pendapatan daerah dan warga kota.
Atas semua itu, kita patut mendukung setiap kebijakan dengan niat baik dan tulus untuk kemajuan bersama. Hampir tak ada alasan untuk diam membiarkan pemimpin bekerja sendiri tanpa dukungan penuh dari warganya.*)
Penulis adalah Wartawan Senior
(Sumber: Tulisan yang sama sudah terbit pada Kolom “KOMENTAR” Harian SINGGALANG, Selasa 1 Maret 2022)






















