SAWAHLUNTO, forumsumbar —Kecewa dengan tingkat kehadiran jajaran Eselon II, III dan IV Pemko Sawahlunto yang minim saat mengikuti Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 33 Tahun 2019, Kamis (15/8) di Aula OMTC Sungai Durian, membuat Walikota Deri Asta meradang.
Tidak hanya terkait kurangnya tingkat kehadiran jajaran pemerintahannya di kegiatan sosialisasi tersebut, Walikota Deri Asta juga menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dapat meningkatkan kinerja. “Saya memantau belakangan ini seperti terjadi penurunan semangat kerja dan kedisiplinan,” ujarnya.
Sosialisasi Permendagri No. 33 Tahun 2019 yang mendatangkan narasumber langsung dari Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri itu ditujukan bagi jajaran Eselon II, III dan IV yang terlibat dalam penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020. Sayangnya, jumlah peserta yang hadir, sampai pada pembukaan sosialisasi itu oleh Walikota Deri Asta, terpantau jajaran yang hadir hanya setengah saja dari keseluruhan undangan.
Sebab itu, Walikota Deri Asta memberikan peringatan khusus. Disebutkannya, hal ini sangat disayangkan sekali, seperti para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diundang menganggap sepele sosialisasi tersebut.
“Kok hanya sebanyak ini saja jajaran Eselon II, III dan IV yang hadir di sosialisasi ini? Ke mana yang lainnya? Bukannya bapak dan ibu sudah bisa mengerti bahwa sosialisasi Permendagri No. 33 Tahun 2019 ini bernilai penting sekali? Ini untuk menjadi referensi dan menambah kompetensi kita dalam menyusun APBD 2020 nanti. Saya melihat ada banyak perubahan dalam penyusunan APBD 2020 dibandingkan APBD tahun sebelumnya. Karena itu kita sangat butuh mengetahui dan memahaminya, langsung mendengarkan dari narasumber terkait di Direktorat Bina Keuangan Daerah Kemendagri. Malah hanya setengah saja undangan yang hadir. Ini jadi catatan khusus saya. Tolong nanti dikirimkan kepada saya lampiran absen sosialisasi ini,” tegas Deri.
Ditekankan Walikota Deri Asta, sosialisasi Permendagri No. 33 Tahun 2019 ini bukanlah acara seremonial saja, karenanya tak boleh dianggap sepele begitu saja. “Kita kan sudah sama tahu, bahwa dalam penyusunan, pembahasan segala macamnya terkait APBD ini banyak ditemui kendala, kesulitan, kesalahpahaman dan lainnya. Artinya kita butuh ilmu dan wawasan yang kompeten untuk menghadapi itu, sehingga ke depannya kita lebih baik, lebih efektif dan efisien dalam menyusun APBD tersebut. Dari mana ilmu dan kompetensi itu, ya dari kegiatan sosialisasi seperti ini. Makanya saya berharap tadi semua undangan benar-benar dapat hadir,” tutur Deri.
Masih berkaitan, Walikota Deri Asta turut menyinggung tentang semangat kinerja ASN ‘Kota Arang’ yang belakangan ini terpantau lemah. “Sejak dilantik sampai sekarang, saya memang ada memberikan semacam keleluasaan bagi bapak-ibu ASN. Jadi tidak terlalu banyak tekanan, tidak terlalu pontang-panting dengan target ini-itu segala macam. Namun ternyata, saya pantau belakangan ini, keleluasaan ini tidak disikapi dengan bijaksana. Sehingga malah menyebabkan melemahnya semangat kerja dan tingkat kedisiplinan,” sebut Deri.
Ke depan, Deri mengingatkan agar hal semacam itu dapat dibenahi. Sesuai dengan slogan untuk Kota Sawahlunto yang lebih baik, maka kinerja ASN juga harus semakin baik. “Saya tidak mau terus kinerja melemah seperti ini. Kita ini orang-orang pilihan yang diamanahkan bekerja untuk mengabdi melayani masyarakat. Mari kita perbaiki semangat dan disiplin kita, tingkatkan juga pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Sementara, Sosialisasi Permendagri No. 33 Tahun 2019 ini, memberikan pemahaman pada jajaran Eselon II, III dan IV untuk menyusun APBD Tahun Anggaran 2020 mendatang. Diketahui ada sejumlah perbedaan yang bakal ditemui untuk menyusun APBD tahun depan itu, sehingga perlu diberikan materi-materi terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman nantinya. Apalagi ini menyangkut regulasi dari pemerintah pusat, di mana tentu pemerintah daerah harus menyesuaikan diri dengan itu. (Rel)






















