PADANG, forumsumbar —Menanggapi adanya keinginan pemerintah membuka donasi dari rakyat untuki penanganan Covid-19, menurut Anggota DPD RI Alirman Sori, Senin (30/3), adalah kebijakan yang tidak tepat dan tidak populer ditengah rakyat menderita, mestinya pemerintah yang harus membantu dan dilindungi rakyat.
Sebelum pemerintah terlanjur membuka donasi, sebut Alirman, sebaiknya kuburkan rencana itu, sungguh tidak bijak kalau hal itu dilakukan, akan lebih tepat melibatkan para konglemerat ikut menyumbang secara moril dan materil membantu pembiayaan pemberantasan Covid-19.
Untuk mencegah mewabahnya pandemik Covid-19, sebut Alirman, kalau pemerintah mau hadir di tengah rakyatnya untuk melindungi rakyatnya, apapun bisa dilakukan oleh pemerintah.
“Jangan berdalih soal keuangan”, untuk penguatan nilai rupiah pemerintah sanggup menyediakan lebih kurang Rp300 triliun. Memindahkan ibukota pemerintah sanggup menyediakan uang lebih kurang Rp460 triliun. Pertanyaannya kenapa untuk membiayai lockdown pemerintah tidak sanggup menyediakan uang hanya sekitar Rp126 triliun,” tanya Alirman Sori.
Untuk biaya lockdown, hitungannya jika penduduk Indonesia 300 juta jiwa, biaya per jiwa setiap hari Rp30.000,. Kalikan 14 hari hanya menghabiskan uang Rp126 triliun. Itu kalau semua jiwa dibiayai selama lockdown (14 hari). Jika hanya 50 persen dari jumlah penduduk yang dibiayai, berarti hanya menghabiskan uang Rp63 triliun.
Nyaringnya suara pemerintah dan pemerintah daerah mengimbau agar warga berdiam diri dirumah (stay at home) untuk mencegah penyebaran pandemik Covid-19, pantas diapresiasi, tetapi berdiam bagi warga yang kehidupannya dari penghasilan harian, hanyalah suatu keniscayaan.
Warga yang hidup dari penghasilan harian, kata Alirman, harus mendapat perlindungan dari pemerintah, tidak cukup sebatas imbauan saja.
Untuk itu Alirman Sori mendesak pemerintah pusat untuk segera melakukan “Nasional Lockdown”, jangan tunggu korban berjatuhan lebih banyak lagi, bisa-bisa Indonesia menjadi kuburan massal.
Senator asal Sumbar ini juga menyampaikan keprihatinannya melihat situasi para medis yang bekerja dalam keterbatasan APD, yang seharusnya menjadi perhatian serius oleh pemerintah, karena mereka adalah garda terdepan dalam penyelamatan jiwa manusia.
Namun proteksi dirinya sebagai penyelamat misi kemanusiaan terhadap ancaman pandemik Covid-19, “terabaikan”. Mereka bekerja dengan APD seadanya, tak heran lagi kalau paramedis banyak juga yang meninggal dunia.
Lebih lanjut dikatakan Alirman Sori, ia tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa, tetapi hal yang standar untuk bekerja bagi tenaga medis sangat diperlukan dan prioritaskan, karena penularan Covid-19 sangat mudah dan nyawa taruhannya.
Untuk itu perlu kebijakan nyata memberikan perlindungan kepada paramedis, dengan alat pelindung diri berkualitas, sehingga terlindungi dan terjaga keselamatan mereka dalam memberikan pelayanan kepada korban Covid-19.
(Rel/Sbl)























