PADANG, forumsumbar —Cuitan twitter anggota DPR RI Andre Rosiade terkait baliho Kapolda Sumbar Irjen Pol. Fakhrizal yang dibuat oleh sejumlah Kapolsek di Sumbar mendapat kecaman dari berbagai pihak. Ada yang menganggap cuitan itu bukti kekanak-kanakan Andre karena baru dapat label sebagai anggota DPR RI. Ada juga yang mengatakan, Andre masih mencari panggung dan berharap cuitannya itu jadi pembicaraan masyarakat Sumbar.
Ketua Garda F Sumbar Ade Suharmansyah justru kasihan melihat Andre. Sebagai anggota DPR RI, seharusnya Andre memperlihatkan kecerdasannya melihat persoalan, karena baliho-baliho Kapolda Sumbar itu terkait dengan sosialisasi peraturan lalu lintas, kamtibmas demi keamanan masyarakat serta tema-tema yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kepolisian.
“Lagi pula, Pak Fakhrizal sebagai Kapolda jelas punya kewajiban memberitahukan dan mengingatkan masyarakat di wilayah kerjanya soal aturan lalu lintas, serta hal-hal yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat. Saya tidak dalam kapasitas membela Kapolda, tapi kasihan saja melihat wakil saya di DPR RI berpikiran begitu. Sampai menembuskan pula ke Presiden dan Mabes Polri, kan memalukan,” tegas Ade.
Satu hal lagi, lanjut Ade, jika dikaitkan dengan adanya cerita bahwa Kapolda Irjen Fakhrizal akan maju menjadi calon gubernur Sumbar, itu ranah lain lagi. Karena baliho-baliho itu tidak satupun berbau kampanye. Apalagi Irjen Fakhrizal, belum ditetapkan sebagai calon oleh lembaga yang berwenang. Jadi belum bisa dilekatkan aturan pilkada padanya.

“Saya juga menangkap kesan, dari cuitan Andre itu dan dari statemen yang dibuatnya, ada rasa ketakutannya dengan seorang Irjen Fakhrizal yang digadang-gadangkan maju untuk calon Gubernur Sumbar 2020-2024. Apalagi bila calon dari Gerindra nanti bisa kalah, padahal Gerindra pemenang pemilu di Sumbar. Mungkin menurut Andre akan memalukan partainya dan sekaligus memperkecil peluangnya untuk bisa dua periode jadi anggota DPR RI,” ungkap Ade.
Ade juga berharap Andre lebih dewasa berpolitik. Kalau memang nantinya Kapolda Sumbar maju sebagai calon Gubernur Sumbar 2020-2024, itu adalah bagian dari hak politiknya dan tak ada aturan yang melarangnya. Tentunya harus mundur dari jabatannya sebagai Kapolda, sesuai aturan yang berlaku. “Bung Andre jangan memperlihatkan ketakutan yang berlebihan. Mari kita mempersiapkan kader masing-masing. Sebagai Korda Garda F tentu kami juga akan mempersiapkan calon kami dengan segala persyaratan untuk syarat maju sebagai calon gubernur. Begitu juga Andre, silahkan mempersiapkan kader anda juga sehingga bisa lolos sebagai calon gubernur. Mari kita hargai hak politik masing-masing,” terang Ade.
Sebagai sosok yang satu almamater, Ade mengajak Andre untuk mengedepankan silaturahmi. Pola-pola membenturkan masyarakat dan menjurus pada provokasi dan perpecahan, agar dihindari. “Cukuplah masyarakat Sumbar terbelah oleh pilpres kemaren. Jangan lagi dirusak dengan pemilihan gubernur ini. Saya yakin, pilpres kemaren telah membuka mata masyarakat Sumbar, dan masyarakat akan makin cerdas menentukan pilihannya,” tutup Ade. (Rel)






















