
PADANG PARIAMAN, forumsumbar —- Di tengah keindahan alam dan kekayaan budaya Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, terdapat sebuah nagari yang terus berkembang dan menonjolkan potensinya di berbagai bidang, yaitu Nagari Padang Toboh Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakih. Di balik kemajuan dan kesuksesan berbagai kegiatan di Nagari ini, terdapat sosok pemimpin yang gigih, berdedikasi, dan dicintai masyarakatnya, yakni Bakhri, Wali Nagari Padang Toboh Ulakan (2018 – 2026).
Sebagai Wali Nagari, pria berusia 59 tahun ini tidak hanya memegang jabatan administratif. Tetapi dia juga berperan sebagai penjaga nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau, serta menjadi penengah dalam berbagai permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Ia dipilih langsung oleh warga, melalui pemilihan umum tingkat Nagari. Hal itu menunjukkan kepercayaan besar yang diberikan kepadanya, untuk memimpin dan membangun Nagari Padang Toboh Ulakan.

Salah satu prestasi yang paling menonjol di bawah kepemimpinan Bakhri, adalah keberhasilan penyelenggaraan Festival Tani Nagari Padang Toboh Ulakan pada Agustus 2025 lalu. Sebagai ketua panitia sekaligus pemimpin nagari, ia bekerja keras mengumpulkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk niniak mamak, alim ulama, pemangku kepentingan, dan mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Nagari Padang Toboh Ulakan.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang untuk memajukan sektor pertanian, tetapi juga menjadi wadah untuk menghidupkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta melestarikan seni dan budaya lokal. Kegiatan ini, bahkan mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Padang Pariaman dan perwakilan Gubernur Sumatera Barat. Karena dianggap mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah.
Selain fokus pada pembangunan ekonomi dan budaya, Bakhri juga sangat memperhatikan pembangunan karakter generasi muda. Melalui berbagai kegiatan yang diadakan di Nagari, ia berusaha menjauhkan pemuda dari pengaruh negatif seperti narkoba dan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur masyarakat. Baginya, kemajuan Nagari tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.

Dalam menjalankan tugasnya, suami dari Nurbaiti ini selalu berpegang pada falsafah hidup masyarakat Minangkabau, yaitu “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Ia memastikan, bahwa setiap kebijakan dan keputusan yang diambil selalu selaras dengan aturan adat dan ajaran agama. Sehingga, dapat diterima dan dijalankan dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai sosok pemimpin yang rendah hati dan terbuka, Bakhri selalu mendengarkan aspirasi dan keluhan warga. Ia percaya, bahwa pembangunan Nagari hanya dapat tercapai jika dilakukan secara bersama-sama, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Sikapnya yang ramah, bijaksana, dan bertanggung jawab, membuatnya dihormati dan dicintai oleh warga Padang Toboh Ulakan.
Melalui kerja keras dan dedikasinya, Nagari Padang Toboh Ulakan kini semakin dikenal dan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu Nagari maju dan mandiri di Kabupaten Padang Pariaman. Sebagai penggerak potensi Nagari, Bakhri adalah bukti nyata seorang pemimpin yang insyaAllah mampu mengubah cita-cita dan harapan masyarakat menjadi kenyataan.
(AS)























