PADANG, forumsumbar —Terjadinya rebutan tiket di internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumbar menuju Pilkada Sumbar 2020, antara Riza Falepi (Walikota Payakumbuh) dan Mahyeldi Ansharullah (Walikota Padang), mendapatkan perhatian dari pengamat politik Fisip Unand Ilham Adelano Azre.
Hal itu setelah melihat semakin intens-nya lobi-lobi politik yang dilakukan Riza, maupun Mahyeldi. Dimana belum 24 jam Mahyeldi fit and proper test di PPP bersama pasangannya Audy, Rabu (27/2) malam, giliran Riza bertemu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Hebatnya, Riza didampingi tokoh sentral PKS Irwan Prayitno, yang juga Gubernur Sumbar.
Azre menilai rebutan calon di PKS adalah aneh. “Saya justru menilai aneh dan ada apa, dua calon berebut kapal PKS untuk Pilkada Sumbar. Ini menunjukkan dugaan faksi di PKS itu memang ada. Karena selama ini untuk calon kepala daerah PKS punya standar baku dan selalu dimunculkan satu kader,” ujarnya.
Tapi dengan adanya Riza dan Mahyeldi, tentu PKS ingin membuktikan bahwa stok kader jadi kepala daerah melimpah. PKS tidak minim kader. “Tapi harus diingat kemampuan Pak Irwan Prayitno soal lobi dan soal memenangkan jangan dipandang sebelah mata,” ujar Azre.
Soalnya Irwan Prayitno di pentas pemilihan sejak 2010 selalu dipayungi hoki. Dimana dari data media, setelah memenangkan Pilkada Sumbar 2010, Irwan Prayitno selalu bisa angkat pamor PKS di mata pemilih Sumbar.
Dicontohkan Azre seperti memenangkan suara Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014 dan Prabowo – Sandi di Pilpres 2019 lalu. Kemudian punya andil menangkan kader di berbagai pilkada di Sumbar.
“Terakhir yang top itu mengantarkan istrinya, Ibu Nevi Zuairina terpilih sebagai anggota DPR RI dari Dapil Sumbar 2, dimana bukan termasuk dapil kampung halaman Ibu Nevi, yakni di Salido Kabupaten Pesisir Selatan,” pungkas Azre. (Rel/Ik)























