JAKARTA, forumsumbar —Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat meminta media tidak melebih-lebihkan dalam memberitakan mengenai wabah virus corona, sehingga tidak menimbulkan kepanikan di tengah-tengah masyarakat. Salah satu kepanikan yang ditimbulkan itu tampak ketika terjadi aksi borong masker dan sembako yang berlebihan.
Menurut Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis, Kamis (5/3), pihaknya telah mengeluarkan surat edaran ke lembaga-lembaga penyiaran dan dibantu KPI di daerah-daerah untuk menyebarkannya, sehubungan dengan pemberitaan mengenai virus corona. Hal ini agar masyarakat bisa tenang dan mendapatkan informasi yang benar.
“Intinya meminta media untuk tidak melakukan eksploitasi terhadap informasi apabila ada indikasi suspect virus corona. Kemudian harus selektif meminta pendapat narasumber, sesuai dengan kepakarannya. Validitas dan kredibilitas narasumber sangat penting, agar tidak terjadi bias informasi mengenai masalah utama dari penyebaran wabah virus corona tersebut,” ucapnya.
Lebih lanjut Yuliandre menyampaikan, KPI Pusat merasa perlu mengeluarkan edaran ini agar jangan sampai terjadi pemberitaan yang menimbulkan distorsi di tengah-tengah masyarakat. “Kita tidak menghalangi media, tetapi jangan sampai terjadi tumpang tindih informasi, sehingga membuat masyarakat gelisah. Apalagi dari narasumber yang tidak jelas,” imbuhnya.
Sebelumnya, Selasa (3/3), Presiden RI Jokowi mengingatkan kepada rumah sakit, pejabat-pejabat pemerintah dan media agar bisa menghargai privacy mereka yang terkena suspect virus corona. “Ini menyangkut kode etik. Kita harus bisa menghargai hak-hak pribadi penderita suspect virus corona. Jangan sampai dibuka ke publik,” ujar Jokowi. (Rel)






















