
AGAM, forumsumbar –— Metode budidaya padi dengan sistem Sawah Pokok Murah (SPM) mulai menunjukkan hasil nyata. Hal ini dibuktikan pada panen perdana yang dilaksanakan di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Selasa (2/9/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Tanjung Raya Al Hafidh, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam yang diwakili Kepala UPT BP3 Agam, M Tasrif Sartana, serta Irwan Jonis, bersama seluruh penyuluh BPP Tanjung Raya. Kelompok Tani Mekar selaku pelaksana bersama sembilan kelompok tani sekitar turut menyaksikan keberhasilan metode ini.
Dari hasil ubinan seluas 2,5 x 2,5 meter, metode SPM mampu menghasilkan produktivitas rata-rata 8,56 ton per hektar. Jumlah rumpun mencapai rata-rata 105 rumpun dengan anakan produktif berkisar 25–35 batang per rumpun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan metode tanam konvensional.
Koordinator BPP Tanjung Raya, Tawari Hayati, menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa metode SPM efektif meningkatkan hasil produksi padi sawah.
“Kami berharap petani di sekitar dapat mengembangkan metode ini di lahan masing-masing. Keberlanjutan program sangat penting agar produksi padi di Kecamatan Tanjung Raya terus meningkat,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong pemerintah nagari untuk mengalokasikan anggaran pada tahun-tahun mendatang demi memperluas penerapan metode ini. Dengan demikian, Kecamatan Tanjung Raya berpotensi menjadi salah satu sentra produksi padi unggulan di Kabupaten Agam.
Panen perdana ini diharapkan menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk berinovasi, memanfaatkan metode budidaya yang lebih efisien, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut.
(R/Kominfo)























