• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Selasa, Juni 23, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Di Usia ke-499 Tahun, Prof Djohermansyah Djohan: Jakarta Kota Global yang Masih Terlalu Sentralitis

23 Juni 2026
in Berita
Reading Time: 3min read
Views: 56
Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN, Prof Dr Djohermansyah Djohan. (Foto : Dok)

JAKARTA, forumsumbar — Di usia ke-499 tahun, Jakarta dinilai telah menunjukkan berbagai indikator sebagai kota global, mulai dari kekuatan ekonomi, kemajuan infrastruktur, hingga kapasitas fiskal yang jauh melampaui daerah lain di Indonesia. Namun, di balik capaian tersebut, Jakarta masih menghadapi persoalan mendasar: tata kelola pemerintahan yang terlalu sentralistis.

Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN, Prof Dr Djohermansyah Djohan, menilai tantangan terbesar Jakarta saat ini bukan lagi membangun gedung pencakar langit atau menambah proyek infrastruktur modern, melainkan membangun birokrasi yang lebih dekat dengan warga.

“Jakarta berhasil menjalankan desentralisasi sebagai daerah otonom yang kuat terhadap pemerintah pusat. Tetapi Jakarta belum sepenuhnya melakukan desentralisasi ke dalam tubuh pemerintahannya sendiri,” ujar Prof Djohermansyah dalam refleksi Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta, seperti disampaikan pada keterangan pers, Selasa (24/6/2026).

Lihat Juga

Kunker ke Padang Pariaman, Bupati Kampar Ingin Pelajari Pelaksanaan Pilwana Serentak

Kunker ke Padang Pariaman, Bupati Kampar Ingin Pelajari Pelaksanaan Pilwana Serentak

22 Juni 2026
37
Bangun Kolaborasi, FH Universitas Bung Hatta dan FH Unitas Padang Teken MoA

Bangun Kolaborasi, FH Universitas Bung Hatta dan FH Unitas Padang Teken MoA

21 Juni 2026
54
Tasyakuran dan Wisuda Angkatan ke-2; PAUD IT/TK IT Lathifah Sungai Sapih Lahirkan Generasi Berkarakter dan Penghafal Quran

Tasyakuran dan Wisuda Angkatan ke-2; PAUD IT/TK IT Lathifah Sungai Sapih Lahirkan Generasi Berkarakter dan Penghafal Quran

21 Juni 2026
21

Menurut dia, perubahan status Jakarta menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) setelah pemindahan ibu kota negara ke Nusantara membuka peluang besar untuk melakukan pembaruan tata kelola pemerintahan. Jakarta kini tidak lagi dibebani fungsi sebagai pusat pemerintahan nasional dan diarahkan menjadi pusat perekonomian nasional serta kota global.

Secara objektif, kata Prof Djo, demikian pakar otonomi daerah ini akrab disapa, Jakarta memiliki modal yang sulit ditandingi daerah lain. Dari sisi fiskal, Jakarta menjadi daerah dengan tingkat kemandirian keuangan tertinggi di Indonesia. Dari sisi ekonomi, kontribusinya mencapai sekitar 17 persen terhadap produk domestik bruto nasional. Sementara dari aspek administrasi pemerintahan, Jakarta termasuk pelopor digitalisasi layanan publik.

“Modal politik, fiskal, administratif, dan ekonomi Jakarta sangat kuat. Tetapi kota global tidak hanya dibangun dari kekuatan pemerintah provinsi. Kota global dibangun dari kemampuan pemerintah melayani warga sampai ke tingkat paling bawah,” katanya.

Wewenang Menumpuk di Tingkat Provinsi

Prof Djohermansyah menyoroti masih kuatnya konsentrasi kewenangan di tingkat Pemerintah Provinsi DKJ. Sebagian besar pengambilan keputusan, pengelolaan anggaran, dan kendali birokrasi berada di tangan gubernur serta perangkat daerah tingkat provinsi.

Sebaliknya, walikota administratif, bupati administratif, hingga camat dan lurah dinilai belum memiliki ruang kewenangan yang memadai untuk menyelesaikan persoalan masyarakat secara cepat.

Akibatnya, banyak masalah sehari-hari yang langsung dirasakan warga, seperti kerusakan jalan lingkungan, lampu penerangan yang mati, drainase tersumbat, taman yang kurang terawat, perpustakaan sepi, hingga fasilitas publik yang bermasalah, sering kali harus menunggu proses birokrasi yang panjang.

“Padahal masalah-masalah seperti itu paling efektif diselesaikan oleh pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Tidak semua persoalan harus naik ke tingkat provinsi,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi tersebut menciptakan paradoks dalam tata kelola Jakarta. Di satu sisi Jakarta ingin sejajar dengan kota-kota dunia seperti Tokyo, New York, Paris, London, dan Sydney. Namun di sisi lain, pola pengelolaan pemerintahannya masih bertumpu pada satu pusat kekuasaan.

Kecamatan/Kelurahan Harus Diperkuat

Prof Djohermansyah menilai reformasi kelembagaan menjadi agenda penting menjelang Jakarta memasuki usia 500 tahun pada 2027. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah memperluas delegasi kewenangan kepada walikota administratif, bupati administratif, camat dan lurah dalam mengelola urusan kewilayahan.

Selain itu, kecamatan dan kelurahan perlu diperkuat melalui penambahan sumber daya manusia, peningkatan kapasitas organisasi, serta dukungan anggaran yang lebih memadai.

Menurut dia, pengalaman berbagai kota global menunjukkan kualitas pelayanan publik justru ditentukan oleh kemampuan pemerintah di level terdekat dengan masyarakat untuk bertindak cepat dan responsif.

“Persoalan lingkungan, ruang publik, aksesibilitas, dan kenyamanan hidup warga tidak diselesaikan di ruang rapat yang jauh dari masyarakat. Semua itu ditentukan oleh kualitas pelayanan di lapangan,” katanya.

Birokrasi Kelas Dunia

Selain reformasi kewilayahan, Jakarta juga dituntut membangun birokrasi kelas dunia. Aparatur sipil negara perlu memiliki spesialisasi yang lebih kuat dalam bidang-bidang strategis seperti transportasi, tata ruang, lingkungan hidup, teknologi digital, hingga pengelolaan ruang publik.

Rekrutmen aparatur, menurut Prof Djohermansyah, harus semakin berbasis manajemen talenta agar mampu menarik sumber daya manusia terbaik. Pada saat yang sama, integritas, profesionalisme, dan wawasan global aparatur perlu terus diperkuat melalui pendidikan dan pelatihan berstandar internasional.

“Jakarta tidak kekurangan uang, teknologi, atau gagasan pembangunan. Yang dibutuhkan adalah keberanian melakukan pembaruan kelembagaan agar pemerintahan semakin dekat dengan warga,” ujarnya.

Menjelang usia lima abad pada tahun depan, Jakarta dinilai berada di persimpangan penting. Ambisi menjadi kota global tidak akan ditentukan oleh tingginya gedung pencakar langit, panjangnya jaringan MRT, atau posisi dalam berbagai indeks internasional.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah kota tetap terletak pada kemampuan pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan berkualitas hingga ke lingkungan terkecil masyarakat.

“Jakarta tidak memerlukan pemerintahan yang semakin kuat di puncak. Jakarta memerlukan pemerintahan yang semakin dekat di bawah. Di situlah fondasi kota global sesungguhnya dibangun,” pungkas Prof Djohermansyah.

(R/Wiztian Yoetri)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Kunker ke Padang Pariaman, Bupati Kampar Ingin Pelajari Pelaksanaan Pilwana Serentak

BeritaTerkait

Kunker ke Padang Pariaman, Bupati Kampar Ingin Pelajari Pelaksanaan Pilwana Serentak
Berita

Kunker ke Padang Pariaman, Bupati Kampar Ingin Pelajari Pelaksanaan Pilwana Serentak

22 Juni 2026
37
Bangun Kolaborasi, FH Universitas Bung Hatta dan FH Unitas Padang Teken MoA
Berita

Bangun Kolaborasi, FH Universitas Bung Hatta dan FH Unitas Padang Teken MoA

21 Juni 2026
54
Tasyakuran dan Wisuda Angkatan ke-2; PAUD IT/TK IT Lathifah Sungai Sapih Lahirkan Generasi Berkarakter dan Penghafal Quran
Berita

Tasyakuran dan Wisuda Angkatan ke-2; PAUD IT/TK IT Lathifah Sungai Sapih Lahirkan Generasi Berkarakter dan Penghafal Quran

21 Juni 2026
21
Dradjad Hari Wibowo: PNM Ikut Berkontribusi Memulihkan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
Berita

Dradjad Hari Wibowo: PNM Ikut Berkontribusi Memulihkan Ekonomi Masyarakat Pascabencana

21 Juni 2026
15
FH Universitas Bung Hatta dan Nagari Simpuruik Tanah Datar Kolaborasi Bentuk Nagari Sadar Hukum
Berita

FH Universitas Bung Hatta dan Nagari Simpuruik Tanah Datar Kolaborasi Bentuk Nagari Sadar Hukum

21 Juni 2026
76
Pemkab Agam Komit Percepat Penyediaan Huntap bagi Warga Terdampak Bencana
Berita

Pemkab Agam Komit Percepat Penyediaan Huntap bagi Warga Terdampak Bencana

20 Juni 2026
11
Please login to join discussion

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,607)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,527)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,814)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,505)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,944)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,418)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,894)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,882)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,187)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,285)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
177
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
362
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
504
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
242
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
121
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
159
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
136
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
199
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
133

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In