PADANG, forumsumbar —Upaya memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19) terus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia. Tak ketinggalan lingkungan kampus yang rentan terpapar karena banyak kegiatan yang diikuti banyak orang.
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) dan Unand melakukan gerakan bersama untuk menjaga masyarakat, khususnya sivitas akademika, terpapar virus corona. Sejak minggu lalu sampai hari ini aksi bagi hand sanitizer yang dibuat di laboratorium Fateta dan FMIPA dibagi gratis ke warga kampus dan masyarakat lingkungan kampus di Limau Manis Pauh Padang.
”Atas kepedulian IKA Unand yang diinisiasi oleh Sekjen DPP Prof Reni Mayerni dan di-support seluruh alumni Unand se-Indonesia, saya berterima kasih sekali. Inisiasi IKA Unand telah menimbulkan kesadaran bersama sivitas akademika Unand untuk bergerak serempak menghadapi ancaman Covid-19,”ujar Rektor Unand Prof Yuliandri saat melepas aksi IKA Unand yang dikoordinir Ilhamsyah Mirwan.
Menurut Prof Yuliandri, kondisi kekinian di tengah mewabah Covid-19, meski Sumbar belum ada yang positif, tapi jangan lengah. “Jangan lengah, Unand dan alumni siap bersama bertindak serempak bahu-membahu hadapi wabah ini,” ujar Prof Yuliandri.
Unand pun mengerahkan semua sarana untuk menanggulangi virus corona, seperti Rumah Sakit (RS) Unand menjadi rumah sakit rujukan tambahan.
”Dan labor Fakultas Kedokteran hari ini bekerja uji sampel setelah Kemenkes RI mengizinkan labor kita itu untuk uji sampel,” ujar Yuliandri.
Anggota DPRD Sumbar yang alumni Unand, Syahrul Furqan menyebut, kepedulian membagikan hand sanitizer sangat meringankan masyarakat.
“Unand dan alumninya sudah bergerak, tentu harus ada gerakan serempak bersama untuk hadang wabah corona di Sumbar, sebagai wakil rakyat saya ada bersama gerakan ini,” ujar Syahrul.
Apalagi kondisi kekinian hand sanitzer alat perlindungan diri yang saat ini di pasaran langka, kalau pun ada harganya mahal. Inisiatif IKA Unand sangat menbantu sekali,” ujar Furqan.

Gerakan bagi hand sanitizer yang dilakukan IKA Unand, banyak kalangan mengapresiasi sebagai langkah nyata dan konkrit yang lakukan IKA Unand dan Unand sendiri
“Saat ini butuh barang tidak uang. Adanya kegiatan ini membuat kita merasa tidak berjuang sendiri hadapi wabah virus corona ini,” ujar Direktur RS Unand Yevrin Zulfikar.
Sebanyak 4000 botol hand sanitizer ukuran 30 mili dan 5 botol ukuran 1000 mili, merupakan gelombang kedua yang dibagikan ke warga Unand dan masyarakat di sekitar kampus di Limau Manis Pauh Padang.
Meli petugas Klinik Medika Andalas sebut aksi bagi hand sanitizer IKA Unand sangat membantu karena di klinik sendiri kekurangan. “Adanya kepedulian IKA Unand bersama Unand tentu sangat menolong upaya kita bersama memutus rantai sebar Covid-19,” ujar Meli.
Sedangkan Yunadela, mahasiswi Fakultas Teknologi Pertanian Unand mengakui aksi bagi hand sanitizer sangat banyak manfaatnya, terutama membantu teman teman untuk cuci tangan sebagai upaya penangkal dini dari virus corona.
Kim Hong mahasiswa dari Kamboja memuji adanya pembagian gratis hand sanitizer oleh IKA Unand. “Kami sangat senang karena untuk mendapatkan hand sanitizer di toko obat sulit, beli online pun mahal, thank alumni Unand,” ujar Kim Hong.
(Rel/Ad)























