PADANG, forumsumbar —Perguruan tinggi, di samping melaksanakan fungsi mediasi, harus pula mampu menghidupkan bagaimana orang-orang di nagari menjadi pelaku atau aktor-aktor yang bisa menggerakkan pembangunan nagari dengan berbasiskan kearifan lokal.
Saat ini, pembangunan nagari itu tidak lagi bisa dilaksanakan secara top down, tetapi secara partisipatif. Bagaimana masyarakat nagari terlibat di dalam menentukan pembangunan sesuai dengan potensi masing-masing nagari.
“Kerjasama sangat dibutuhkan di dalam membangun nagari. Apakah itu di antara sesama nagari, atau nagari dengan rantau,” ujar budayawan Edy Utama saat menjadi pembahas di acara webinar Call for Paper IKA Unand Seri#4 dengan tema; Pembangunan, Lingkungan, Kesehatan dan Local Wisdom, Kamis (9/7) malam.
Edy Utama mencontohkan daerah Agam Tuo, dimana di kawasan itu masyarakat antar nagari bisa melakukan barter, karena masing-masing nagari memiliki produk yang khas, sehingganya antar nagari bisa saling tukar. Seperti Koto Gadang dengan peraknya, Ampek Angkek dengan berasnya, dan lainnya.
Pokoknya, sebut Edy, harus ada aktor-aktor di nagari yang mampu membangkitkan potensi nagari mereka. Menghidupkan aktor-aktor inilah yang harusnya menjadi perhatian bersama. Misalnya, katanya, bagaimana Limau Kamang yang terkenal dulu itu bisa kembali menjadi komoditi nagari, dan ini harus ada aktornya.
Persoalan ini diperkuat oleh Eri Gas Eka Putra, Direktur Nagari Development Center (NDC), yang ikut menjadi salah seorang penulis di buku Inspirasi Untuk Kedjajaan Bangsa, Call for Paper IKA Unand. Dikatakannya, kolaborasi itu adalah harga mati. Maksudnya, kerjasama antara nagari dan rantau itu sangatlah penting. Bakaba, bangun kampuang basamo, demikian jargonnya.
“Peran rantau dalam percepatan pembangunan nagari sangat strategis. Rantau bisa sebagai investor dari pembangunan nagari, melalui kerjasama dengan BUMNag atau BUMDes,” ujar Eri.
Turut menjadi pembahas Prof Raudha Thaib, Prof dr Masrul, Rahmat Hidayat, sementara dari penulis, selain Eri Gas, turut pula menyampaikan pandangannya, Wirda Nengsih, Suryani, Surya Tri Harto, Jeffri Argon dan Azwar Rasyidin.
Webinar yang dimoderatori dr Mulyadi Muchtiar, yang merupakan Ketua DPD IKA Unand Jabodetabek, dihadiri pula pimpinan Unand, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswan dan Alumni Insannul Kamil, serta Ketua Tim Call for Paper IKA Unand Ilhamsyah Mirman, yang bersama anggota tim lainnya nonton bareng di sekretariat IKA Unand Jl Ki Mangunsarkoro Ujung Gurun – Padang.
Menurut rencananya live webinar seri #5, yang merupakan seri terakhir dari bedah buku Inspirasi Untuk Kedjajaan Bangsa ini akan dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2020.
(Ika)























