
AGAM, forumsumbar — Program unggulan Sawah Pokok Murah (SPM) kembali menunjukkan hasil positif. Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal melaksanakan panen raya SPM di Jorong Kampung Jambu, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, Rabu (3/9/2025).
Pada lahan seluas 0,2 hektare yang ditanami varietas padi Kusuik Putiah oleh Kelompok Tani Makmur sejak 30 April lalu, kini berhasil dipanen pada usia 142 hari.
Hasil panen masih dalam tahap penghitungan, namun secara kasat mata menunjukkan produksi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Sebagai perbandingan, sebelum penerapan program SPM, hasil ubinan di wilayah ini hanya mencapai sekitar 5,1 ton per hektare. Dengan adanya pola tanam SPM, petani berharap produksi meningkat sekaligus biaya produksi dapat ditekan.
Wakil Bupati Agam menyampaikan, program SPM menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. “
“Hasil yang kita terapkan sangat baik. Biaya produksi bisa ditekan, hasil meningkat, insya Allah pendapatan petani juga ikut naik,” ujarnya.
Menurutnya, program SPM tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil panen, tetapi juga memiliki manfaat jangka panjang bagi kesuburan tanah dan mendorong pertanian organik.

“Keberhasilan panen ini menjadi contoh yang dapat diadopsi oleh petani lainnya, tidak hanya di Bayur, tetapi juga di berbagai nagari di Kabupaten Agam,” tambahnya.
Program SPM sendiri telah dilaksanakan di hampir seluruh nagari di Kabupaten Agam dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi hingga Pemerintah Pusat.
Bahkan, Komisi IV DPR RI memberikan respons positif agar program ini dapat diterapkan lebih luas di berbagai daerah Indonesia.
Dengan capaian ini, diharapkan petani semakin termotivasi untuk berinovasi, mengurangi biaya produksi, dan menikmati hasil panen yang lebih menguntungkan.
(R/Kominfo)























