
PADANG, forumsumbar — 7 (tujuh) bakal calon (bacalon) Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke IX, tanggal 16 September 2026, di Gedung Bagindo Aziz Chan, Kantor Balai Kota Padang mulai mengapung.
Bacalon yang menyatakan kesiapannya maju antara lain, Syahril Ulbi Datuak Bagindo Rajo, Hendri Yazid Datuak Rajo Diguci, Irwan Basir Datuk Rajo Alam dan Rusli Rajo Mahmud. Selanjutnya, ada nama diapungkan, Musdafirman Datuak Rajo Diguci, Herman B Datuak Ibrahim dan Andree Harmadi Algamar Datuak Sangguno Dirajo.
“Sudah ada nama-nama Bakal Calon Ketua LKAAM Kota Padang mengapung. Namun, proses pendaftaran pencalonan masih terbuka hingga dua hari menjelang Musda IX. LKAAM maupun KAN se-Kota Padang masih diberikan kesempatan untuk mengusulkan tokoh-tokoh lain yang dinilai memiliki kompetensi dan mampu memimpin ke depan,” ucap Panitia Panitia Musda IX Drs. H. Yol Kaharuddin Dt. Sati Nan Balapiah didampingi Sekretaris Panitia, Helfin Rajo Sampono dan Ketua Steering Commitee Ery Iswandi BSc, Dt. Peto Muhammad serta Bendahara M Nazif Malin Basa.
Lebih lanjut dijelaskan Yol Kaharuddin, Musda direncanakan Gedung Bagindo Aziz Chan, Kantor Balai Kota Padang dengan harapan Walikota Padang bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang dapat hadir dalam Musda 2026.
“Dengan adanya beberapa kali pertemuan pembahasan tata tertib maupun persiapan lainnya, kita mengharapkan Musda nanti dapat berjalan dengan lancar dan sukses serta menghasilkan kepengurusan LKAAM Kota Padang yang mampu mengayomi kepentingan masyarakat dan organisasi,” harap Yol Kaharuddin usai pertemuan di Gedung LKAAM Sumbar, Sabtu (29/8/2026).

Dalam rapat tersebut, seluruh Ketua LKAAM Kota Padang dan Ketua KAN se-Kota Padang hadir dalam pertemuan membahas rancangan tata tertib (tatib) Musda. Peserta rapat juga memberikan berbagai masukan, tanggapan, dan saran terhadap rancangan tatib yang sebelumnya telah dibahas pada rapat terdahulu.
“Pertemuan kali ini, lengkap dihadiri seluruh Ketua LKAAM dan KAN se-Kota Padang. Kita menerima masukan terhadap rancangan tata tertib Musda yang sudah disampaikan pada rapat sebelumnya,” katanya.

Masukan tersebut, katanya, berasal dari unsur LKAAM maupun KAN, selanjutnya akan dibawa ke forum diskusi serta konsultasi dengan organisasi LKAAM Sumbar.
“Langkah itu dilakukan untuk menyempurnakan sekaligus merumuskan tata tertib yang akan digunakan dalam pelaksanaan Musda,” katanya.
Dalam tata tertib tersebut, untuk pencalonan Ketua LKAAM Kota Padang diusulkan empat LKAAM atau dua KAN yang ada di Kota Padang. Sementara untuk pemilihan kelak, masing-masing LKAAM plus KAN se-Kota Padang memberikan satu suaranya. Ditambah, satu suara masing-masing berasal dari LKAAM Sumbar, LKAAM Kota Padang dan Forum Komunikasi Kerapatan Adat (FKKA) 9 Nagari Kota Padang.
(R/AS)























