
PASAMAN BARAT, forumsumbar— Sabanyak 40 guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pasaman Barat di Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, mulai Senin, 3 Juli 2023, ikuti workshop tentang Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di madrasah itu.
Workshop yang akan berlangsung sampai hari Rabu, 5 Juli 2023 itu dibuka Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Bara Syafrizal, yang sekaligus jadi pemateri pada program peningkatan potensi dan kompetensi para guru di lingkungan MAN 2 Pasaman Barat di Ujung Gading.
Kepala MAN 2 Pasaman Barat Suardi menyampaikan, seiring berakhirnya tahun pelajaran 2022 – 2023, dan pada beberapa hari ke depan, dimulai pula proses pembelajaran di tahun ajaran baru, 2023-2024, tentu harus ada persiapan serta kesiapan setiap tenaga pendidik, khususnya di lingkungan MAN 2 Pasaman Barat, Ujung Gading.
Selain itu, jelas Suardi, mulai tahun ajaran ini, kurikulum pendidikan sekaligus sebagai acuan bagi pendidik untuk melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, seperti di MAN 2 Pasaman Barat, Ujung Gading adalah pemberdayaan program pembelajaran baru, dengan IKM.
Melalui workshop IKM selama tiga hari ini, tambah Suardi, pihaknya berharap ketika proses pembelajaran dilaksanakan, setiap guru tidak canggung untuk melaksanakan program IKM, terutama di lembaga pendidikan yang bersangkutan.
Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat Syafrizal menyampaikan, workshop IKM bagi tenaga pendidik dan non kependidikan di MAN 2 Pasaman Barat, Ujung Gading, selama tiga hari ini merupakan sikap dan tindaklanjut dari keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Ristek RI, bersama Kementerian Agama RI, dengan menerapkan sekaligus memberlakukan IKM di setiap lembaga pendidikan.
Seiring diberlakukannya IKM secara nasional di setiap lembaga pendidikan, seperti madrasah yang berbeda di lingkungan Kementerian Agama, mulai tahun pelajaran 2023-2024, setiap guru tentu harus siap melaksanakan kurikulum baru yang dimaksud.
Dia mengingatkan ada dua unsur muatan IKM; Pertama, membekali peserta didik dengan berbagai kompetensi dan keterampilan, untuk menciptakan satu keterampilan khusus yang bisa diandalkan di masing masing madrasah.
Kedua, mewariskan nilai nilai luhur (Pancasila) serta budaya (ABS-SBK) yang sarat dengan attitude sikap perilaku dan nilai Agama. Untuk mengukur nilai Agama itu mohon evaluasi kegiatan ibadah peserta didik.
(gmz)























