• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Webinar Minang Diaspora, Suryadi: Trade Mark Minangkabau Bukan Sekadar Nasi Padang

10 Mei 2020
in Berita
Reading Time: 4min read
Views: 4,807

BELANDA, forumsumbar —Walaupun ada-pihak-pihak yang berpendapat bahwa budaya Minangkabau telah mengalami degradasi yang tajam, tetapi saat ini orang Minangkabau masih mengamalkan konsep; “Saiyo Sakato. Tagak surang dibulek’i, tagak basamo dipasamokan. Ka hilia sarangkuah dayuang, ka mudiak sarantak galah“.

Demikian disampaikan Surya Suryadi, Dosen Universitas Leiden Belanda, di laman fesbuknya Sabtu (9/5), setelah selesai webinar, Open Teleconference dengan tema “Dialog Ranah dan Rantau: Tantangan Pendidikan Generasi Muda Minangkabau di Era Revolusi Industri 4.0, Perubahan Kehidupan Masyarakat (Society 5.0), dan ‘New Normal’ Pasca-Pandemi Covid-19”, yang digagas oleh Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) Bidang Pendidikan.

“Orang Minangkabau harus bangkit dari romantisme masa lalu, tapi sejarah masa lampau adalah pelajaran dan ‘cermin terus’ yang berharga bagi generasi Minangkabau sekarang dan di masa depan,” ujar perantau Minang asal Pariaman yang menetap di Belanda ini, yang merupakan pakar filologi dan ahli penaskahan Nusantara.

Lihat Juga

Zero Findings, Divre II Sumbar Sukses Jalani Surveillance ke-1 ISO 27001:2022

Zero Findings, Divre II Sumbar Sukses Jalani Surveillance ke-1 ISO 27001:2022

1 Mei 2026
11
Pagelaran Busana Tradisional Tempo Dulu di Padang Pariaman, Bupati JKA: Lestarikan Budaya dan Wujudkan Kesetaraan Perempuan

Pagelaran Busana Tradisional Tempo Dulu di Padang Pariaman, Bupati JKA: Lestarikan Budaya dan Wujudkan Kesetaraan Perempuan

30 April 2026
52
Muhadarah PPMINI Tandikek Padang Pariaman Dihadiri Mahasiswa PKLT Korong Lubuak Aro dari Poltekkes Kemenkes Padang

Muhadarah PPMINI Tandikek Padang Pariaman Dihadiri Mahasiswa PKLT Korong Lubuak Aro dari Poltekkes Kemenkes Padang

30 April 2026
13

Suryadi mencatat, banyak gagasan yang muncul dalam pertemuan virtual selama lebih dari 2 jam itu, yang semuanya bermuara pada upaya “Mambangkik Batang Tarandam. Mangamehan nan taserak, maungumpuakan nan taicia”.

“Setidaknya ada beberapa hal yang dapat saya simpulkan dari pembicaraan tadi,” tukuk Suryadi yang banyak meneliti naskah-naskah klasik Nusantara itu.

WEBINAR –Suasana webinar yang diadakan Minang Diaspora Nerwork-Global. (Foto: Jhon Marbeta dan Gusdi Sastra)

Lebih lanjut Suryadi menyimpulkan; Pertama; Perkuat budaya dokumentasi. Kehebatan orang Minangkabau sejak akhir abad ke-19 agak terlupa untuk mendokumentasikan dan mengarsipkannya dengan baik. Sudah saatnya seluruh hasil literasi orang Minangkabau dihimpun sebagai bukti tentang sumbangan keilmuan dan kebudayaan / peradaban orang Minangkabau terhadap bangsa Indonesia dan dunia.

“Dengan adanya perpustakaan yang hebat, generasi Minangkabau masa depan dapat menyelami sejarah masa lampau nenek moyangnya dan tidak hilang dalam arus kebudayaan global yang tidak tentu arah. Dan suku-suku lain di negara ini, juga warga dunia, akan tahu bahwa trade mark Minangkabau bukan sekadar Nasi Padang,” sebutnya.

Kedua, Ciptakan dunia pendidikan yang appicable dan bekerjasama dengan dunia usaha dan juga dengan dunia pertanian di Sumatera Barat.

Sudah sejak dulu pendidikan yang membumi seperti ini ada di Minangkabau, seperti Sekolah Raja / Kweekschool Fort de Kock (Bukittinggi) dan Kweekschool Islamijah atau Mohammedan Lyceum di Lubuk Sikaping yang dipimpin oleh Abdoel Aziz Soetan Kenaikan.

“Konsep sekolah seperti itulah yang dikemukakan oleh Prof. Ismet Fanany (Australia) dalam pertemuan tadi. Di sekolah-sekolah seperti itu siswa tidak saja diajarkan tentang ilmu, tapi juga praktek pertanian, peternakan dan pertukangan. Gagasan Prof. Elfindri untuk melakukan spesifikasi pembidangan (indang tampih tareh), bukan sekedar penjurusan terhadap siswa saya nilai tepat dan urgen, sebagaimana sistem pendidikan di Belanda sejak dulu sampai sekarang,” tukasnya.

Konsepnya adalah, lanjut Suryadi, setiap orang dapat hidup dan maju jika benar-benar mendalami suatu bidang sesuai dengan minat dan kemampuan otaknya.

Ketiga, Perkuat kerjasama antara entrepreneurs dengan intelektual, baik di ranah maupun rantau, dan antara yang di ranah dan di tantas. Dulu, para pebisnis dan saudagar Minangkabau bersemangat menyisihkan uang mereka untuk menyekolahan anak-anak Minangkabau yang potensial dan cerdas.

“Kita masih ingat, misalnya, Taher Marah Soetan yang mendirikan Sarekat Oesaha yang kemudian mensponsori pembangunan Adabiyah School yang masih eksis sampai sekarang. Banyak saudagar dan pedagang di Pasar Mudiak dan daerah-daerah lainnya di Minangkabau dengan ringan tangan menyumbangkan uang untuk pembangunan sekolah Adabiyah,” ucapnya.

Leaflet webinar Minang Diaspora Network-Global. (Foto : Dok)

Para pedagang, bekerjasama dengan ulama dan ninik mamak, bersemangat mendirikan Studiefonds-studiefonds (yayasan beasiswa) untuk menghimpun dana yang digunakan untuk menyekolahkan anak kemenakan mereka, bahkan sampai ke Batavia dan Negeri Belanda.

Betapa hebatnya animo untuk mencapai kemajuan di kalangan orang Minangkabau pada waktu itu, sebut Suryadi, sehingga banyak studiefonds didirikan, seperti Studiefonds Minangkabau, Studiefonds Kota Gedang (yang paling maju, sampai mencari guru orang Eropa dan mengirim anak kemenakannya belajar ke Belanda), Studiefonds Batipuah, dan lain-lain.

Biaya pendidikan memang mahal. Sejak dulu, dan mestinya kini juga, orang Minangkabau tidak mau hanya menadahkan tangan kepada Pemerintah yang punya dana terbatas, apalagi sekarang.

“Oleh sebab itu, orang Minangkabau sekarang harus berinisiatif untuk menghimpun dana pendidikan guna meningkatkan kemajuan anak-kemenakan kita. Dalam konteks ini, kita boleh meniru dan merevitalisasi semangat kerjasama yang begitu hebat antara para saudagar Minangkabau dengan kaum intelektualnya di masa lampau. Bagi orang-orang kaya Minangkabau di masa kini, sumbangan mereka untuk kemajuan anak kemenakan kita adalah amal ibadah dan pahala yang akan terus mengalir tak henti-hentinya,” ujar Suryadi.

Kemudian, Keempat; Perkuat karakter anak didik / anak muda Minangkabau yang berlandaskan Islam tapi terbuka menerima berbagai perbedaan aliran pemikiran.

“Bukankah hal ini sudah tampak di kalangan intelektual Minangkabau sejak dulu, sebagaimana dikemukakan oleh budayawan Uda Edy Utama dalam pertemuan tadi,” katanya.

Tapi butir 4 ini menurut Suryadi adalah tantangan yang paling berat. Usulan dalam forum tadi yang mengatakan perlunya membuat sebuah sekolah yang khas Minangkabau adalah suatu keniscayaan dan menarik.

Persoalannya adalah: bagaimana Sumatera Barat dapat mengambil peluang otonomi di bidang pendidikan, kalau ada, yang memungkinkan memiliki ruang untuk berkreasi dengan tidak lari dari sistem pendidikan nasional?

“Saya mengatakan ini karena saya lihat banyak ‘kerusakan’ sudah terjadi dalam sistem pendidikan nasional, sejak dari kurikulum sampai kepada praktek-praktek di lapangan yang tampak makin menjerumuskan dunia pendidikan nasional ke dalam dunia bisnis. Tentu masih ada institusi-institusi pendidikan yang menunjukkan pengecualian,” tegas Suryadi.

Lebih lanjut disampaikan Suryadi, banyak ide lain yang muncul dalam diskusi tersebut, yang berada di luar 4 aspek di atas. “Apa yang saya catatan di sini tentu bukan sebuah kesimpulan yang lengkap,” ucapnya.

Sebagaimana diharapkan oleh banyak peserta pertemuan tadi, diharapkan langkah awal ini akan berlanjut ke langkah-langkah berikutnya yang bersifat lebih konkrit.

Prof. Fasli Jalal, pemimpin pertemuan dan sebagai senior, kata Suryadi, sudah mengatakan bahwa ini memang bukan pertemuan pertama untuk yang terakhir.

Semoga, harapnya, dalam pertemuan-pertemuan yang akan datang lebih banyak entrepreneurs dan pengambil kebijakan yang diikutsertakan. Juga tentunya akan lebih lengkap lagi jika generasi muda Minangkabau juga terwakili.

“Semoga kesatuan dan persatuan Minangkabau tetap terjaga, antara orang rantau dan ranah tetap “sahino samalu” sebagai orang Minangkabau. Dan sejarah dunia telah menunjukkan bahwa lenyap atau jayanya sebuah (suku) bangsa ada di tangan para pemimpin dalam sebuah kelompok masyarakat,” pungkasnya.

Pertemuan virtual ini diikuti sekitar lebih dari 500 orang Minangkabau dari ranah dan rantau melalui platform Zoom, yang mencakup kalangan budayawan, intelektual, scholars, entrepreneur, politisi, dan lain-lain. Tampak hadir Prof. Jurnalis Udin, Prof. Musliar Kasim, Dr. Fahmi Idris, Prof. Azyumardi Azra, Prof. Ismet Fanany, Buya Masoed Abidin, Prof. Elfindri, Edy Utama dan banyak tokoh-tokoh Minangkabau lainnya.

 

(Ika)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Yuliandre: Pelaku Usaha Harus Pakai Strategi Bisnis yang Tepat Saat Pandemi Covid-19

Next Post

Diskusi Virtual, IKA Unand Jabodetabek Kupas Tuntas Strategi Penanganan Dampak Corona

BeritaTerkait

Zero Findings, Divre II Sumbar Sukses Jalani Surveillance ke-1 ISO 27001:2022
Berita

Zero Findings, Divre II Sumbar Sukses Jalani Surveillance ke-1 ISO 27001:2022

1 Mei 2026
11
Pagelaran Busana Tradisional Tempo Dulu di Padang Pariaman, Bupati JKA: Lestarikan Budaya dan Wujudkan Kesetaraan Perempuan
Berita

Pagelaran Busana Tradisional Tempo Dulu di Padang Pariaman, Bupati JKA: Lestarikan Budaya dan Wujudkan Kesetaraan Perempuan

30 April 2026
52
Muhadarah PPMINI Tandikek Padang Pariaman Dihadiri Mahasiswa PKLT Korong Lubuak Aro dari Poltekkes Kemenkes Padang
Berita

Muhadarah PPMINI Tandikek Padang Pariaman Dihadiri Mahasiswa PKLT Korong Lubuak Aro dari Poltekkes Kemenkes Padang

30 April 2026
13
Hari Puisi Nasional 2026: Chairil Anwar Serasa Hidup Kembali di Taman Budaya Sumbar
Berita

Hari Puisi Nasional 2026: Chairil Anwar Serasa Hidup Kembali di Taman Budaya Sumbar

29 April 2026
54
Gelar Forum SLHD 2026, Bupati JKA: Pembangunan Tidak Boleh Abaikan Kelestarian Lingkungan
Berita

Gelar Forum SLHD 2026, Bupati JKA: Pembangunan Tidak Boleh Abaikan Kelestarian Lingkungan

28 April 2026
22
Pemkab Padang Pariaman Dukung Penuh GERMAS SAPA 2026, Perkuat Sinergi Wujudkan Pangan Aman dari Nagari Hingga Sekolah
Berita

Pemkab Padang Pariaman Dukung Penuh GERMAS SAPA 2026, Perkuat Sinergi Wujudkan Pangan Aman dari Nagari Hingga Sekolah

27 April 2026
45
Next Post
Diskusi Virtual, IKA Unand Jabodetabek Kupas Tuntas Strategi Penanganan Dampak Corona

Diskusi Virtual, IKA Unand Jabodetabek Kupas Tuntas Strategi Penanganan Dampak Corona

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,303)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,522)
  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (35,246)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,656)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,607)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (31,375)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (30,160)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (29,089)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,028)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (25,829)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
164
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
340
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
493
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
232
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
115
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
148
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
129
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
191
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
126

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In