JAKARTA, forumsumbar — Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis mengatakan istilah merantau sudah tak asing lagi bagi orang Minang. Tradisi merantau ini sendiri dapat diartikan perginya seseorang dari tempat asal untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
Kemudian dari budaya merantau, menurut Yuliandre, ada istilah mudik atau pulang kampung. Dimana menurutnya, saat ini kemajuan teknologi telah merubah segalanya. Salah satu, adanya istilah pulang kampung virtual.
“Istilah pulang kampung dari rantau sekarang tidaklah rumit, dalam forum ini kita bisa merasakan semangatnya pulang kampung. Budaya pulang kampung digital ini sederhana namun tidak keluar dari makna,” kata Yuliandre saat mengisi diskusi berbasis online dengan tema “Budaya Merantau Masyarakat Minang Dulu, Sekarang dan Masa yang Akan Datang” yang digelar Minang Diaspora Network Global (MDN-G), secara virtual, Sabtu (30/5).
Diskusi tersebut dihadiri banyak tokoh penting asal Minang, diantaranya mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim. Emil juga merupakan salah seorang di antara sedikit tokoh Minang yang berperan di kancah internasional.
Sebagai narasumber lainnya mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dalam Kabinet Indonesia Bersatu Meutia Farida Hatta dan Penulis buku Merantau Sepanjang Masa, Mochtar Naim, Prof Fasli Jalal, Suryadi dari Leiden Belanda, dan banyak lainnya.
Yuliandre Darwis yang merepresentasikan tokoh muda Minang di perantauan menyampaikan bahwa perantau muda Minang yang ia rasakan saat ini banyak yang telah sukses. Saat ini perantau muda Minang juga ikut berkontribusi untuk memajukan dengan berdirinya E-Commerce yang sangat sukses.
“Kekompakan perantau muda Minang tidak bisa dianggap sepele. Berbagai kesuksesan E-Commerce yang ada di Indonesia ada ikut campur, tidak terlepas dari karya anak muda Minang.” ucap Andre.
(Syahrul)























