
PADANG, forumsumbar –— Mahasiswa KKN Kebencanaan Universitas Andalas (Unand) mengadakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana banjir bandang di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Kegiatan ini digelar selama dua minggu guna memulihkan kondisi psikologis anak-anak di Kelurahan Kapalo Koto, khususnya di wilayah RT 01 dan RT 02, dengan memberikan trauma healing yang edukatif dan menghibur, agar anak-anak tetap ceria dan bersemangat meski dalam situasi sulit pascabencana.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu, 3 Januari 2026, dengan fokus utama pendekatan (bonding) terhadap anak-anak supaya jangan kaku, melalui berbagai permainan yang seru dan menarik minat mereka.
Perkenalan Interaktif
“Pada hari pertama ada sesi perkenalan yang interaktif, dimana anak-anak mulai membuka diri dan melupakan sejenak kecemasan mereka,” ujar Surya Ramadhan, salah seorang Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand yang ikut pada kegiatan trauma healing tersebut, melalui keterangan pers, Kamis (15/1/2026).
“Tujuan utama kami di hari pertama adalah bagaimana membangun kepercayaan, atau trust building, anak-anak di Kapalo Koto,” tambah Surya.
Sesi perkenalan interaktif ini, merupakan upaya dimana sebelum masuk ke tahap pemulihan trauma yang lebih dalam, anak-anak harus merasa nyaman dengan suasana lingkungan barunya.

Mewarnai Harapan Baru
Besoknya pada hari Minggu, 4 Januari 2026, kegiatan berlanjut berdasarkan permintaan dari anak-anak Kapalo Koto, yakni; Mewarnai Gambar.
Untuk kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyiapkan berbagai sketsa menarik untuk diwarnai.
Kegiatan ini bukan sekadar mencoretkan krayon, tetapi ini dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan mengenali warna serta mengasah kreativitas. Dimana setiap goresan warna di atas kertas menjadi simbol bangkitnya imajinasi dan harapan anak-anak untuk masa depan yang lebih cerah.
“Melalui warna, anak-anak bisa mengekspresikan perasaan yang mungkin sulit mereka ungkapkan dengan kata-kata. Kami ingin mereka mengenali warna-warna cerah untuk menstimulasi kreativitas dan memberi rasa tenang,” terang Nurul, salah seorang anggota KKN Kebencanaan.
Pada kegiatan mewarnai yang digelar di Musala Muthahirin ini, mahasiswa KKN dengan sabar mendampingi, serta mengajari teknik mewarnai yang rapi, sembari menyelipkan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Hasil karya mewarnai anak-anak Kapalo Koto kemudian dipamerkan, dimana memberikan rasa bangga dan prestasi tersendiri pada diri mereka. Kreativitas yang muncul di atas kertas itu menjadi simbol bahwa harapan baru sedang mereka lukis sendiri,” ucap Nurul lagi.

Nobar Film di Posko
Puncak keceriaan bagi anak-anak Kapalo Koto terjadi pada Sabtu, 10 Januari 2026, dimana Posko KKN Kebencananan disulap menjadi “bioskop mini” untuk Nonton Bareng (Nobar) film animasi “Jumbo”.
“Pemilihan film ini bertujuan untuk memberikan hiburan, sekaligus memberikan pesan moral tentang persahabatan dan keberanian kepada anak-anak di Kapalo Koto,” ujar Raisha, salah seorang anggota KKN Kebencanaan.
Ketika lampu dipadamkan, dan proyektor mulai menyala, suasana posko hening seketika saat film dimulai. Kemudian sesekali sorak-sorai ketika ada adegan lucu muncul di layar.
Disampaikan Raisha, kegiatan nonton bareng ini menjadi momen puncak dari rangkaian kegiatan trauma healing yang dilaksanakan Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand di Kelurahan Kapalo Koto.
Di dalam ruangan yang sederhana di posko KKN, anak-anak duduk berdampingan dengan para “kakak-kakak” mahasiswa, yang berbagi camilan, dan tenggelam dalam alur cerita film yang inspiratif.
“Kami ingin anak-anak di sini (Kapalo Koto) merasa tidak sendirian. Trauma healing yang dilaksanakan adalah cara kami membagikan energi positif dan memastikan bahwa kebahagiaan mereka adalah prioritas utama kami selama masa KKN,” pungkas Raisha.
(Surya Ramadhan)























